Relawan Tzu Chi dari Zamboanga Merespon Topan Badai Paeng
Relawan Tzu Chi di Zamboanga memberikan bantuan langsung kepada keluarga yang terkena dampak Topan Badai Paeng (atau nama internasionalnya Topan Badai Nalgae) yang menerjang Kota Zamboanga pada tanggal 28 Oktober 2022. Para relawan membagikan bahan-bahan kebutuhan pokok kepada 867 keluarga di delapan lokasi pengungsian dari tanggal 29 sampai dengan tanggal 30 Oktober 2022.
Keluarga korban bencana menerima paket bahan makanan yang berisi beras 5 sampai 10 kg, roti, dan bahan makanan lainnya, air minum beserta selimut ramah lingkungan Tzu Chi dan mangkuk makan.
“Yang mengejutkan kami adalah tiba-tiba terjadi gelombang air yang menerjang dan menyebabkan banjir bandang,” kata Petugas Penghubung Tzu Chi Zamboanga Dr. Anton Mari Lim. Dr. Lim mengatakan bahwa ini adalah pertama kalinya dalam sejarah topan menyebabkan banjir besar di hampir semua bagian kota. “Ini adalah dampak dari perubahan iklim. Saya pikir alam memberitahu kita sesuatu. Kita harus menjaga alam agar alam melindungi kita,” tambahnya.
Zamboanga City Disaster Risk Reduction and Management Council (CDRRMC) melaporkan bahwa empat orang meninggal dunia, dua orang hilang, dan 60.000 orang terpaksa mengungsi. Kerusakan pada bangunan diperkirakan sebesar 121 juta Peso Filipina dan kerusakan pada lahan pertanian sebesar 1,8 juta Peso Filipina.
Dengan perencanaan yang minim, Tzu Chi Zamboanga memobilisasi relawannya untuk melakukan survey pada keesokan harinya dan setelah itu memberi bantuan pada sore hari di tiga lokasi pengungsian yaitu : Divisoria Elementary School, Putik Central School, dan Guiwan Church.
Kegiatan pemberian bantuan berlanjut selama dua hari berikutnya di lima lokasi pengungsian lainnya. “Sungguh mengharukan semua orang ikut serta,” kata Dr. Lim.
Salah satu relawan adalah Edison Yu, yang bersyukur bisa berpartisipasi dalam kegiatan pemberian bantuan ini. “Sangat mengharukan. Anda bisa lihat para pengungsi tersenyum walaupun mereka baru saja kehilangan rumah mereka,” kata Edison tentang ketangguhan sesama warga sekotanya. John Davidson Uy sama-sama merasa puas bergabung dalam kegiatan ini: “Senang rasanya bisa membantu mereka yang terkena bencana, disaat mereka paling membutuhkan bantuan.”
Romalie Mendoza memang membutuhkan bantuan karena rumahnya tenggelam dalam banjir setelah seharian diterpa angin kencang dan hujan deras. Keluarganya mengungsi ke Divisoria Elementary School dan diberi bantuan oleh pemerintah setempat. Dia juga berterima kasih kepada Yayasan Tzu Chi yang telah memberikan bantuan kepada mereka.
Kepala Wilayah Pemukiman Marisa Mariano juga menyampaikan rasa terima kasih dari penduduk wilayah pemukiman: “Terima kasih atas bantuannya kepada para pengungsi. Terima kasih Master Cheng Yen, dan Dr. Anton Lim, serta rekan-rekan lainnya.”
Jurnalis : Ben Baquilod,
Fotografer : dok. Tzu Chi Filipina,
Diterjemahkan oleh : Sik Pin.