Sukacita Pemberkahan Awal Tahun 2025 di Lampung
Tahun ini, Pemberkahan Awal Tahun mengusung tema “Giat Mengembangkan Perhatian Benar untuk Belajar dan Sadar; Tekun dan Bersemangat dalam Mempraktikkan Jalan Bodhisatwa.” Tema ini mengajak setiap insan untuk terus memperdalam kebijaksanaan, mengembangkan kesadaran dalam kehidupan sehari-hari, serta tekun menjalankan praktik Bodhisattva. Dengan penuh cinta kasih, welas asih, sukacita, dan keseimbangan batin, setiap tindakan yang dilakukan diharapkan dapat menjadi cahaya bagi semua makhluk, seperti hembusan angin semilir yang membawa keharmonisan.
Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Lampung, Alesius Bunawan, juga menyampaikan rasa terima kasihnya. “Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, kita semua dapat berkumpul di gedung Tzu Chi dalam keadaan sehat. Kami mengucapkan gan en, terima kasih, kepada seluruh relawan dan donatur yang telah memberikan waktu, tenaga, serta donasi untuk mendukung berbagai kegiatan Tzu Chi,” ujarnya.
Salah satu sesi yang paling menyentuh dalam acara ini adalah sharing pengalaman relawan. Ermina, seorang relawan komite yang beragama Islam dan telah menyandang gelar hajjah (orang yang menjalankan ibadah haji ke Mekkah), membagikan kisah perjalanannya bersama Tzu Chi. “Saya pertama kali diajak oleh shixiong Akam pada baksos pembagian beras tahun 2005. Saat saya dilantik di Taiwan, saya sempat merasa bingung ketika ingin salat. Saya akhirnya mojok sendiri karena tidak tahu apakah boleh salat di sana atau tidak. Namun, tiba-tiba seorang bhikkhuni datang menghampiri saya dan berkata dalam bahasa Mandarin, ‘Kamu ingin beribadah kepada Tuhan, kan? Silakan salat di sini, tempat ini bersih.’ Sejak itu, saya merasa semakin nyaman dan bersemangat mengikuti kegiatan Tzu Chi,” ceritanya dengan mata berkaca-kaca.
“Sekitar 13 tahun lalu, suami saya mengalami benjolan di gusi. Setelah tiga bulan menjalani pemeriksaan, dokter mendiagnosisnya menderita tumor rahang dan harus segera dioperasi. Namun, karena kendala biaya, operasi tertunda hingga tumornya membesar hingga seberat tiga kilogram. Kami akhirnya mendapatkan informasi dari bos suami bahwa Tzu Chi dapat membantu. Alhamdulillah, setelah mengajukan bantuan, suami saya berhasil menjalani operasi pada 15 Mei 2003, dan kini kondisinya sudah sangat baik serta bisa kembali bekerja. Kami sekeluarga sangat berterima kasih kepada Tzu Chi dan para donatur atas bantuan yang luar biasa ini,” tuturnya dengan penuh haru.
Sebagai simbol berkah dan harapan baik di tahun yang baru, para tamu undangan dan relawan menerima angpau berkah dari Master Cheng Yen, yang dibagikan langsung oleh Alesius Bunawan dan Ali Kuku. Semoga semangat cinta kasih yang ditanamkan dalam acara ini terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi lebih banyak orang untuk berbuat baik di tahun yang baru.
Jurnalis : Hilda Rafika (Tzu Chi Lampung),
Fotografer : Lanawati (Tzu Chi Lampung),
Editor : Hadi Pranoto.