Tahun Baru Imlek yang Berbeda di Kampus Tzu Chi Filipina
Bagi keluarga-keluarga yang dalam 2 tahun terakhir ini lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan untuk menghindari menyebaran dan kontaminasi Covid-19, merayakan Tahun Baru Imlek di Buddhist Tzu Chi Campus (BTCC) di Sta. Mesa, Manila, pada pagi hari Tahun Baru Imlek di tanggal 01 Februari 2022, merupakan pengalaman yang menyegarkan sekaligus bermakna.
Relawan menyambut Tahun Baru Imlek dengan mengajak para tamu membuat permohonan sambil memukul gong, kemudian membawa mereka berkeliling di lingkungan kampus. Atraksi utama di lahan yang luas ini adalah sebuah kabin kayu tiruan, yang melambangkan awal yang sederhana dari pendiri Yayasan Buddha Tzu Chi Dharma Master Cheng Yen; sebuah replika dari Aula Jing Si, dimana Aula Jing Si yang asli berada di kantor pusat Tzu Chi di Hualien, Taiwan, dan merupakan rumah spiritual bagi para relawan Tzu Chi; dan sebuah kafe Tzu Chi, yang menyajikan makanan vegetarian di dalam sebuah bangunan yang dibangun dari bahan-bahan hasil daur ulang dan barang-barang bekas yang dimodifikasi.
Relawan juga menyerahkan dan membuka celengan Tzu Chi mereka, dan menuangkan isinya ke belahan batang bambu dan mendarat di sebuah kendi tanah liat.
“Kegiatan ini sangat menyenangkan karena biasanya kami tidak kemana-mana karena pandemi,”kata Jennifer Go. “Kami mengambil kesempatan ini untuk bertemu dengan keluarga kami dan memutuskan untuk bertemu di BTCC. Dulu, kami sering berkunjung ke sini, tetapi sekarang, setelah mengetahui makna dibalik bangunan ini, kami semakin menghargai Tzu Chi.”
“Sangat bagus karena dibuat persis seperti aslinya yang ada di Taiwan,” tambah Diane Go. “Bahkan bahannya, mereka bawa langsung dari Taiwan dan desainnya sama persis. Jadi rasanya seperti kita dibawa langsung ke kantor pusat Tzu Chi.”
Harapannya untuk Tahun Baru Imlek ini sama seperti harapan kebanyakan orang. “Harapan saya adalah terutama untuk kesehatan karena kita sedang dimasa pandemi. Sangat penting punya kesehatan yang baik.”
Bagi relawan Tzu Chi Heidi Hina, yang merupakan bagian dari tim relawan Tzu Chi yang baru-baru ini memberikan bantuan kepada para korban topan badai super Odette (atau topan badai Rai) di Bohol, tahun baru ini membuatnya merenungkan apa yang sebenarnya penting dalam hidup.
“Dua tahun terakhir ini, saya menyadari bahwa kita perlu menjadi vegetarian,” katanya. “Master selalu berkata bahwa kita harus mencintai lingkungan dan mendaur ulang. Semua yang Beliau katakan – untuk mencintai bumi agar kita tidak perlu mengalami banjir dan pandemi – itulah akar dari segalanya.”
“Itulah mengapa kita harus selalu mengingat ajaran Master, mencintai semua bentuk kehidupan, termasuk hewan dan tumbuhan,” katanya. “Saya benar-benar ingin ada lebih banyak relawan lagi untuk mendorong dan menyebarkan ajaran Master.”
Ritual Tahun Baru Tzu Chi yang sederhana namun bermakna berlangsung di Aula Jing Si, dimana para relawan memberi ceramah singkat dan membagikan angpao, misua, kue tikoy, dan buah-buahan yang melambangkan keberuntungan dan berkah. Para tamu kemudian menjelajahi kafe, ada yang mampir ke Harmony Hall untuk makanan dan kantong selada.
2022 adalah tahun harimau air, yang akan berakhir pada tanggal 21 Januari 2023.
Jurnalis : Joy Rojas,
Fotografer : Daniel Lazar,
Diterjemahkan oleh : Sik Pin.