Kumpulan Ceramah Master Cheng Yen

Terjun ke Tengah Masyarakat dan Membimbing dengan Cinta Kasih

Ada begitu banyak persoalan di dunia ini yang tidak pernah berhenti. Kehidupan setiap orang juga selalu berada dalam kondisi yang tidak kekal. Jika kita melihat ke seluruh dunia, jumlah orang yang bersedia membantu jauh lebih sedikit dibandingkan mereka yang membutuhkan bantuan. Jadi, saya sangat khawatir. Kita perlu menyucikan hati manusia dan mengajak lebih banyak orang untuk bersama-sama membantu orang-orang yang kurang mampu.
Selain orang yang hidup dalam kemiskinan dan kesulitan, ada pula begitu banyak orang yang terkena dampak dari ketidakkekalan. Ada yang masih sangat muda, tetapi sudah terluka. Kecelakaan dan berbagai kejadian tidak terduga juga begitu banyak. Jadi, selain menghadapi proses menua secara alami, manusia juga dapat mengalami musibah tak terduga. Orang-orang yang membutuhkan bantuan sangat banyak.
Saudara sekalian, kita semua perlu memahami tentang penderitaan yang dikatakan oleh Buddha. Penderitaan bukan hanya dialami oleh orang-orang yang kurang mampu. Mereka yang menua juga mengalami penderitaan. Orang yang miskin mungkin masih memiliki kesempatan untuk mengubah kehidupannya. Namun, ketika seseorang telah menua, ia tidak mungkin kembali menjadi muda. Jadi, kita harus benar-benar memikirkan hal ini.
Saat ini, pengetahuan manusia sudah makin tinggi. Kita perlu menganalisis dengan baik setiap data yang ada. Berapa banyak orang yang hidup dalam kemiskinan? Berapa banyak yang mengalami kemiskinan, penyakit, dan berbagai kesulitan? Berapa banyak lansia yang hidup sebatang kara meski secara ekonomi berkecukupan?
Lansia yang hidup sebatang kara meski berkecukupan juga termasuk dalam golongan yang membutuhkan. Mereka memiliki harta, tetapi tubuh mereka mungkin menderita akibat penyakit atau musibah yang tidak terduga. Mereka termasuk dalam golongan yang membutuhkan. Jadi, saya makin merasakan bahwa kehidupan ini penuh dengan penderitaan.
Ada penderitaan karena usia tua, penyakit, dan kematian. Setelah itu, ada pula penderitaan batin, seperti ketamakan, kebencian, kebodohan, dan kesombongan. Begitu banyak bentuk penderitaan dalam kehidupan. Saya berharap selama satu minggu ke depan, semuanya dapat merenungkan hal ini dengan kesungguhan hati.
Saya juga ingin mengajak seluruh insan Tzu Chi di seluruh dunia untuk memikirkannya dengan baik. Seperti yang selama ini saya sampaikan, saya merasa bahwa hidup saya dipenuhi oleh berkah. Namun, minggu ini saya ingin mengatakan bahwa saya juga mengalami penderitaan. Saya menderita karena usia yang makin lanjut. Saya juga mengalami penderitaan akibat kondisi tubuh yang tidak lagi sehat.
Ketika berjalan, saya perlu untuk berpegangan pada dinding atau meja. Namun, saya tetap ingin menyampaikan bahwa saya masih harus berusaha untuk berbicara dan mendengarkan berbagai kondisi kehidupan manusia. Di dunia ini, masih banyak orang yang mengalami penderitaan dan kesulitan. Mereka masih ingin menyampaikan kisah mereka kepada saya. Saya juga merasakan keterdesakan dan ingin segera mendengarkannya.
Masih banyak hal di dunia ini yang belum saya ketahui; masih begitu banyak penderitaan manusia yang belum saya alami secara langsung. Ada banyak orang menderita di dunia yang belum sempat saya jangkau secara langsung. Jadi, saya harus bersungguh hati dan mengerahkan tenaga untuk memahaminya.
