Kegiatan Internasional

Tzu Chi Amerika Serikat Kembali ke Wellsprings Pasca Pandemi

Pada tanggal 07 Februari 2022, relawan dari Kantor Regional Selatan Tzu Chi Amerika Serikat mengunjungi Wellsprings Village,  sebuah program tempat tinggal sementara untuk wanita di Houston, Texas. Kunjungan pertama kali oleh tim relawan ke tempat ini benar-benar membuka mata relawan ketika mereka mendengar cerita dari keluarga-keluarga yang tinggal disana. Para penghuni Wellsprings Village adalah kaum wanita dan anak-anak yang tidak memiliki tempat tinggal atau korban kekerasan rumah tangga, sehingga sangat membutuhkan perawatan secara personal. Sangat terpengaruh mendengar perjuangan mereka, relawan Tzu Chi mulai bekerja mengatur kunjungan berikutnya di bulan April.

Kesamaan dasar : Organisasi yang didirikan oleh wanita itu kini tumbuh besar bagai ilalang
Yayasan Buddha Tzu Chi telah lama mendukung Wellsprings Village dan misi-misinya. Banyak filosofi Tzu Chi, bahkan akarnya, sangat terkait dengan filosofi Wellsprings Village. Kedua organisasi ini sama-sama secara damai memperjuangkan hak-hak mereka yang tidak bisa menolong diri mereka sendiri, dengan menggunakan kekuatan cinta kasih sebagai senjata. Kisah amal masing-masing organisasi saling terkait dengan rumit, menciptakan sebuah ikatan yang tidak dapat dipisahkan diantara mereka.
Pendiri Tzu Chi, Dharma Master Cheng Yen mendirikan yayasan ini pada tahun 1966 di wilayah pedesaan yang miskin di Hualien, Taiwan. Biarawati Buddhis ini ingin meringankan beban orang-orang disekitarnya, jadi beliau memutuskan untuk mulai melakukan upaya untuk membantu dengan cara apapun yang bisa dilakukan. Dharma Master Cheng Yen memulai upayanya dengan bantuan kelima murid wanitanya dan 30 ibu rumah tangga. Untuk mendanai kegiatan mereka, para wanita tangguh ini membuat sepatu bayi untuk dijual, menyisihkan semua penghasilan mereka untuk membantu orang lain.
Wellsprings Village Inc. didirikan 22 tahun yang kemudian, oleh dua orang suster Dominika, Sr. Rita Owens, O.P. dan Sr. Justin Farinella O.P.. Kedua suster tersebut telah mensurvei sumber daya yang tersedia untuk menampung para wanita yang tidak memiliki tempat tinggal dan para korban kekerasan rumah-tangga; dan mereka terkejut dengan minimnya layanan jangka panjang bagi para korban di daerah tersebut. Rita dan Justin memutuskan untuk membuat solusi mereka sendiri untuk masalah yang benar-benar menghancurkan para korban ini : kedua wanita tersebut membentuk sebuah program rumah tinggal sementara untuk membantu kaum wanita yang sangat membutuhkan bantuan. Apa yang terjadi kemudian adalah Wellsprings Village telah berhasil membantu para wanita yang menjadi korban untuk bangkit kembali dengan mengajari mereka bagaimana membangun masa depan mereka sendiri.

Memberdayakan wanita untuk bangkit kembali
Monique Douglas, Manajer Wellsprings Village, menyampaikan bahwa keluarga-keluarga yang tinggal disana benar-benar membutuhkan kehangatan cinta kasih karena mereka hampir tidak memiliki apa-apa. Relawan Tzu Chi Amerika Serikat Jennifer An, Susie Yen, Penny Liu, dan Wendy Tsai bertemu dengan Monique pada tanggal 07 Februari untuk menyalurkan bantuan berupa selimut ramah lingkungan Tzu Chi, tisu desinfektan, sabun cuci, sabun deterjen, dan berbagai produk pembersih lainnya. 

Pada tanggal 07 Februari, Monique, Manajer Wellsprings Village, berfoto bersama dengan relawan Tzu Chi yang membawa berbagai macam barang kebutuhan sehari-hari.
Relawan Tzu Chi menyalurkan bantuan barang-barang keperluan sehari hari seperti sabun, selimut ramah lingkungan, tisu desinfektan dan lain-lain ke Wellsprings Village.
Selimut ramah lingkungan Tzu Chi adalah salah satu produk yang sangat diminati.

