Kegiatan Internasional

Tzu Chi Wilayah Selatan Amerika Serikat Membagikan Kartu Tunai untuk Membantu Para Korban Tornado

Tornado musim dingin yang langka menghantam Pasadena dan Deer Park di pinggiran Kota Houston, Texas, Amerika Serikat, pada tanggal 24 Januari 2023. Akibatnya lebih dari 300 rumah rusak, serta mengganggu pekerjaan di kilang minyak lokal, dan melukai satu orang dan dua ekor anjing.
Delapan hari kemudian, pada tanggal 04 Februari 2023, para relawan Tzu Chi dari wilayah selatan Amerika Serikat membagikan kartu tunai bantuan darurat dan persediaan di Kampus Pasadena milik organisasi nirlaba lokal BakerRipley, yang berada di dekat daerah yang dilanda tornado. Sebanyak 42 keluarga dan 123 orang mendapat manfaat dari distribusi bantuan tersebut (yang bernilai total sebesar 24.100 Dollar Amerika Serikat) serta 62 buah selimut ramah lingkungan Tzu Chi yang diberikan pada acara tersebut.

Relawan Tzu Chi sedang membantu seorang korban bencana tornado.
Relawan Tzu Chi melakukan survey ke lokasi bencana dan menyaksikan langsung kerusakan yang ditimbulkan oleh tornado tersebut.
Lokasi yang dilewati oleh tornado.
Beberapa penduduk sudah mulai memperbaiki rumah mereka yang rusak, namun banyak apartemen dan rumah-rumah yang rusak parah dan tidak bisa ditinggali lagi.
Kerusakan yang diakibatkan oleh tornado.

Tornado yang tidak diduga akan terjadi
Pada tanggal 24 Januari 2023, peringatan tornado yang langka dikeluarkan untuk wilayah Houston. Selama berjam-jam peringatan itu diberlakukan, tim relawan Tzu Chi Wilayah Selatan Amerika Serikat menjadi khawatir tentang potensi kerusakan pada komunitas lokal, bisnis, dan jemaat. Ketika laporan media berikutnya masuk dan tingkat kerusakan diketahui, kepedulian para relawan terhadap komunitas yang terkena dampak semakin dalam. Mereka memutuskan untuk pergi ke daerah untuk memahami situasi dan merawat para korban selamat.
Pada tanggal 28 dan 29 Januari, tim relawan Tzu Chi wilayah Selatan Amerika Serikat mengunjungi Pusat Koordinasi Penanggulangan Bencana yang dibentuk oleh pemerintah Kota Houston dan Deer Park di wilayah tenggara Kota Houston. Pusat Koordinasi Penanggulangan Bencana mendaftarkan para korban selamat dan dijadwalkan untuk mendistribusikan bantuan darurat pada tanggal 04 Februari 2023.

Para relawan Tzu Chi berbaris tertib ketika memasuki Kampus Pasadena.
Relawan Tzu Chi Julienne Chi memperkenalkan Yayasan Tzu Chi kepada para korban selamat.
Relawan Tzu Chi dengan tekun dan hikmat mendengarkan cerita para korban dan menenangkan mereka.

Terima kasih atas bantuan tulus yang telah diberikan
Dini hari tanggal 04 Februari 2023, meskipun pada suhu sekitar 4 derajat Celcius, para relawan Tzu Chi berkumpul di sebuah clubhouse di wilayah selatan Kota Houston. Mereka memuat perbekalan, selimut, dan alat-alat untuk mempersiapkan lokasi bantuan. Terlepas dari cuaca musim dingin yang membeku pada hari itu, para relawan Tzu Chi ingin memberikan sambutan yang paling hangat kepada para korban selamat yang datang ke acara tersebut. Relawan membahas detailnya terlebih dahulu via pertemuan secara online, dan tim menyelesaikan penyiapan lokasi akhir dengan cepat dan efisien. Setiap hadiah untuk para korban selamat berisi sepucuk surat dari Master Cheng Yen, yang mendoakan rumah tangga yang terkena dampak akan merasakan kepedulian dan kasih sayang dari relawan Tzu Chi di seluruh dunia.
Bahkan sebelum acara dimulai, sudah banyak keluarga korban yang mengantri di pintu masuk. Relawan Julienne Chi membagikan celengan bambu Tzu Chi kepada mereka, memberitahu mereka bahwa cinta dan dana yang digunakan untuk membantu mereka semua berasal dari celengan bambu Tzu Chi. 43 celengan bambu dibawa pulang oleh para korban selamat dan relawan dari organisasi lain yang juga hadir membantu pada hari itu.
Surat dari Master Cheng Yen memberitahu para keluarga yang terkena dampak bencana bahwa meskipun mereka mengalami masa sulit, mereka tidak sendirian, karena Tzu Chi telah mengumpulkan cinta dan kekuatan orang-orang dari seluruh dunia untuk membantu mereka. Para relawan juga memotivasi mereka dengan menyanyikan lagu bahasa isyarat “Satu Keluarga” bersama-sama, menyebarkan kasih sayang dan cinta ke hati semua orang. Relawan Tzu Chi berkerja-sama seperti keluarga bahagia, menjadi matahari yang bersinar di hari musim dingin.

