Menyambut Teman Baru di Kegiatan Distribusian Bantuan Bagi Korban Topan Badai Ian yang Ketiga kalinya oleh Tzu Chi
Pada pukul 09.00 pagi waktu setempat di tanggal 30 Oktober 2022, sebuah bus dari Miami, Florida, berhenti tepat di pintu masuk masuk utama Boys & Girls Club of Lee County. Kemudian, dengan berseragam biru putih Tzu Chi, relawan Tzu Chi keluar dari kenderaan sambil membawa perbekalan penting ke lokasi acara tanpa penundaan. Di saat yang sama, 24 relawan Tzu Chi dari Chicago, New York, Washington, dan sekitarnya sedang dalam perjalanan menuju lokasi kegiatan.
Kegiatan distribusi bantuan pada tanggal 30 Oktober ini adalah kerjasama yang ketiga kalinya antara Tzu Chi dan Boys & Girls Club of Lee County di Fort Myers untuk membantu para korban Topan Badai Ian. Hingga tanggal tersebut, 566 keluarga yang terkena dampak topan badai menerima bantuan dari pukul 10.00 AM hingga pukul 17.00 PM waktu setempat.
Menemukan kehangatan dalam momen kecil
Untuk memastikan kegiatan pembagian bantuan akan berjalan dengan baik, 71 orang relawan yang terlibat dibagi menjadi 3 grup, dimana setiap grup dipimpin oleh seorang pemimpin kelompok yang sudah berpengalaman. Sebelum secara resmi menerima kedatangan para tamu, relawan Changzhi Cai dan Mingzhe Lin, PIC kegiatan distribusi bantuan tersebut, mengumpulkan para relawan untuk berbagi kata-kata semangat. Siap untuk hari yang penuh cinta kasih, relawan menyambut kedatangan para penerima bantuan dengan semangat tinggi dan senyum yang lebar.
Ketika para penerima bantuan menunggu giliran mereka, relawan Tzu Chi Susan Chou dan Shumiao Xie dari New York mengajak mereka ikut dalam sebuah permainan interaktif untuk meningkatkan semangat mereka, dan berbagi kehangatan cinta kasih bagi para penerima bantuan.
Shumiao Xie mengajak para penerima bantuan untuk menaikkan suara mereka saat menyanyikan lagu. