Tzu Chi Tangerang Bagikan 1.618 Paket Lebaran untuk Warga Banten dan Bogor
Menyambut bulan suci Ramadan yang penuh berkah, relawan Tzu Chi di komunitas He Qi Tangerang membagikan paket Lebaran untuk masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah di Banten dan Bogor. Sebanyak 1.618 paket sembako, yang terdiri dari 10 kg beras dan 20 bungkus DAAI Mie dibagikan untuk membantu pemenuhan kebutuhan pangan warga kurang mampu.
Pembagian paket Lebaran ini dilaksanakan pada bulan Maret 2025 di berbagai lokasi yang tersebar di wilayah Banten dan Bogor. Dimulai pada hari Minggu, 9 Maret 2025, di Kampung Simpak, Parung Panjang, Bogor, dilanjutkan pada hari Sabtu, 15 Maret 2025, di Kantor Tzu Chi Tangerang. Pada hari Minggu, 16 Maret 2025, pembagian paket juga berlangsung di Desa Jagabita, Parung Panjang, Bogor, serta di Kelurahan Panunggangan Barat, Kecamatan Periuk, dan Ruko Modern Walk, yang semuanya berada di Kota Tangerang, Banten. Kegiatan ini ditutup pada hari Rabu, 19 Maret 2025, di Depo Pelestarian Lingkungan Tzu Chi Tangerang.
Pembagian ini melibatkan 134 relawan yang bekerja keras sejak pagi untuk memastikan distribusi bantuan lancar dan tepat sasaran. Para penerima manfaat merasa sangat terbantu dan terharu dengan perhatian yang diberikan oleh Tzu Chi Tangerang.
Pembagian paket Lebaran ini dilaksanakan pada bulan Maret 2025 di berbagai lokasi yang tersebar di wilayah Banten dan Bogor. Dimulai pada hari Minggu, 9 Maret 2025, di Kampung Simpak, Parung Panjang, Bogor, dilanjutkan pada hari Sabtu, 15 Maret 2025, di Kantor Tzu Chi Tangerang. Pada hari Minggu, 16 Maret 2025, pembagian paket juga berlangsung di Desa Jagabita, Parung Panjang, Bogor, serta di Kelurahan Panunggangan Barat, Kecamatan Periuk, dan Ruko Modern Walk, yang semuanya berada di Kota Tangerang, Banten. Kegiatan ini ditutup pada hari Rabu, 19 Maret 2025, di Depo Pelestarian Lingkungan Tzu Chi Tangerang.
Pembagian ini melibatkan 134 relawan yang bekerja keras sejak pagi untuk memastikan distribusi bantuan lancar dan tepat sasaran. Para penerima manfaat merasa sangat terbantu dan terharu dengan perhatian yang diberikan oleh Tzu Chi Tangerang.
Kisah Haru dari Relawan dan Penerima Bantuan
Salah satu kisah mengharukan datang dari Tri (60), seorang guru PAUD di Desa Jagabita. Tri telah bergabung dengan Tzu Chi Cabang Sinarmas sejak tahun 2007 dan berperan penting sebagai penghubung antara warga Desa Jagabita dan Yayasan Buddha Tzu Chi. Pada tahun 2016, berkat perjuangannya, Tzu Chi berhasil melakukan renovasi rumah untuk 36 keluarga yang sebelumnya hidup dalam kondisi memprihatinkan.
“Saya merasa sangat terharu melihat para relawan datang dan membawa berkah di bulan Ramadan ini. Saya sudah lama bergabung dengan Tzu Chi dan turut membantu warga desa Jagabita,” ujar Tri menahan tangis.
“Saya merasa sangat terharu melihat para relawan datang dan membawa berkah di bulan Ramadan ini. Saya sudah lama bergabung dengan Tzu Chi dan turut membantu warga desa Jagabita,” ujar Tri menahan tangis.
Suti (25), seorang ibu rumah tangga di Desa Jagabita merasakan manfaat dari renovasi rumah yang diberikan Tzu Chi. Rumahnya yang dulu reyot kini tampak rapi dan nyaman. “Alhamdulillah saya sangat senang menerima bantuan paket beras dan mi instan. Ini sangat membantu keluarga kami, apalagi suami saya bekerja sebagai pengemudi ojek daring,” ungkap Ibu Suti penuh rasa terima kasih.
