Sanubari Teduh

Sanubari Teduh – 176 – Enam Praktek 10 Bhumi Bagian 4-2

Saudara se-Dharma sekalian, kemarin dan hari ini, dan pada setiap hari dalam kehidupan, banyak kisah yang terus berlanjut. Ada orang yang memiliki kisah menarik. Meski pernah melewati kesulitan dan bahaya, mereka mampu mengubahnya menjadi ketenteraman. Kisah yang mampu terus diingat orang sungguh layak untuk dimasukkan ke dalam Kitab Sejarah Tzu Chi. Salah satu kisah terjadi di Turki. Ini adalah kisah yang dekat dengan kita, yakni mengenai Relawan Hu di Turki. Meski dia adalah seorang Muslim yang taat, tetapi dia bersumbangsih di Tzu Chi dengan sepenuh hati. Sesungguhnya, jalinan jodohnya dengan Tzu Chi sungguh luar biasa. Kita sudah membahas sedikit kisahnya

 Kejadian yang menimpanya disebabkan oleh sebuah lagu. Setiap pagi, sebelum pertemuan pagi relawan, kita semua selalu menyanyikan sebuah lagu yang berirama sangat indah. dan dapat menenangkan hati serta membangkitkan ketulusan kita. Lagu ini sudah tersebar  ke seluruh dunia. Seluruh insan Tzu Chi yang jumlahnya jutaan orang seharusnya sudah hafal lagu ini. “Menebarkan Cinta Kasih di Dunia” diciptakan karena tragedi 11 September 2001 di Amerika Serikat. Pada tanggal 11 September itu, tiba-tiba menara kembar WTC ditabrak oleh pesawat terbang

 Kejadian itu sangat menggemparkan dunia. Insan Tzu Chi Amerika Serikat juga merasa tidak tenang. Semua orang di dunia juga sangat terkejut. Saat itu, dikatakan bahwa kejadian itu didalangi oleh teroris. Selain itu, negara-negara lain juga banyak yang menerima ancaman terorisme. Intinya, hati semua orang di dunia tidak tenang. Demi menenangkan hati semua orang, kita menggagas sebuah program untuk dijalankan di seluruh dunia. Insan Tzu Chi di seluruh dunia berdoa bersama dengan tulus

 Dengan hati yang tulus, kita juga membangkitkan cinta kasih tanpa pamrih dan memulai gerakan “Satu Orang Satu Kebajikan”. Kita memulainya pada 13 Oktober. Pada hari itu, secara serentak kegiatan ini dimulai dan disiarkan oleh Da Ai TV. Banyak orang yang menyaksikannya. Pada saat itu semua orang menggemakan suara yang sama. Semua orang menyanyikan lagu ini dan berdoa. Ini bertujuan membangkitkan cinta kasih dan kebajikan serta menenangkan hati setiap orang

 Jadi, pada tanggal 13 Oktober, insan Tzu Chi memulai gerakan tersebut. Banyak orang bertanya mengapa kita memulainya pada 13 Oktober. Itu karena lafal “13 Oktober” (yi ling yi san) dalam bahasa Mandarin mirip dengan “Satu Orang Satu Kebajikan” (yi ren yi shan). Oleh karena itu, kita memilih tanggal 13 Oktober. Hanya itu saja, tiada arti lain selain “Satu Orang Satu Kebajikan”. Jadi, kita memilih tanggal itu. Pada hari itu, insan Tzu Chi di seluruh dunia menyanyikan lagu itu. Berhubung dinyanyikan di seluruh dunia, maka bahasa yang digunakan tidak selalu bahasa Mandarin

 Kita harus menerjemahkannya ke dalam berbagai bahasa. Terlebih lagi, hasil terjemahannya juga harus bisa dinyanyikan dan tidak lari dari makna aslinya. Tata bahasanya juga harus indah. Tidak semua orang mampu menerjemahkan seperti itu. Karena itu, kita mencari penerjemah berbagai bahasa yang memiliki kemampuan tata bahasa baik. Baik untuk bahasa Spanyol, Jepang, Inggris, Perancis, maupun yang lainnya, kita berhasil menemukan penerjemah. Akan tetapi, masih kurang bahasa Arab

