Tzu Chi Lampung Aktif Mengadakan Donor Darah dan Menyelamatkan Bumi
Didasari dengan hati yang tulus dan rasa kepedulian terhadap pelestarian lingkungan, relawan Tzu Chi Lampung kembali mengadakan kegiatan pemilahan barang-barang yang bisa di daur ulang yang rutin dilakukan pada minggu ke-3 setiap bulannya di Depo pelestarian lingkungan yang berada di Kantor Tzu Chi lampung.
Kegiatan pemilahan barang daur ulang ini berlangsung pada hari Sabtu, 19 Oktober 2024. Kegiatan pemilahan barang daur ulang ini bertujuan agar barang yang sulit terurai seperti plastik, kaleng atau logam, dan jenis-jenis kertas dapat dimanfaatkan kembali melalui daur ulang.
Kegiatan pemilahan barang daur ulang ini berlangsung pada hari Sabtu, 19 Oktober 2024. Kegiatan pemilahan barang daur ulang ini bertujuan agar barang yang sulit terurai seperti plastik, kaleng atau logam, dan jenis-jenis kertas dapat dimanfaatkan kembali melalui daur ulang.
Wajah kegembiraan jelas terlihat di setiap raut wajah relawan. Walaupun cuaca panas, namun para relawan dengan telaten memilah barang-barang berdasarkan jenis dan warna. “Menyenangkan ya kami dapat membantu pemerintah untuk bersama-sama menanggulangi limbah sampah yang tidak dapat dihancurkan. Dengan kita memilah dan meremas-remas botol plastik ini melatih tangan kita juga supaya tidak kaku sehingga tidak gampang terkena strok juga,”ungkap Zhu Ing, relawan kembang dari Tanjung Karang.
Melalui semangat pelestarian lingkungan, para relawan giat berusaha untuk mengajak lebih banyak orang agar bisa turut berpartisipasi melakukan kegiatan pemilahan barang-barang yang bisa di daur ulang. Terbukti dari beberapa warga yang rumahnya tingal di sekitar kompleks kantor Tzu Chi Lampung mengumpulkan barang-barang bekas untuk diserahkan ke kantor Tzu Chi Lampung.
Melalui semangat pelestarian lingkungan, para relawan giat berusaha untuk mengajak lebih banyak orang agar bisa turut berpartisipasi melakukan kegiatan pemilahan barang-barang yang bisa di daur ulang. Terbukti dari beberapa warga yang rumahnya tingal di sekitar kompleks kantor Tzu Chi Lampung mengumpulkan barang-barang bekas untuk diserahkan ke kantor Tzu Chi Lampung.
Selain menjaga kebersihan lingkungan, hasil penjualan baang-barang yang telah dipilah ini mempunyai nilai ekonomi yang tinggi dan hasilnya disalurkan ke Yayasan Tzu Chi untuk membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan. “Di masyarakat sampah hanya terbuang sia-sia, padahal samah-sampah tertentu masih bisa didaur ulang dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Hasil penjualannya digunakan untuk hal-hal yang lebih baik lagi,” ujar Adun, relawan yang aktif di kegiatan Tzu Chi.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 11.30 WIB diharapkan dapat menggugah hati masyarakat umum untuk terus dapat menjaga kelestarian lingkungan, dan menerapkan konsep 5R (Rethink, Reduse, Repair, Reuse, Recycle), serta menebarkan cinta kasih kepada sesama. “Sehingga bumi akan asli terjaga kelestariannya dan terbebas dari bencana,” ucap Adun.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 11.30 WIB diharapkan dapat menggugah hati masyarakat umum untuk terus dapat menjaga kelestarian lingkungan, dan menerapkan konsep 5R (Rethink, Reduse, Repair, Reuse, Recycle), serta menebarkan cinta kasih kepada sesama. “Sehingga bumi akan asli terjaga kelestariannya dan terbebas dari bencana,” ucap Adun.
Selain kegiatan pelestarian lingkungan, Yayasan Tzu Chi Lampung bekerja sama dengan PMI (Palang Merah Indonesia) dari Kota Madya Bandar Lampung juga menggelar donor darah yang rutin dilakukan setiap tiga bulan sekali.
Kegiatan donor darah dimulai pukul 09.00-12.00 WIB, para peserta yang mau donor darah harus menjalani pemeriksaan, yakni mengisi formulir, mendaftarkan diri. Setelah itu, tim medis akan memeriksa tekanan darah, timbang darah dan ukuran Hemoglobin (HB).
Ibu Sudarina, pendonor dari Rawa Laut menuturkan, motivasinya untuk donor darah adalah semata-mata untuk menolong nyawa seseorang yang membutuhkan darah. “Awal saya menyumbangkan darah saya kepada anak tukang becak yang terkena musibah penyakit Talasemia di rumah sakit umum. Setelah perisiwa itu saya suka donor secara pribadi dan tidak teratur selama 4-5 tahun yang lalu,” ucap Sudarina, yang mengetahui ada donor dari dari teman. “Kegiatan donor darah yang diadakan oleh Yayasan tzu Chi Lampung ini teratur dilakukan setiap tiga bulan sekali, jadi saya rajin ikut dan sekarang sudah ikut yang ke-3 kalinya donor darah di Tzu Chi,” ungkap Sudarina.
Kegiatan donor darah dimulai pukul 09.00-12.00 WIB, para peserta yang mau donor darah harus menjalani pemeriksaan, yakni mengisi formulir, mendaftarkan diri. Setelah itu, tim medis akan memeriksa tekanan darah, timbang darah dan ukuran Hemoglobin (HB).
Ibu Sudarina, pendonor dari Rawa Laut menuturkan, motivasinya untuk donor darah adalah semata-mata untuk menolong nyawa seseorang yang membutuhkan darah. “Awal saya menyumbangkan darah saya kepada anak tukang becak yang terkena musibah penyakit Talasemia di rumah sakit umum. Setelah perisiwa itu saya suka donor secara pribadi dan tidak teratur selama 4-5 tahun yang lalu,” ucap Sudarina, yang mengetahui ada donor dari dari teman. “Kegiatan donor darah yang diadakan oleh Yayasan tzu Chi Lampung ini teratur dilakukan setiap tiga bulan sekali, jadi saya rajin ikut dan sekarang sudah ikut yang ke-3 kalinya donor darah di Tzu Chi,” ungkap Sudarina.
Lianywati, relawan Abu Putih, sangat bersemangat mengikuti pendampingan warga yang mendonorkan darahnya. “Saya senang sekali mendampingi dan mengajak peserta yang mendonorkan darahnya karena dengan adanya pendampingan kepada pendonor jadi kita tau perasaan pendonor yang awalnya tegang dan takut untuk donor, dengan adanya kita (relawan Tzu Chi) di sampingnya pendonor merasa nyaman dan santai sehingga pendonor merasa senang donor darah di Tzu Chi. Dari hasil donor kali ini, PMI Kota Lampung berhasil mengumpulkan 66 kantong darah.
Jurnalis : Hilda Rafika, Junaedy Sulaiman (Tzu Chi Lampung),
Fotografer : Hilda Rafika (Tzu Chi Lampung),
Editor : Anand Yahya.
Fotografer : Hilda Rafika (Tzu Chi Lampung),
Editor : Anand Yahya.