Sutimen (57) dari Kampung Simpak juga menyampaikan kebahagiaannya. “Saya sangat senang dan bahagia bisa mendapat sembako dari Yayasan Buddha Tzu Chi di bulan Ramadan ini. Sembako ini sangat membantu untuk bertahan hidup, dan saya sangat berterima kasih. Semoga semua relawan mendapat rezeki yang berlimpah.”
Sutimen (57) dari Kampung Simpak juga menyampaikan kebahagiaannya. “Saya sangat senang dan bahagia bisa mendapat sembako dari Yayasan Buddha Tzu Chi di bulan Ramadan ini. Sembako ini sangat membantu untuk bertahan hidup, dan saya sangat berterima kasih. Semoga semua relawan mendapat rezeki yang berlimpah.”
Ahmad (80) dari Panunggangan Barat, yang tinggal bersama anaknya juga merasa sangat terbantu dengan pembagian paket Lebaran ini. “Terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi karena sudah meringankan beban kami,” ujar Pak Ahmad, yang harus menggunakan motor karena rumahnya tidak terjangkau kendaraan umum.
Di Depo Pelestarian Lingkungan Tzu Chi Tangerang, Yugo (54) merasa terharu dengan pelayanan yang diberikan Tzu Chi. “Saya berharap Tzu Chi semakin maju dan berkembang,” katanya. Haris (45) menambahkan, “Melihat teman-teman saya bahagia, saya pun ikut bahagia. Terima kasih banyak kepada Yayasan Buddha Tzu Chi. Semoga cita-cita Tzu Chi tercapai.”
Di Depo Pelestarian Lingkungan Tzu Chi Tangerang, Yugo (54) merasa terharu dengan pelayanan yang diberikan Tzu Chi. “Saya berharap Tzu Chi semakin maju dan berkembang,” katanya. Haris (45) menambahkan, “Melihat teman-teman saya bahagia, saya pun ikut bahagia. Terima kasih banyak kepada Yayasan Buddha Tzu Chi. Semoga cita-cita Tzu Chi tercapai.”
Semangat Relawan dalam Berbagi Kasih
Selain cerita haru dari penerima bantuan, para relawan Tzu Chi juga menunjukkan semangat luar biasa dalam kegiatan ini. Jahja (56), ketua pelaksana di Kampung Simpak, menyampaikan kebahagiaannya, “Saya merasa bahagia melihat warga terbantu dan merasakan kebahagiaannya saat menerima sembako. Harapan saya, dengan adanya bantuan sembako ini, warga desa Jagabaya bisa lebih kuat dan semangat di tengah kesulitan ekonomi saat ini.”
Lan Nio (59), ketua pelaksana di Kelurahan Panunggangan Barat, mengungkapkan bahwa mereka sangat didukung oleh pihak kelurahan dalam mempersiapkan pembagian kupon bantuan. “Kami selalu jalani dengan bahagia. Terima kasih kepada Pak RW Margono yang selalu membantu kami dalam pembagian kupon dan atas bantuan dari Yayasan Buddha Tzu Chi,” ujarnya. Ia berharap pembagian paket beras ini dapat membawa manfaat besar bagi masyarakat setempat.
Selain pembagian sembako, Tzu Chi juga mengadakan kunjungan kasih untuk melihat langsung kondisi rumah-rumah yang telah direnovasi. Edi (50) mengungkapkan bahwa renovasi rumah warga di Desa Jagabita bukan hanya tentang memperbaiki fisik rumah, tetapi juga tentang memperbaiki kualitas hidup mereka. “Dulu, kondisi desa ini cukup memprihatinkan dengan rumah reyot dan sanitasi buruk. Tetapi setelah Tzu Chi melakukan renovasi dan memperbaiki sanitasi, kehidupan warga kini jauh lebih baik.”
Selain pembagian sembako, Tzu Chi juga mengadakan kunjungan kasih untuk melihat langsung kondisi rumah-rumah yang telah direnovasi. Edi (50) mengungkapkan bahwa renovasi rumah warga di Desa Jagabita bukan hanya tentang memperbaiki fisik rumah, tetapi juga tentang memperbaiki kualitas hidup mereka. “Dulu, kondisi desa ini cukup memprihatinkan dengan rumah reyot dan sanitasi buruk. Tetapi setelah Tzu Chi melakukan renovasi dan memperbaiki sanitasi, kehidupan warga kini jauh lebih baik.”
