Kegiatan Internasional

Tzu Chi Donasi 170.000 Masker ke Asrama Siswa dan Siswi dari Sister of Mary di Silang, Cavite

Yayasan Tzu Chi mendonasikan 170.000 masker dan produk kebersihan lainnya kepada asrama siswa dan asrama siswi dari Sister of Mary di Silang, Cavite, pada tanggal 20 April 2022, menandai kunjungan keempat kalinya ke lembaga tersebut dalam sebulan terakhir. Baru-baru ini, Tzu Chi mendonasikan 24.000 kg beras dan memberi pemeriksaan mata gratis kepada siswa siswi sekolah Katolik tersebut. 

Yayasan Tzu Chi mendonasikan 170.000 masker dan produk kebersihan lainnya kepada asrama siswa dan asrama siswi dari Sister of Mary di Silang, Cavite, pada tanggal 20 Aprul 2022

“Terima kasih atas masker wajahnya dan semua bantuannya,” kata Suster Bernadine Ofima, SM. atas dukungan berkelanjutan dari Tzu Chi. “Selama masa pandemi, semua orang tahu bahwa semua orang menderita. Tetapi kemudian kami bersyukur karena meskipun kesulitan dalam hidup, ada orang-orang baik yang memikirkan kami dan benar-benat membantu kami agar bisa melanjutkan pekerjaan amal kami,” tambahnya.
“Master Cheng Yen adalah bantuan yang sangat baik,” tambah Suster Bernadine yang telah membaca beberapa buku pendiri Tzu Chi. “Anda dapat melihat dalam dirinya bahwa ketika anda melakukan hal-hal baik, pasti hal-hal baik juga akan kembali kepada kita, seperti hukum gema (karma).”  

"Terima kasih atas masker wajahnya dan semua bantuannya," kata Suster Bernadine Ofima, SM. atas dukungan berkelanjutan dari Tzu Chi. "Selama masa pandemi, semua orang tahu bahwa semua orang menderita. Tetapi kemudian kami bersyukur karena meskipun kesulitan dalam hidup, ada orang-orang baik yang memikirkan kami dan benar-benat membantu kami agar bisa melanjutkan pekerjaan amal kami."

Bersyukur atas cinta kasih berkelanjutan dari Tzu Chi, siswi dari Sister of Mary menampilkan pertunjukan musik dan tari, yang sangat menyenangkan para relawan Tzu Chi.
Para siswi yang masih muda ini membuka acara dengan tarian lonceng, dan kemudian menampilkan tarian Muslim, tarian Carinosa (tarian Maria Clara), dan tarian Irlandia yang meriah. Setelah itu, 2.300 siswa/i yang hadir menampilkan lagu dan tarian dari OPM “I Can”, dan lagu Aloysian, sebuah lagu penghargaan untuk Yang Mulia Aloysius Philip Schwartz, pendiri Yayasan Sister of Mary. 

Relawan Tzu Chi dan para suster dari Sister of Mary menyaksikan penampilan dari para siswi.
Para siswi membuka acara dengan tarian lonceng.
Sebagai tanda terima kasih, para siswi menghibur relawan Tzu Chi dengan berbagai pertunjukkan tarian, termasuk tarian Muslim ini.
Para siswi menampilkan tarian rakyat Filipina Carinosa (tarian Maria Clara).
Kemudian dilanjutkan dengan tarian Irlandia yang meriah.

“Saya tersenyum, dan saya merasa sangat senang karena penonton menikmati dan menghargai apa yang kami latih,” kata Krytine Shelee Percil, siswi kelas 9 yang merupakan salah satu siswi yang menampikan tarian Irlandia. “Kami saling memberitahu satu sama lain agar tidak gugup dan nikmati saja tariannya.”
Kryztine, yang suka menari, menyalurkan hasrat yang sama kedalam studinya ketika dia mendaftar ke sekolah. “Saya mencintai keluarga saya dan saya punya mimpi dalam hidup saya, itulah mengapa saya pergi ke asrama siswi,” katanya. Sudah belajar selama 3 tahun sejak kelas 6, dia bersyukur diberikan beasiswa, penginapan, makanan, seragam, dan keperluan sekolah lainnya.
Menerima masker dan berbagai bentuk bantuan lainnya adalah berkah lain yang tidak pernah dilupakan Kryztine. “Saya sangat berterima-kasih menerima masker dari Tzu Chi karena ini adalah salah satu kebutuhan utama kami untuk melindungi diri kami dari Covid-19,” katanya.
“Sister of Mary mengubah hidup saya karena sebelum saya kemari, saya malas belajar. Saya juga kurang berdoa, sampai saya masuk ke sini. Saya belajar berteman dan berbagi pengetahuan dan bakat saya untuk orang lain,” tambahnya.

"Saya tersenyum, dan saya merasa sangat senang karena penonton menikmati dan menghargai apa yang kami latih," kata Krytine Shelee Percil, siswi kelas 9 yang merupakan salah satu siswi yang menampikan tarian Irlandia. "Saya sangat berterima-kasih menerima masker dari Tzu Chi karena ini adalah salah satu kebutuhan utama kami untuk melindungi diri kami dari Covid-19."

Relawan Tzu Chi Judy Lao berbicara didepan banyak siswi dan berterima-kasih kepada mereka atas penampilan mereka yang indah dan mengharukan. “Kami bisa melihat sendiri bahwa kalian berada di tangan yang baik, dan kalian bisa menjadi apapun di masa depan sesuai dengan keinginan kalian,” pujinya kepada para siswi.
“Kami sangat senang bahwa Sister of Mary dan Yayasan Tzu Chi sudah seperti keluarga,” tambahnya. Sebagai penutup kegiatan, relawan Tzu Chi mengajarkan bahasa isyarat “Satu Keluarga” kepada para siswi, yang dengan senang hati menampilkannya bersama.  

Relawan Tzu Chi Judy Lao berbicara didepan banyak siswi dan berterima-kasih kepada mereka atas penampilan mereka yang indah dan mengharukan.
"Kami bisa melihat sendiri bahwa kalian berada di tangan yang baik, dan kalian bisa menjadi apapun di masa depan sesuai dengan keinginan kalian," pujinya kepada para siswi.
Relawan Tzu Chi mengajarkan bahasa isyarat "Satu Keluarga" kepada para siswi.
Para siswi dengan senang hati mempelajari bahasa isyarat "Satu Keluarga".
Para siswi ikut memperagakan tarian bahasa isyarat "Satu Keluarga".
Para suster dari Sister of Mary juga ikut menampilkan gerakan bahasa isyarat "Satu Keluarga".
Sebagai penutup acara, relawan Tzu Chi dan para siswi serta suster Sister of Mary bersama-sama menampilkan gerakan bahasa isyarat "Satu Keluarga".

Relawan Tzu Chi Woon Ng berkata,” Lagu ini adalah pesan dasar dari pendiri Tzu Chi, Master Cheng Yen. Setiap kalimat, setiap kata dalam lagu, datang dari beliau. Inilah yang dia rasakan untuk semua orang.”

Relawan Tzu Chi Woon Ng berkata," Lagu ini adalah pesan dasar dari pendiri Tzu Chi, Master Cheng Yen. Setiap kalimat, setiap kata dalam lagu, datang dari beliau. Inilah yang dia rasakan untuk semua orang."
Sumber : www.tzuchi.org.ph,
Jurnalis : Ben Baquilod,
Fotografer : Matt Serrano, Jeaneal Dando,
Diterjemahkan oleh : Sik Pin.