 Negara-negara Timur Tengah membutuhkan terjemahan bahasa Arab. Lalu kita teringat seorang relawan di Turki. Dia juga merupakan anggota komite Tzu Chi yang sudah dilantik. Jadi, kita meneleponnya dan memintanya menerjemahkan lagu tadi. Dia juga sangat senang menerima misi penerjemahan ini. Dia memikul tanggung jawab dengan berani. Dia berhasil menyelesaikan terjemahan kata-katanya

 Akan tetapi, itu adalah sebuah lagu. Selain tata bahasa, keselarasan dengan irama juga harus diperhatikan. Ia harus indah saat dinyanyikan. Tingkat kesulitannya sangat tinggi. Jadi, dia teringat temannya. Akan tetapi, temannya ini tinggal di Palestina. Dia segera menelepon temannya yang dikenalnya sejak masa kuliah ini. Dia meminta temannya ini mengoreksi tata bahasa hasil terjemahannya

 Dia bahkan memberi tahu temannya bahwa lagu itu akan dinyanyikan di seluruh dunia pada tanggal 13 Oktober. Jadi, temannya ini juga sangat senang. Mereka menghabiskan 45 menit di telepon. Mereka menelusuri kata demi kata demi memperindah tata bahasa terjemahan itu agar dapat selaras dengan irama. Jadi, selain menerjemahkan, mereka juga bernyanyi di telepon. Mereka menghabiskan 45 menit untuk menyelesaikan semuanya. Setelah itu, Relawan Hu dan istrinya di rumah terus menyanyikan lagu itu secara berulang-ulang bagaikan membaca ayat kitab suci. Mereka sangat gembira saat menyanyikannya

 Keesokan harinya, saat akan berangkat bekerja, dia keluar rumah dengan penuh sukacita. Sampai larut malam, keluarganya terus menunggu kepulangannya. Dia tidak pernah tidak pulang tepat waktu. Setiap kali bekerja, dia selalu berangkat dan pulang tepat waktu, tidak pernah tidak tepat waktu. Waktu makan malam sudah berlalu, hari pun semakin malam, jarum jam terus bergulir hingga tengah malam. Anak dan istrinya mulai cemas

 Mereka segera menelepon teman-teman Relawan Hu yang mereka kenal serta kerabat-kerabat lainnya. Bukan hanya anak dan istrinya yang khawatir, bahkan teman-temannya yang mendengar kabar itu pun datang ke rumahnya untuk mengetahui apa yang terjadi. Tidak ada yang tahu. Jadi, mereka semua pergi mencari ke jalan yang biasa dilaluinya. Ketika mereka bertanya ke rumahnya, jawabannya tetap sama. Semua orang sangat khawatir

 Mereka tidak tahu apa yang harus diperbuat. Jadi, dari Turki, istrinya menelepon ke Taiwan dan mengabarkan Guo-qi di Divisi Kerohanian kita bahwa suaminya hilang, entah pergi ke mana. Kita di Taiwan juga khawatir. Semua orang berusaha mencarinya. Guo-qi juga memberi tahu saya. Bukan hanya mereka di Turki yang panik, orang-orang di Divisi Kerohanian pun sama, bahkan saya sendiri juga khawatir. Sesungguhnya, ke mana dia pergi? Dia berangkat dari rumah dengan gembira. Sebenarnya, apa yang terjadi? Semua orang sangat panik dan khawatir. Ternyata, saat dia mengemudi di tengah jalan, ketika hampir sampai ke kantornya, tiba-tiba ada empat sampai lima mobil yang mengepungnya. Dia sendiri terkejut mengapa banyak mobil berwarna hitam yang mengepungnya dari segala arah. Dia bertanya-tanya apakah itu perampokan

 Dirinya sendiri amat khawatir. Dia turun dari mobil untuk mengetahui sebenarnya apa yang terjadi. Begitu dia turun, semua orang yang mengepungnya pun keluar dan menangkapnya serta memasukkannya ke salah satu mobil. Ketika dimasukkan ke dalam mobil, kepalanya pun segera ditutupi sehelai kain tebal. Apa yang sesungguhnya terjadi? Dia sendiri juga sangat takut. Dia mengira dia sudah dirampok. Mobil itu pun melaju, mata Relawan Hu pun sudah ditutupi. Dia tidak tahu ke mana dia dibawa

 Perjalanan kira-kira berlangsung 30 menit. Dia lalu diseret keluar dari dalam mobil dan dibawa ke sebuah ruangan kecil. Lalu ada orang yang menanyainya. “Berapa lama kamu tinggal di Turki?” “Lima tahun,” jawabnya. “Kamu sudah tinggal di sini lima tahun, mengapa tidak bisa bahasa Turki?” Dia menjawab, “Karena biasa saya berdagang dengan menggunakan bahasa Arab dan Inggris, maka saya hanya bisa mendengar, tetapi tidak bisa berbicara dalam bahasa Turki.” Mendengar Relawan Hu berbahasa Arab, sang penanya ini sangat terkejut. Sang penanya ini langsung berteriak, “Tidak salah lagi, dia orangnya!” Dia berteriak seperti itu. Kemudian, dia bertanya kembali, “Apakah kamu Muslim?” Relawan Hu sadar dirinya sudah ditimpa masalah. Dia menjawab dengan yakin, “Saya memang Muslim

” Kemudian, dia merasa dibawa ke ruang lain. Saat itu, penutup matanya dibuka. Dia bahkan diperintahkan berganti pakaian. Jadi, dia dipaksa untuk berganti pakaian. Jelas dia sudah dijadikan tahanan. Relawan Hu merasa masalahnya tidak sederhana. Jadi, dia berpikir apakah teleponnya ke Palestina sudah membawa masalah

 Dia terus menerka-nerka. Mungkin akibat sambungan telepon itu, dia sudah dicurigai. Jadi, dia memutuskan bahwa apa pun pertanyaannya, dia akan menjawab apa adanya. Saat ditanya, “Sudah berapa lama Anda datang ke Turki,” dia menjawab, “Lima tahun.” “Jujurlah, ceritakan latar belakangmu mulai dari besar di Taiwan hingga datang ke Turki satu per satu secara mendetail.” Relawan Hu pun menurut dan menceritakan latar belakang keluarganya di Taiwan hingga perjalanannya mengenyam pendidikan. Dia juga menceritakan latar belakang keluarganya yang Muslim. Karena latar belakang ini, maka dia memilih untuk belajar ke Libya

 Lalu, dia memilih berbisnis di Turki karena warga negara itu mayoritas berkeyakinan sama dengannya. Sang penanya kembali bertanya, “Bisnis apa yang kamu jalankan?” Relawan Hu menjawab satu demi satu. Dia menjalankan bisnis perdagangan. Kemudian, ada orang yang menemukan secarik kertas dari dalam tas kerjanya. Kertas itu dibawa ke hadapannya. Relawan Hu lalu ditanya, “Jelaskan, apakah ini sandi rahasia?” “Mana mungkin ini sandi rahasia, ini adalah lagu,” jawabnya. “Lagu? Mana mungkin?” “Ini jelas-jelas kata sandi.” Relawan Hu menjawab, “Coba lihat, ini lagu ‘Menebarkan Cinta Kasih di Dunia’ dalam bahasa Arab