Irawaty (55), ketua pelaksana di Depo Pelestarian Lingkungan, juga berbagi kebahagiaan. “Hari ini sangat bahagia, dengan bantuan 10 relawan dan 6 karyawan depo, kami bisa berbagi berkah dengan warga sekitar Depo Medang. Semoga ini menjadi berkah untuk semuanya.” Kegiatan di Depo Pelestarian Lingkungan ini melibatkan warga sekitar yang bekerja sebagai penggali makam, karyawan kompos, saluran air, dan petugas keamanan, yang semuanya merasakan manfaat dari bantuan ini.
Philip (30), salah satu relawan di Kelurahan Periuk, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada semua relawan yang bersemangat dalam kegiatan pembagian paket. “Sangat gan en (terima kasih) kepada semua relawan yang terlibat dan bersemangat di kegiatan pembagian beras hari ini. Sumbangsih Shixiong/Shijie (Bapak/Ibu) telah memberikan manfaat kepada masyarakat di Kelurahan Periuk,” katanya. Ia juga berterima kasih kepada tim kelurahan yang sudah mendukung acara ini serta kepada masyarakat yang tertib dan kondusif selama pembagian paket Lebaran.
Philip (30), salah satu relawan di Kelurahan Periuk, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada semua relawan yang bersemangat dalam kegiatan pembagian paket. “Sangat gan en (terima kasih) kepada semua relawan yang terlibat dan bersemangat di kegiatan pembagian beras hari ini. Sumbangsih Shixiong/Shijie (Bapak/Ibu) telah memberikan manfaat kepada masyarakat di Kelurahan Periuk,” katanya. Ia juga berterima kasih kepada tim kelurahan yang sudah mendukung acara ini serta kepada masyarakat yang tertib dan kondusif selama pembagian paket Lebaran.
Harapan untuk Tzu Chi yang Semakin Maju
Wey Alam, seorang relawan Tzu Chi, menyampaikan rasa sukacitanya, “Suka cita melihat saudara-saudara kita yang berada di area yayasan merasa bahagia dalam menyambut bulan Ramadan tahun ini. Dalam kondisi perekonomian saat ini, bingkisan sembako yang dibagikan ini dapat meringankan pemenuhan kebutuhan sehari-hari mereka. Cinta kasih yang diberikan Yayasan Buddha Tzu Chi ini akan mempererat tali kasih antara sesama umat beragama yang beragam.”
Lebih lanjut, Wey berharap kegiatan seperti ini tidak hanya memberi manfaat langsung kepada penerima bantuan, tetapi juga memberikan kesempatan bagi para relawan untuk menciptakan berkah baik untuk diri mereka sendiri maupun orang lain. “Harapannya, kegiatan ini dapat memberikan inspirasi kepada orang lain dan menjalin jodoh baik dengan semua orang di dunia ini. Gan en (terima kasih),” tutup Wey Alam dengan penuh harapan.
Melalui kegiatan ini, Tzu Chi Tangerang tidak hanya memberikan bantuan sembako, tetapi juga memberikan harapan, semangat, dan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan. Dengan semangat berbagi dan kepedulian, Tzu Chi berharap dapat terus menyebarkan kasih dan kebahagiaan, terutama di bulan suci Ramadan yang penuh berkah ini.
Jurnalis : Kenji, Lorenzo, Metta, Shellen, Vivi, Wanda (He Qi Tangerang),
Fotografer : Kenji, Lorenzo, Metta, Shellen, Vivi, Wanda (He Qi Tangerang),
Editor : Khusnul Khotimah.
Melalui kegiatan ini, Tzu Chi Tangerang tidak hanya memberikan bantuan sembako, tetapi juga memberikan harapan, semangat, dan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan. Dengan semangat berbagi dan kepedulian, Tzu Chi berharap dapat terus menyebarkan kasih dan kebahagiaan, terutama di bulan suci Ramadan yang penuh berkah ini.
Jurnalis : Kenji, Lorenzo, Metta, Shellen, Vivi, Wanda (He Qi Tangerang),
Fotografer : Kenji, Lorenzo, Metta, Shellen, Vivi, Wanda (He Qi Tangerang),
Editor : Khusnul Khotimah.