“Kekuatan yang bisa meluncurkan bantuan darurat secara real-time adalah sebuah kekuatan yang tidak dapat dilakukan oleh satu orang;  hanya bisa dilakukan dengan mengumpulkan kekuatan semua orang secara bersama-sama”

– Sean Lo, Direktur Eksekutif Tzu Chi Wilayah Selatan Amerika Serikat –

Menurut Direktur Eksekutif Tzu Chi Wilayah Selatan Amerika Serikat Sean Lo, “Tzu Chi berarti ‘Kasih Sayang dan Welas Asih’, relawan Tzu Chi menggabungkan cinta kasih semua umat manusia untuk membantu mereka yang menderita, dan memimpin semua keluarga yang terkena dampak untuk bergabung dengan Tzu Chi,  dengan pikiran mereka yang teraspirasi, dan dengan tulus melantunkan doa, untuk memurnikan hati manusia, keharmonisan sosial, dan tidak ada lagi bencana.

 
Banyak korban yang selamat hanya bisa menanggis setelah dilanda oleh bencana.
Para korban yang selamat beroda bersama dengan relawan Tzu chi.
Ketika para korban akan meninggalkan lokasi, mereka memeluk relawan Tzu Chi satu persatu untuk menunjukkan rasa terima kasih mereka.

Dunia dapat dicerahkan melalui usaha dari orang banyak
Bryan Fought, seorang korban selamat, belajar tentang semangat Tzu Chi di acara tersebut. Merefleksikan kerja dan tekad dari para relawan Tzu Chi, dia berkata,” Saya bersyukur atas kehormatan bersama para relawan Tzu Chi, dan saya sangat berterima kasih atas bantuan yang telah mereka berikan. Meskipun masih jauh menuju rekonstruksi, orang dapat mulai pergi ke sekolah dan bekerja sambil membersihkan dan memulihkan diri. Itu adalah tugas dan proyek yang sangat besar, tetapi saya yakin kita dapat kembali ke kehidupan normal kita. Dengan bantuan pemerintah, dan organisasi seperti Tzu Chi, serta upaya gabungan dari semua orang, kami akan dapat membuat semua orang bangkit kembali secepat mungkin. Pada saat yang sama, bencana tak terduga seperti ini membuat kita berpikir tentang nilai setiap orang dan apa yang dapat diberikan mereka kepada dunia dan masyarakat di masa depan. Seperti saya, saya juga orang yang mau memberi dan membantu, membantu tetanggan dan orang-orang di sekitar saya.”

“Kekuatan satu orang terlalu kecil untuk mencapai segalanya, kita perlu mengumpulkan kekuatan semua orang untuk mencapainya bersama-sama, seperti halnya organisasi seperti Tzu Chi dan semangat celengan bambu, kekuatan besar adalah pengumpulan dari setiap upaya kecil.” 

– Bryan Fought, seorang korban selamat dari bencana – 

Seorang korban yang selamat bernama Hernandez berterima kasih kepada Tzu Chi atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat yang terkena bencana, “Bantuan dan dukungan dari Tzu Chi, kami diperlakukan seperti keluarga, begitu dekat, terima kasih atas semua yang telah dilakukan Tzu Chi.” Dia melanjutkan bahwa dia bersedia menjadi sukarelawan Tzu Chi di masa depan untuk membantu orang lain yang terkena dampak bencana alam.
Seorang korban selamat lainnya yang bernama Hawkins masih memiliki rasa takut yang tersisa saat mengingat kengerian tornado yang melanda. Dia sedang memasak makan malam ketika angin kencang menerpa rumahnya. Tiba-tiba lampu padam dan dia menyadari bahwa itu adalah sebuah badai angin yang parah. Dia menutup pintu dan jendela rumahnya dan membawa anak-anaknya ke kamar yang lebih aman dimana mereka bisa berlindung dari badai. Ketika tornado berlalu, dia melihat kaca jendelanya pecah, barang-barang rumah tangga rusak, dan balkonnya berantakan. Meskipun demikian, dia berterima kasih kepada Tuhan karena telah menjaga keluarganya, dan memungkinkan mereka selamat dari tornado. 

Relawan Tzu Chi menenangkan seorang korban yang selamat.
Semua orang melakukan doa bersama.
Lagu isyarat Tzu Chi :Satu Keluarga" menhubungkan hati semua orang yang hadir di lokasi.
Relawan Tzu Chi menghibur para hadirin.

Pasca bencana, keluarga yang terkena dampak dan para relawan semuanya menyaksikan bagaimana saling membantu dan cinta komunitas dapat mengumpulkan sumber daya manusia, keuangan, dan emosional untuk memberi manfaat bagi mereka yang membutuhkan. Itu tidak hanya membantu para korban mendapatkan kembali kepercayaan diri mereka, tetapi juga membuat setiap orang yang menghadapi bencana, dan mereka yang bekerja membantu di lokasi pembagian bantuan penuh dengan cinta kasih dan mengingat bahwa ada cinta kasih di dunia ini. Seorang korban selamat bernama Hawkins berkata, “Saya percaya bahwa dengan semua yang telah diberikan semua orang kepada kita, kita dapat melewti bencana ini dan segera bangkit kembali.”

Jurnalis : Jeffrey Lin,
Fotografer : Jeffrey Lin, Roger Lin, Jean W. Hsu, Jong Wu,
Editor : Patrick McShane,
Diterjemahkan ke dalam Bahasa Mandarin oleh : H.B. Qin,
Diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh : Sik Pin.