” Akan tetapi, sang penanya masih tidak percaya. Dia terus berkata, “Mana mungkin ini lagu, ini jelas kata sandi.” “Jika tidak, mengapa di dalamnya ada kata-kata ‘bintang berkilauan, rembulan membisu’?” “Bukankah bulan dan bintang melambangkan Islam?” “Lalu di dalamnya ada kata ‘mereka’, ‘sedih’, kata ‘ratap’, dan sebagainya, bukankah semua ini kata sandi kalian?” “Apa maksud dari semua ini?” Relawan Hu lalu menjelaskan bahwa itu adalah lagu yang digunakan Tzu Chi Taiwan dalam program “Satu Orang Satu Kebajikan” dengan tujuan menenangkan hati orang. “Ini adalah kegiatan amal.” Relawan Hu mulai memperkenalkan Tzu Chi

 Para penanya setengah percaya setengah ragu. Mereka berkata, “Kalau begitu, coba kamu nyanyikan.” Relawan Hu mulai menyanyikan lagu itu. Para penanya pun mencocokkan tulisan di atas kertas itu dengan nyanyian Relawan Hu. Setelah dinyanyikan, tulisan di atas kertas itu terasa sangat indah. Para penanya pun merasa tersentuh dan mulai memercayai Relawan Hu. Mereka percaya itu adalah lirik lagu, bukan sandi rahasia

 Relawan Hu berkata kepada mereka, “Kalian hendaknya percaya pada saya, saya hanya pedagang biasa.” “Tolong kalian cepat lepaskan saya.” “Keluarga saya pasti khawatir karena saya sudah sehari semalam tidak pulang.” “Tolong lepaskan saya.” Para penanya menjawab, “Kamu harus menunggu sebentar lagi

” “Polisi rahasia internasional sedang melakukan penyelidikan.” “Jika Anda terbukti tidak bersalah, kami akan segera melepaskan Anda.” Ternyata, kasus ini berkaitan dengan jaringan internasional. Kisah ini sangat menarik. Akan tetapi, karena keterbatasan waktu, saya tak bisa menceritakan semuanya. Pada saat ditahan dan diinterogasi, Relawan Hu yakin bahwa dirinya salah dicurigai sebagai teroris terkait peristiwa 11 September

 Jadi, dia berusaha menenangkan hatinya sendiri terlebih dahulu. Saat proses interogasi, kadang dia sedikit bergurau. Jadi, para polisi rahasia itu juga lebih relaks menghadapi Relawan Hu. Relawan Hu juga terlihat tenang. Penampilannya yang berwibawa juga membuat orang senang melihatnya. Jadi, sambil Relawan Hu diinterogasi, polisi rahasia terus menyelidiki apakah Relawan Hu benar-benar orang yang dicari. Beberapa jam kemudian, dalam proses interogasi itu, Relawan Hu mulai menceritakan tentang “Menebarkan Cinta Kasih di Dunia” dan bagaimana dirinya bertemu dengan Tzu Chi, yakni pada saat gempa melanda Turki tanggal 17 Agustus 1999

 Saat itu, demi membantu Turki, Tzu Chi di Taiwan mengerahkan relawan yang tengah berada di Kosovo untuk segera menuju Turki. Di Turki, para insan Tzu Chi mengulurkan cinta kasih bagi warga setempat. Akan tetapi, Relawan Hu tidak tahu sehingga menulis artikel di surat kabar. Berhubung dia meninggalkan alamat, maka para staf kita berhasil menghubunginya. Inilah awal perkenalannya dengan Tzu Chi. Dia memahami bahwa Tzu Chi telah banyak bersumbangsih di seluruh dunia. Jadi, para polisi yang mendengar ini juga turut merasa senang

 Setelah hasil penyelidikannya keluar, para polisi ini merasa tersentuh. Pertama, karena Relawan Hu tidak bersalah. Kedua, mereka telah mendengar banyak kisah kebajikan, terutama tentang Relawan Hu yang bersama Tzu Chi membangun Rumah Cinta Kasih di Turki dan membantu para korban bencana. Mereka sangat tersentuh mendengarnya. Karena itu, para polisi ini mengeluarkan uang untuk berdonasi bagi Tzu Chi. Relawan Hu berkata, “Baik jika ingin berdonasi, tetapi kami harus benar dan jujur, maka harap kalian meninggalkan nama.” Polisi itu menjawab, “Tahukah Anda bahwa kami adalah polisi rahasia?” “Identitas kami tak boleh dibocorkan.” “Kami tak bisa memberi tahu nama kami

” Relawan Hu menjawab, “Kalau begitu, saya tak bisa menerima uang kalian.” Lalu bagaimana? Para polisi itu menjawab, “Tidak apa, pokoknya kami ingin ikut berdonasi.” Relawan Hu bertanya, “Kalau begitu, kelak bagaimana saya mengambil donasi kalian?” “Kalian adalah donatur saya, “Seringlah memeriksa kotak surat Anda.” “Jika Anda menemukan uang di sana, maka itu adalah donasi kami.” “Atau, jika pada celah pintu rumah kalian terselip uang, Begitulah, para polisi tanpa nama itu juga menjadi donatur Tzu Chi. Lalu, mereka kembali mengganti pakaian Relawan Hu dan mengantarnya keluar

 Sebelum keluar, matanya harus ditutupi kembali. Pakaiannya diganti dan matanya ditutupi. Mereka berkata, “Maaf, ini prosedur yang harus kami lakukan.” “Ini adalah tempat rahasia, maka kami harus menutup mata Anda.” Dia kembali dimasukkan ke dalam mobil. Saat itu, sang kepala polisi serta beberapa personel lain menemaninya di mobil dan mengantarnya hingga ke jalan bebas hambatan. Mobil Relawan Hu sendiri sudah mereka pindahkan ke tempat itu

 Relawan Hu pun turun dari mobil. Para polisi berkata, “Kali ini kami tidak mengucapkan sampai jumpa.” “Kami berharap berjumpa kembali dengan Anda bukan dengan cara ini.” Relawan Hu pun pulang. Inilah “mengubah bahaya menjadi ketenteraman”. Dalam kondisi berbahaya dan menegangkan, cara apa yang harus digunakan? Kita harus menggunakan keteguhan hati dan kebijaksanaan. Lihatlah Relawan Hu tadi. Itulah kebijaksanaan. Sebelumnya, kita membahas tentang Bhumi ke-4, yakni Bhumi Kebijaksanaan Membara

 Kebijaksanaan membara berarti kebijaksanaan puncak yang sempurna, sama dengan kesadaran Buddha. Saudara sekalian, dalam mempelajari ajaran Buddha, kita harus belajar untuk selalu tenang. Saat bertemu kondisi apa pun, kita hendaknya tidak panik

 Seperti Relawan Hu tadi, dia sangat tenang dan sangat humoris. Dalam proses interogasi tadi, para polisi dan Relawan Hu menjadi bersahabat. Di Tzu Chi, Relawan Hu memiliki peran sebagai penghubung antara Muslim dan Buddhis untuk bersama-sama bersumbangsih bagi dunia. Dia juga ikut dalam penyaluran bantuan ke Pakistan. Dia memiliki peran yang sangat penting. Agama apa pun di dunia ini mengajarkan cinta kasih yang sama

 Saya sungguh bersyukur. Saat Relawan Hu ditangkap, seharian saya sangat khawatir. Akhirnya, kita menerima kabar bahwa dia baik-baik saja. Dia lalu menceritakan kisah ini. Ini sungguh merupakan bagian dari sejarah Tzu Chi

 kita harus senantiasa bersyukur. Kita harus bersyukur di mana pun berada. Lihatlah, bahkan para polisi rahasia juga dapat tersentuh oleh cinta kasih. Jadi, dalam daftar donatur Tzu Chi di Turki, ada donatur yang namanya tak dikenal. Mereka disebut donatur tanpa nama. Saya sungguh berterima kasih kepada mereka. Terima kasih. Intinya, kita harus lebih bersungguh hati.

Leave A Comment

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

https://www.geocities.ws/moulmaths/

https://www.geocities.ws/digitalanam/

rp888

rp888