Buddha datang ke dunia bukan hanya untuk mencapai pencerahan, melainkan juga terjun ke tengah masyarakat untuk memahami penderitaan yang mereka alami. Jadi, kita semua harus menggenggam jalinan jodoh untuk memahami penderitaan yang ada di dunia. Hendaknya kita bersungguh hati untuk menghargai tubuh, ingatan, dan kemampuan untuk berpikir. Semua ini harus kita hargai.
Jangan berpikir, “Saya ingin beristirahat.” Ketika kita terlalu banyak beristirahat, fungsi dan kemampuan sel-sel tubuh juga akan mengalami kemunduran. Buddha berkata bahwa kita harus terjun ke tengah masyarakat. Dalam melatih diri, kita memang harus terjun ke tengah masyarakat. Jadi, Bodhisattva sekalian, kita harus percaya kepada ajaran Buddha.
Saya berharap semuanya dapat mendalami ajaran Buddha hingga benar-benar memahami kebenaran dan mencapai kebijaksanaan seluas samudra. Dalam Tiga Perlindungan, kita menyatakan berlindung kepada Dharma dan memahami bahwa dalam Dharma terkandung kebijaksanaan yang seluas samudra. Jadi, ketika berlindung kepada Dharma, kita berharap semua makhluk dapat mendalami Sutra dan mengembangkan kebijaksanaan seluas samudra.
Saya berharap kalian yang menyatakan berlindung kepada Tiga Permata dapat mendalami Sutra dan mengembangkan kebijaksanaan seluas samudra. Hendaknya semuanya bersungguh hati untuk memahami ajaran Buddha. Inilah berkah yang sesungguhnya. Kita harus membina berkah dan kebijaksanaan sekaligus. Bukan hanya memahami saja, kita juga harus terjun ke tengah masyarakat untuk menciptakan berkah.
Jika tidak terjun ke tengah masyarakat, kita tidak akan tahu penderitaan yang ada di dunia. Jika tidak memahami penderitaan di dunia, kita tidak akan terinspirasi untuk menciptakan berkah bagi masyarakat. Sekalipun Anda memahami kebijaksanaan Buddha, seorang Bodhisattva dunia tetap harus terjun ke tengah masyarakat, baru bisa mengembangkan kebijaksanaan.
Bodhisattva sekalian, mari kita bersungguh hati untuk bersumbangsih dengan cinta kasih. Saat ini, kemampuan saya dalam membabarkan Dharma terus menurun. Saya berharap kebijaksanaan kalian dalam memahami ajaran Buddha dapat terus bertumbuh. Prinsip-prinsip kebenaran yang pernah saya sampaikan hendaknya kalian gali kembali. Cobalah kembali memahami apa yang pernah saya sampaikan. Dharma yang saya babarkan dahulu sebenarnya bertujuan untuk mengaktifkan sel otak orang-orang. Karena itu, saya harus menggunakan Dharma duniawi.
Saat ini, saya membimbing insan Tzu Chi agar dapat langsung menyelami kebijaksanaan Dharma di dunia. Ketika kalian pergi ke berbagai tempat, kalian dapat melihat penderitaan dunia yang tidak dapat saya lihat secara langsung. Kalian dapat melihat kondisi masyarakat setempat dan benar-benar memahami bagaimana cara membimbing semua makhluk.

Penderitaan di dunia memiliki beragam bentuk
Fase lahir, tua, sakit, dan mati merupakan bagian dari ketidakkekalan
Memperoleh pemahaman akan Sutra dengan terjun ke tengah masyarakat
Membimbing semua makhluk dengan membina berkah dan kebijaksanaan sekaligus

Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 01 September 2026
Sumber : Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah : Hendry, Marlina, Shinta, Janet, dan Graciela
Ditayangkan Tanggal 03 September 2026