Monique menyambut hangat kedatangan para relawan yang telah menjadi sahabat dekat Wellsprings Village. Selama tahun pertama pandemi Covid-19, relawan harus mencari solusi agar bisa mematuhi protokol kesehatan. Kantor regional selatan Tzu Chi Amerika Serikat kemudian memutuskan bantuan bulanan bagi Wellsprings Village dengan mengirimkan Alat Pelindung Diri (APD) dan kebutuhan rumah-tangga kepada para penghuni.
Kaum wanita yang tinggal di Wellsprings Village bahkan lebih rentan terhadap kurangnya interaksi tatap muka yang dialami semua orang selama masa karantina. “Selama masa pandemi, bantuan Tzu Chi kepada kami menjadi sangat penting. Di masa lalu, relawan Tzu Chi akan merawat para wanita yang ditempatkan disini setiap bulan, dan membantu meringankan trauma mereka dengan kursus kata-kata mutiara Jing Si. Tzu Chi juga menyumbangkan keperluan sehari-hari untuk meringankan beban harian kami,” kata Monique. 
Setelah pandemi Covid-19 di Amerika Serikat mulai menunjukkan tanda-tanda mereda, Tzu Chi merencanakan kunjungan ke Wellsprings Village di bulan April. “Terpengaruh oleh pandemi, relawan Tzu Chi tidak bisa berinteraksi langsung dengan para penghuni. Dulu, para relawan menggunakan kata-kata mutiara Jing Si sebagai saluran untuk mendengarkan masalah dan pikiran mereka, berkomunikasi dengan mereka untuk memberikan kehangatan, dan mendorong mereka untuk bangkit lagi dan memulai hidup baru.”
Relawan Tzu Chi Penny Liu berkata, “Kami berharap pandemi segera berakhir. Salah satu rencana dibulan April adalah kembali ke Wellsprings Village untuk melanjutkan kursus karena berdasarkan pengalaman, mereka sangat menikmati kursus kata-kata mutiara Jing Si.”
“Konsep-konsep positif yang diajarkan Tzu Chi dapat membimbing dan menenangkan mereka [para korban yang trauma] ketika mereka benar-benar sangat membutuhkan bantuan,” kata Penny Liu.

Monique paham dengan konsep angpao dan dengan senang hati menerima berkah Tahun Baru Imlek.
Paket untuk pendatang baru, didalamnya termasuk selimut ramah lingkungan Tzu Chi.

Saat ini ada 24 wanita yang tinggal di Wellsprings Village, menempati enam lokasi penampungan; ketika relawan Tzu Chi sedang mengunjungi tempat tinggal mereka di tiga lokasi, ada dua orang pendatang baru. Penny Liu menjelaskan, “Karena dekat dengan perayaan Tahun Baru Imlek, relawan menyiapkan angpao merah, menyapa para penghuni dengan ramah, mengirim mereka berkah, dan berharap agar tahun ini akan menjadi tahun penuh kebahagiaan bari mereka.”
Setelah menyalurkan bantuan, staf Wellsprings Village menunjukkan paket yang  dibuat khusus untuk pendatang baru. Berharap agar bisa memberikan rasa hangat dan nyaman di lingkungan baru, paket tersebut berisi : selimut ramah lingkungan Tzu Chi, baju pengganti, dan barang-barang kebersihan pribadi, yang semuanya dibungkus dengan sebuah tas daur ulang. Ketika mereka pindah, tas dan selimut akan dikembalikan agar bisa digunakan oleh penghuni baru nantinya.
“Kami awalnya berpikir bahwa ketika seseorang pindah, dia bisa membawa selimutnya. Kemudian kami sadar bahwa kami kekurangan selimut,” kata Penny Liu. “Sebagai contoh ,ketika cuaca menjadi dingin, mereka harus mengganti selimut Tzu Chi dengan handuk-handuk yang besar. Pada malam yang benar-benar dingin, mereka harus memakai 4 atau 5 handuk untuk bisa hangat. Itulah kenapa Monique meminta bantuan Tzu Chi, berharap agar Tzu Chi bisa memberikan lebih banyak selimut.”
Resesi ekonomi dan naikknya inflasi sebagai dampak dari pandemi semakin menambah beban keuangan bagi Wellsprings Village. Relawan Tzu Chi kembali mengumpulkan donasi kapan memungkinan, kemudian menyampaikan cinta kasih dalam apapun bentuk yang diinginkan. Kantor regional selatan Tzu Chi Amerika Serikat berharap April segera datang, sebuah awal yang baru; untuk Wellsprings Village, akar persahabatan nya dengan Tzu Chi akan terjalin lagi. Acara di bulan April nanti akan membaa kembali tradisi berbagi harapan : kursus kata-kata mutiara Jing Si bagi para wanita yang membutuhkan.

Sumber : www.tzuchi.us,
Jurnalis : Penny Liu,
Fotografer : Penny Liu,
Editor : Maggie Morgan,
Diterjemahkan ke dalam Bahasa Mandarin oleh : Hong (Ariel) Chan,
Diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh : Sik Pin.