Kegiatan Internasional

Tzu Chi Gelar Klinik Gigi Gratis ke-4 di Pingiran Kota Sydney

Pagi hari tanggal 5 Juli sangat dingin, dengan musim dingin yang menggigit dan suhu hanya tiga derajat. Itu adalah hari untuk tetap hangat di rumah dan tidak menjelajah ke luar. Meskipun cuaca buruk ini, relawan Tzu Chi dari Sydney menyelenggarakan klinik gigi gratis keempat mereka di Blacktown Youth College di pinggiran barat daya kota Sydney.
Rekan Tzu Chi di tiga kali penyelengaraan klinik gratis sebelumnya juga adalah John Dacey dari Bidwill Uniting Church. Beliau juga yang bertanggung jawab atas pengaturan acara, kemudian menghubungi keluarga-keluarga berpenghasilan rendah, para orang tua tunggal, para pengungsi, dan kaum Aborigin yang ada di distrik tersebut untuk mengundang datang ke acara klinik gratis ke-4 ini. Para relawan mengubah gedung olahraga yang ada di kampus Bidwill Uniting Church menjadi tujuh ruang pemeriksaan. Beberapa peralatan yang dibutuhkan dibawa ke Sydney oleh tim medis Tzu Chi dari Melbourne, yang menempuh perjalanan sejauh 877 km.
Para relawan juga menyiapkan area untuk mengajari masyarakat cara merawat gigi serta area untuk pameran. Mereka juga membuat area khusus untuk anak-anak di mana mereka bisa bermain ketika orang tua mereka sedang menjalani perawatan. Semua ini menciptakan kebahagiaan dan kegembiraan bagi mereka yang sedang menunggu giliran, sehingga hati mereka yang tenang.

Siswa sekolah kedokteran gigi mengajarkan peserta tentang kebersihan mulut.

Ini adalah pertama kalinya seorang peserta bernama Erik menghadiri klinik gigi gratis Tzu Chi. Sebelumnya, dia belum pernah mendengar tentang Yayasan Tzu Chi. Dia berkata sambil tersenyum : “saat saya memasuki pintu, saya disambut hangat oleh para relawan. Saya sangat berterima kasih kepada mereka, yang bersedia mehabiskan waktu mereka untuk melayani komunitas kami.” Dia berasal dari keluarga berpenghasilan rendah dan sulit menemui dokter gigi. Dia sangat berterima kasih atas apa yang telah diberikan Tzu Chi. Meskipun dia tidak memiliki pekerjaan saat ini, dia sangat bersedia untuk menyumbangkan apa yang dia bisa untuk membantu mereka yang membutuhkan.
Peserta lain yaitu suami istri bernama Ross juga merupakan keluarga berpenghasilan rendah. Bagi mereka, ini adalah yang kedua kalinya mereka datang ke klinik gratis Tzu Chi. Status ekonomi mereka membuat mereka tidak bisa ke dokter gigi. Sehingga mereka juga sangat bersyukur karena para dokter gigi dan para relawan telah menempuh perjalanan jauh untuk melayani mereka tanpa meminta imbalan apapun. Tuan Ross berkata : “Pertama kali saya datang, saya memberikan sumbangan. Bukan donasi  uang yang banyak, tetapi ketika saya melihat betapa dengan penuh kasih dan pengabdian para relawan itu, saya ingin melakukan apa yang saya bisa untuk mereka yang kurang beruntung daripada kita. Itu adalah tanda terima kasih dan balasan untuk klinik gigi Tzu Chi.”
Peserta lain bernama Herve, berusia 82 tahun, pertama kali menyumbangkan Aus$80. Setelah perawatan, dia memberikan tambahan Aus$50 karena dia sangat tersentuh. Bulan ini dia dan istrinya merayakan ulang tahun pernikahan ke-60; ini adalah hadiah terbaik yang mereka terima.

Para relawan medis yang membantu di klinik gratis ini datang tanpa mempertimbangkan waktu dan tenaga. Seorang dokter gigi bernama Stephen, memiliki praktik gigi pribadi di Sydney. Dia mengambil bagian di klinik gratis pertama sebagai dokter gigi. Namun mulai dari klinik gratis yang kedua, dia mulai mengambil tanggung jawab medis secara keseluruhan. Ini berarti dia harus mengurus banyak hal, besar maupun kecil, sehingga menjadi lebih sibuk dan stres daripada sekadar menjadi bertugas menajdi dokter gigi. Tapi dia melakukannya dengan senang. Bahkan di klinik gratis ke -4 ini, dia mengajak putranya yang berusia 17 tahun, seorang keponakannya, dan asistennya untuk ikut serta.
Stephen berkata: “Selama 17 tahun terakhir, anakku tidak perlu khawatir tentang kehidupan sehari-harinya, apa yang harus dimakan dan apa yang akan dikenakan. Saya berharap, melalui klinik ini, dia bisa melihat sisi lain dari kehidupan. Tidak semua orang seberuntung dia. Beberapa orang harus bekerja sangat keras hanya untuk bertahan hidup. Dia bisa mulai belajar bagaimana memberi.” Ia juga berharap putranya akan belajar semangat kerjasama dalam tim. Dan ketika melihat penderitaan, menyadari berkah yang dia miliki dan belajar mengulurkan tangan kepada orang lain.
Putra dr. Steven sendiri memberikan kontribusinya selama acara klinik gratis ke – 4 ini, dan dia berkata : “Melalui klinik ini, saya memiliki kesempatan untuk memberi kembali kepada masyarakat. Melayani membuat saya bahagia. Ketika saya mempertimbangkan pekerjaan masa depan saya, apakah saya menjadi dokter gigi atau tidak, saya berharap suatu hari saya bisa menjadi relawan dan membantu orang lain.”
Klinik gigi gratis ke -4 di Australia ini dilaksanakan ditengah-tengah dinginnya musim dingin dan berlangsung selama 2 hari.

Jurnalis : Ye Li-Li & Wendy Wang
Fotografer : Cheng Chao
Ditrjemahkan oleh : Sik Pin.