Yayasan Buddha Tzu Chi Bekerja Sama dengan Gereja Katolik untuk Membantu Pengungsi di Warsawa
Sejak bulan Maret 2022, Yayasan Tzu Chi di kota-kota di Polandia seperti Lublin, Poznan, dan Warsawa telah mendistribusikan barang kebutuhan sehari-hari dan kartu belanja kepada para pengungsi Ukraina di Polandia.
Di Warsawa, relawan Tzu Chi mengadakan 10 pendistribusian kepada para pengungsi Ukraina pada tanggal 20, 21, dan 22 Mei 2022, dan membagikan kartu hadiah dan selimut kepada 840 keluarga. Pembagian tersebut membantu lebih dari 2.200 orang. Kartu hadiah tersebut mewakili harapan hidup dan sarana untuk menetap.
Lokasi distribusi bantuan adalah Teatr Oratorium di kota Warsawa, yang dimiliki oleh Gereja Najswietszego Serca Jezusowego, sebuah basilika Katolik Roma yang dibangun dari tahun 1907 hingga 1923 dan ditahbiskan pada tahun 1923. Paus Pius X mengangkatnya menjadi basilika. Pada tahun 1931, bangunan tersebut diserahkan kepada Oratorium Im. Sw. Jana Bosko (Salesian). Pada tahun 1991, Paus Johannes Paulus II mengunjungi gereja tersebut; yang sekarang dipimpin oleh Imam Slawomir Szczodrowski.
Pastor Slawomir sangat senang bahwa Yayasan Tzu Chi datang ke Polandia untuk menolong para pengungsi asal Ukraina. Beliau berkata bahwa gereja sendiri telah membantu banyak pengungsi asal Ukraina semenjak invasi Rusia, dan tekanan ekonomi yang mengikutinya meningkat; bantuan dari Tzu Chi telah meringkankan beban tersebut tepat pada waktunya, jadi baik pihak gereja maupun Yayasan Tzu Chi bekerja sama untuk menolong orang-orang yang menderita ini untuk bisa melewatinya.
Menjelang kegiatan pendistribusian pada tanggal 19 Mei, relawan asal Ukraina berterima kasih kepada Tzu Chi atas cinta kasih dan perhatian mereka dan rekan senegaranya. Mereka secara khusus menyediakan tempat untuk kegiatan distribusi dan menghiasnya dengan penuh perhatian hingga larut malam.
Tempat yang nyaman seperti itu membawa lebih banyak kelembutan dan ketenangan pikiran bagi orang-orang yang menunggu. Setiap kali para relawan membaca surat dari Master Cheng Yen, pendiri Yayasan Tzu Chi, para penerima bantuan mendengarkan dengan penuh perhatian, dan kata-kata penghiburan membuat mereka menangis.
Penjelasan dari para relawan membuat mereka paham bahwa dana yang ada di kartu-kartu hadiah yang dibagikan kepada mereka digalang oleh relawan Tzu Chi sedikit demi sedikit dari orang-orang yang baik hati dari seluruh dunia, terutama di Taiwan. Oleh karena itu, Tzu Chi bukanlah organisasi yang kaya, tetapi organisasi yang peduli.
Kartu hadiah dimasukkan ke dalam amplop. Ketika menyerahkan amplop, relawan berkata “Hodovi” (Bahasa Ukraina yang berarti “Siap”) dan “Jagumo” (Bahasa Ukraina yang berarti “Terima Kasih”) – ini bukan berarti para penerima bantuan berterima kasih kepada para relawan, tetapi sebaliknya para relawan lah yang berterima kasih kepada para penerima bantuan karena mau memberi kesempatan kepada para relawan untuk melayani mereka. Para penerima bantuan menanggapi dengan penuh antusias dan mereka bertepuk-tangan!
Setelah menerima kartu hadiah, rasa terima kasih para penerima bantuan tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Bahkan jika para relawan tidak memahami Bahasa Ukraina, mereka dapat merasakan kebahagiaan dan rasa syukur dalam air mata mereka.
Seorang relawan asal Polandia, Chris, telah melayani di gereja selama tujuh tahun. Dia membantu mengontrol audiovisual di lokasi pendistribusian. Dia berkata kepada para relawan Tzu Chi,” Saya merasakan cinta kasih yang sangat besar, terutama setelah bencana tersebut. Anda semua telah menyentuh saya di lubuk hati terdalam; itu adalah perasaan yang tidak terlukiskan, dan saya merasa terhormat menjadi salah satu dari anda. Orang-orang dari Ukraina adalah teman-teman kita, keluarga kita. Saya tidak dapat percaya bencana seperti itu bisa terjadi di abad ini. Saya tidak percaya perang seperti itu bisa terjadi! Kematian anak-anak dan begitu banyak hal tragis membuat kami sangat bersedih untuk Ukraina dan kami ingin berbuat segala yang bisa kami lakukan untuk mereka.”
Sementara itu, para sukarelawan asak Ukraina berkata dengan penuh rasa terima kasih,” Kami sangat berterima kasih atas bantuan Tzu Chi kepada kami. Kami tidak akan lupa kebaikan Tzu Chi kepada kami – orang-orang Taiwan dan Polandia!”
Tzu Chi adalah sebuah grup cinta, dari jarak lebih dari 8.700 kilometer jauhnya dari Taiwan dan seluruh dunia. Relawan Tzu Chi bukan orang asing, tetapi keluarga.
Jurnalis : Nadya Chou,
Fotografer : Nadya Chou,
Diterjemahkan oleh : Sik Pin.