Awalnya Penerima Bantuan Tzu Chi Eye Center di Filipina, Kini menjadi Relawan
Sebagai relawan yang relatif masih baru di YayasanTzu Chi, Eduardo Yanez siap membantu apapun. Kadang pria pendiam ini terlihat sedang mengabadikan kegiatan Tzu Chi mendistribusi beras bantuan untuk luar kota, di menit berikutnya dia sudah terlihat sedang memanggul sekarung beras 10 kg sendiri. Bagi pensiunan siniman berusia 62 tahun ini. tidak ada tugas yang terlalu berat atau kecil untuk dia tangani.
“Saya merasa bahagia,” kata Yanez tentang dirinya yang menjadi relawan. “Saya menolong orang dan pada saat yang sama, saya bisa membalas kebaikkan Tzu Chi kepada saya.”
Yanez didiagnosa menderita katarak di mata kanannya, sebuah kondisi yang terlambat diketahuinya karena penglihatan mata kirinya masih bagus. Pembedahan harus dilakukan, namun terkendala biaya. Rumah sakit tempat Yanez memeriksakan matanya mengenakan biaya sekitar 80.000 sampai dengan 100.000 Peso Filipina, “Dan saya tidak mampu, ” kata Yanez.
Harapan datang melalui anggota komunitas PWD (Person With Disabilities) di lingkungan tempat tinggalnya, yang memberitahu Yanez tentang Klinik Mata Yayasan Tzu Chi, yang mensponsori operasi katarak matanya. Yanez mengambil kesempatan itu, menghubungi klinik mata tersebut, dan permohonannya disetujui. Di bulan Februari 2021, dia menjalani operasi katarak dengan Direktur Medis Klinik Mata Tzu Chi dan relawan anggota TIMA (Tzu Chi International Medical Association) Dr. Bernardita Navarro sebagai dokter yang merawatnya.
“Sangat cepat,” kenang Yanez tentang prosedur operasi matanya, “Setelah 30 menit, dia meminta saya menutup mata kiri dengan tangan kanan saya, kemudian mengangkat jari tangannya didepan mata kanan saya agar saya mulai menghitung.”
Kecuali biaya tes untuk memastikan dirinya siap menjalani operasi dan biaya tes swap Covid-19, semua biaya operasi lainnya gratis. Istrinya Susie, yang juga disetujui untuk memperoleh bantuan operasi katarak (yang terpaksa harus ditunda karena lockdown pandemi), sedang menunggu giliran menjalani operasi.
“Inilah kenapa jika Tzu Chi memanggil saya untuk membantu, saya langsung jalan,” katanya sambil tertawa. Yanez pertama kali menjadi relawan ketika ditugaskan untuk membantu mengatur arus lalu lintas orang selama program vaksinasi Covid-19 yang diadakan Tzu Chi di akhir Juli 2021 di Buddhist Tzu Chi Campus (BTCC) di Sta. Mesa, Manila. Kemudian dia juga menjadi relawan di pembagian beras bantuan di kota Quezon, kota Caloocan, dan kota Montalban, Rizal.
“Ini adalah upaya yang mulia,” katanya tentang program bantuan Tzu Chi. “Banyak orang yang mendapat manfaat dari program ini.”
Hal yang sama juga Yanez lakukan di tempat lain, dia membagi waktunya untuk menjadi relawan di koperasi, paroki dan lingkungan tempat tinggalnya, dimana dia ditugaskan menjadi pengurus komunitas PWD (Person With Diabilities). Ayah dari Gabriel, 37 tahun, yang menderita penyakit celebral palsy ini bisa dimengerti kenapa beliau punya perhatian khusus untuk para penyandang disabilitas.
Bagi Yanez, tidak ada batasan untuk seberapa banyak bantuan yang bisa diberikan. “Saya ingin membayar semua berkat yang dianugerahkan kepada saya,” katanya, ketika ditanya seberapa lama dia akan menjadi relawan. “Kami mungkin tidak dianugerahi kekayaan , tapi kami diberi anugerah dibanyak hal lain, dan saya sangat menghargainya.”
Mari bantu Tzu Chi untuk menolong orang lain dengan donasi anda ke rekening bank dibawah ini.Seberapapun nilainya sangat dihargai.
Metrobank
Nama rekening : Buddhist Compassion Relief Tzu Chi Foundation Philippines Inc.
Nomor Rekening : 163-3-163-07190-9
BDO
Nama rekening : Buddhist Compassion Relief Tzu Chi Foundation Philippines Inc.
Nomor rekening : 011-9-7800-180-0
Sumber : www.tzuchi.org.ph
Jurnalis : Joy Rojas,
Fotografer : Joy Rojas,
Diterjemahkan oleh : Sik Pin.