Yuk Ubah Hobi Jadi Prestasi
Berawal dari hobi, ternyata siapapun bisa meraih prestasi. Itulah kisah sukacita yang dialami salah seorang siswa SD Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng. Adalah Tara Dibbaratana Jayamanggala Suprapto, atau panggil saja dengan Tara, siswa kelas 4 SD Cinta Kasih Tzu Chi yang di usia 10 tahun ini sudah menimang puluhan piala karena menekuni hobinya, menggambar. Sejak masih balita, ia memang sudah diarahkan oleh orang tuanya untuk menggambar.
Lily Hwang, mamanya menuturkan Tara sudah bisa membedakan ujung dan pangkal pensil ketika usianya satu setengah tahun. Tak hanya itu, Tara pun lebih tertarik pada kertas dan alat gambar daripada mainan lainnya. “Saya lihat motorik tangannya sudah lebih dari anak lainnya. Tarik garis itu dia sudah bagus, buat lingkaran pun sudah bisa. Jadi ketika sudah injak usia 4 tahun baru saya arahkan untuk mewarnai dan menggambar bentuk-bentuk sederhana,” jelas Lily.
Talenta yang terus terasah sejak usia yang masih sangat dini itu membawa Tara kini sangat piawai menggoreskan warna. Garis yang dibuat begitu tegas. Warna yang ia pulaskan pun sangat menyala. Seakan tak ada keragu-raguan sedikitpun saat membuat suatu gambar. “Aku suka gambar apa aja, bebas. Bisa pemandangan, bisa orang, apa saja,” tuturnya ramah.
Tara mengira-ngira bahwa bakatnya menggambar kemungkinan diturunkan oleh sang mama karena ternyata mamanya pun mahir dalam menggambar, begitu juga kakak perempuannya. “Makanya sejak kecil mama selalu mendukung aku,” katanya senang. Ia menambahkan bahwa dukungan itu terwujud dalam puluhan pensil warna, maupun krayon, atau cat air dan alat menggambar lain yang selalu tersedia untuknya. “Kalau buat aku, sejauh ini yang paling susah itu mewarnai pakai krayon, jadi kuncinya harus dibuat gradasi biar warnanya menyatu dan nggak kaku. Tapi yang lebih penting lagi sih harus latihan yang banyak,” paparnya membagikan sebuah tips. “Sampai saat ini, Mama Papa juga masih ingetin aku buat nggak lupa latihan, di antaranya ya melatih ketepatan dan kecepatan tangan,” imbuh Tara yang di jam kosong pun sering ia manfaatkan untuk berlatih menggambar.
Hingga saat ini, sudah ada lebih dari 90 prestasi diraih dalam kategori menggambar dan mewarnai. Lalu di tahun 2019 lalu, ketika Tara masih berusia 6 tahun, gambar Tara berhasil mewakili Indonesia dalam sebuah ajang perlombaan menggambar di Tokyo, Jepang. Hasilnya pun sungguh memuaskan karena ia memperoleh juara 3. Tak berhenti di sana, pada tahun 2022, Tara pun ikut kompetisi mewarnai di Taiwan dan mendapatkan juara 2. Di sekolahnya pun, gambar Tara terpampang di berbagai sudut sekolah sebagai sebuah apresiasi atas keahliannya.
Mengetahui siswa kelasnya terampil dalam bidang seni, Lolita Mayasari Bowakh yang juga adalah Walikelas 4A sungguh memberi dukungan. Apalagi Tara ternyata tidak hanya pandai di bidang non akademis, melainkan akademisnya pun sangat mumpuni. Mrs. Loli, panggilannya, juga tak segan memberikan pujian bagi Tara dimana untuk mata pelajaran lain nilainya bahkan tak pernah kurang dari 90.
“Tara ini tipe anak yang berusaha sebisa mungkin semua nilai itu bagus, jadi anaknya memang tipe yang memperhatikan dengan detil dan jarang ngobrol kesana kemari. Jadi dia paham sehingga mendapatkan nilai yang bagus,” ungkap Mrs. Loli. “Bisa jadi dari yang suka memperhatikan detil ini, dia pun mengasah kemampuannya merekam berbagai bentuk, hingga bisa mudah menuangkannya kembali dalam gambar,” tambahnya senang.
Sebagai pengingat, Mrs. Loli menuturkan bahwa membebaskan dan mendukung seluruh siswanya untuk menggali apapun bakat yang mereka miliki. Tapi tidak melupakan tugas utama siswa yang adalah belajar. “Walaupun tidak semua orang sukses harus pintar matematika, artinya tidak semua harus dari akademis, tapi setidaknya akademis ini menjadi dasar. Bagaimanapun apabila mereka jago di bagian seni tapi kalau basic-nya tidak ada, dia akan mudah ditipu orang lain. Tapi kalau pola pikir yang bagus, dia tidak akan mudah dibodohi orang,” pesan Mrs. Loli.
Sementara itu Pahru, Wakil Kepala Sekolah SD Cinta Kasih Tzu Chi menuturkan bahwa sekolah turut berbangga dengan berbagai talenta yang dimiliki oleh setiap siswa. Dan tak tinggal diam, pihak sekolah pun hingga saat ini terus mencoba memfasilitasi berbagai kebutuhan siswa akan talenta masing-masing melalui kelas-kelas akademik maupun ekstrakurikuler yang tersedia.
“Sejak awal kami sudah melakukan survei kepada orang tua dan siswa juga, termasuk para guru di kelas pun terus ikut melakukan pengamatan terkait hal-hal spesial yang dimiliki siswanya. Mungkin ada yang suka membaca, atau mendengar, atau justru menonton. Ada pula yang suka kinestetik atau banyak bergerak. Itu bisa kita kelompokkan dan memberikan arahan terkait kesukaan mereka,” papar Pahru. “Jadi mereka pun tahu dan kemampuannya pun ikut meningkat. Makanya guru pun berperan untuk ikut menggali bakat mereka,” lengkapnya.
Untuk Tara, Pahru juga tak lupa mengungkapkan terima kasih karena telah membawa nama Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi ke kancah nasional. “Semoga bisa menjadi inspirasi juga bagi teman-teman untuk tetap berprestasi di bidang apapun. Terus melaju, Tara,” tutup Pahru.
Fotografer : Metta Wulandari, dok. DAAI TV,
Editor : Arimami Suryo A..