Kumpulan Ceramah Master Cheng Yen

Terjun ke Tengah Masyarakat dengan Ketulusan dan Mempraktikkan Sutra Teratai

“Saat menjalankan misi Tzu Chi di kampung halaman Buddha, tentu saja kami menemui banyak tantangan. Namun, setiap kali melantunkan Sutra Makna Tanpa Batas, kepercayaan diri kami kembali tumbuh. Baik di tempat kelahiran Buddha, Nepal, maupun di Vihara Mahabodhi, India, pada tanggal 24 Imlek setiap bulannya, kami selalu melantunkan Sutra Makna Tanpa Batas yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa setempat,” kata Su Qi-feng, Wakil Ketua Kantor Cabang Tzu Chi Kuala Lumpur dan Selangor, Malaysia.

“Saat berinteraksi dengan para anggota Sangha di sana, kami merasakan rasa hormat mereka terhadap Master. Mereka pun ikut bersama-sama melantunkan Sutra Makna Tanpa Batas. Master, Anda dapat merasakan kesungguhan hati para anggota Sangha ini. Apa pun yang ingin Master lakukan, selama kami menjelaskannya dengan baik, mereka pasti bersedia untuk ikut terlibat,” pungkas Su Qi-feng.

Saya sangat berterima kasih kepada kalian. Manusialah yang dapat menyebarkan Dharma, bukan sebaliknya. Hendaknya kita memuja Buddha dengan hati tertulus. Tentu saja, jalinan jodoh sungguh tak terbayangkan. Saya merasa bahwa jalinan jodoh ini datang dari ketulusan yang paling dalam. Pada akhirnya, semua kembali pada jalinan jodoh. Seberapa besar ketulusan hati kita?
Sejak usia saya belum genap 30 tahun, saya sudah melantunkan Sutra Teratai setiap hari, lalu menyalinnya. Dari mengukir huruf demi huruf di atas pelat baja hingga menulis dengan mopit, semua itu saya salin sendiri. Sebulan sekali, saya menyulut lengan saya dengan dupa. Inilah persembahan saya yang sangat tulus. Saat ini, kalian melakukan perjalanan jauh dengan penuh tekad untuk bersumbangsih bagi kampung halaman Buddha. Itulah wujud ketulusan kalian.
Beberapa tahun yang lalu, saya memiliki satu harapan yang tidak bisa saya wujudkan sendiri dan kalianlah yang mewujudkannya, yaitu membawa Sutra Teratai kembali ke kampung halaman Buddha. Ketika Buddha datang ke dunia dan mencapai pencerahan, Beliau terjun ke tengah masyarakat untuk membabarkan Dharma selama 49 tahun. Setelah 42 tahun berlalu, Beliau menggunakan waktu 7 hingga 8 tahun untuk membabarkan Sutra Teratai. Buddha berkata bahwa Dharma yang ingin dibabarkan-Nya ialah Sutra Teratai yang mengajarkan praktik Bodhisattva dan bagaimana membangkitkan hati yang tulus.
Membawa manfaat bagi semua makhluk harus diwujudkan dengan tindakan nyata. Sesungguhnya, kita sudah memahami semangat Buddha. Buddha datang ke dunia untuk mengajarkan praktik Bodhisattva. Kita sering kali tidak tahu apa yang harus kita lakukan sebagai Bodhisattva dunia. Kita perlu membangkitkan hakikat kebuddhaan yang ada di dalam diri setiap orang, terjun ke tengah masyarakat untuk melihat penderitaan, dan memahami apa yang dibutuhkan oleh masyarakat.

“Sandeep selalu mengingat Master. Setiap kali kami menyebut nama Master dan memperlihatkan foto Master, Sandeep langsung membungkukkan badan dan mengucapkan terima kasih. Ayah dan ibunya juga melakukan hal yang sama. Saya merasa sangat bersyukur. Berkat welas asih Master terhadap semua makhluk, kami bisa menjangkau mereka yang memiliki jalinan jodoh,” kata Su Qi-feng, Wakil Ketua Kantor Cabang Tzu Chi Kuala Lumpur dan Selangor, Malaysia.

“Master, kami akan rutin pergi ke desa tersebut untuk mencurahkan perhatian, terutama dalam pelayanan medis. Kini, semua penduduk desa dan sekitarnya mengenal Tzu Chi dan Master. Sandeep pun sudah sangat berbeda. Agar dia memiliki kesempatan untuk bersumbangsih, kami memintanya untuk membantu mengangkat barang. Dia pun melakukannya dengan senang hati. Kami menganggapnya sebagai relawan cilik,” ucap Su Qi-feng.

“Saya sangat bersyukur atas jalinan jodoh yang membawa kami masuk ke Rajgir, tempat Buddha membabarkan Dharma dahulu. Berkat jalinan jodoh inilah, tahun ini kami dapat mengadakan acara Pemberkahan Akhir Tahun di Rajgir untuk pertama kalinya. Kami mengundang para anggota Sangha dan bupati untuk hadir Bersama,” lanjut Su Qi-feng.

“Saat itu, lebih dari 240 orang dari 3 desa hadir. Jumlah ini melebihi perkiraan kami. Jadi, jumlah partisipan mencapai 350 orang. Banyak yang mengangkat tangan dengan antusias untuk mengadopsi celengan bambu. Pada hari itu, ada 84 celengan bambu yang diadopsi. Dari sini terlihat bahwa warga di sana begitu polos, penuh cinta kasih, dan memiliki potensi besar untuk berbuat bajik,” pungkas Su Qi-feng.
Hal terpenting bagi kita ialah membuat semua orang memahami bahwa Sutra Teratai mengajarkan praktik Bodhisattva di dunia. Apa yang dimaksud dengan praktik Bodhisattva? Bersedia bersumbangsih tanpa pamrih dan tanpa mengenal lelah. Kalian adalah orang-orang yang sudah mempraktikkannya. Kalian telah mempraktikkannya sendiri dan kini bisa menginspirasi yang lainnya. Kalian sudah berpengalaman.
Kalian telah menapaki jalan dan menjangkau tanah kelahiran Buddha. Dapat menapaki Jalan Bodhisattva, kalian sungguh-sungguh dipenuhi berkah. Tanpa kalian, sebaik apa pun teori dan harapan saya, semua itu tidak akan bisa terwujud. Ini semua bisa terwujud berkat kalian yang bersedia menyebarkan semangat dan nilai-nilai kebenaran ke sana. Kontribusi kalian sungguh tak ternilai.

Melantunkan Sutra Makna Tanpa Batas dengan ketulusan
Mengajak masyarakat untuk mempraktikkan Sutra Teratai
Bersumbangsih tanpa pamrih dan mempraktikkan ajaran lewat perbuatan
Membawa manfaat bagi semua makhluk dan melangkah dengan mantap

Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 04 Februari 2026
Sumber : Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah : Hendry, Marlina, Shinta, Janet, dan Graciela
Ditayangkan Tanggal 06 Februari 2026