Veronica, Anak Asuh Teratai Tzu Chi: “Saya mulai memahami apa yang harus saya lakukan setelah lulus sekolah”.
Minggu pertama setiap bulannya relawan kimunitas He Qi Pusat mengadakan pertemuan untuk anak-anak teratai (Anak asuh Tzu Chi) yang berlangsung di gedung ITC Mangga Dua. Acara ini berlangsung sejak pukul 09.00 – 11.00 Wib. Setiap pertemuan di isi dengan tema yang berbeda dengan tujuan membentuk karakter anak agar setiap anak menerima saluran cinta kasih Tzu Chi dan pendampingan dari para mentor-mentor mereka.
Anak – anak yang hadir di gedung ITC Mangga Dua sambil membawa botol bekas untuk dikumpulkan sebagai bentuk dukungan Misi Pelestarian Lingkungan Tzu Chi. Di tengah kegiatan anak-anak teratai ini diberikan celengan bambu sesuai dengan tema yang dibawakan hari itu, yakni “Bersumbangsih tanpa pamrih”.
“Bersumbangsih tanpa pamrih jangan pakai mikir tetapi pakai hati, maka tidak akan menimbulkan penderitaan, waktu begitu cepat berlalu sebisa mungkin banyak berbuat kebajikan,” imbuh Charlie yang membawakan materi. Anak-anak juga menyaksikan pemutaran video Mr Different dan Master Cheng Yen berbuat baik dan berbakti pada orang tua untuk memahami pentingnya bersumbangsih.
“DI cerita ini, orang yang tidak pernah berbuat baik, karena tersentuh dengan seorang nenek yang membutuhkan bantuan jadinya suka berbuat baik, harus ikut contoh untuk berbuat baik ke sesama.” Ujar Nicholas salah satu anak Teratai.
Pertemuan kelas teratai ini dibagi menjadi dua kelas, kelas besar di isi oleh kelas 3 SMP ke atas diberikan materi “Lulus SMA, apa pilihan selanjutnya”, yang dibawakan oleh relawan Haryo. “Pekerjaan adalah utama, kuliah adalah hobby” ujar Haryo setelah membuka pemikiran anak mengenai time management dan bagaimana merubah kebiasaan buruk.
“Saya merasa terbantu setelah mendengar materi tadi. Saya mulai memahami apa yang harus saya ambil nanti setelah lulus sekolah, bakat saya cukup mendekati apa yang saya inginkan” ujar Veronica siswi kelas 2 SMK.
“Selain di Teratai kami membentuk character building anak, juga melatih para mentor untuk belajar kepemimpinan, berkomunikasi, mengasah simpati dan empati, menambah cinta kasih, dan kesabaran” ucap Ria koordinator mentor Teratai.
Fotografer : Effendi, Deddy, Olivia, Sherina (He Qi Pusat),
Editor : Anand Yahya.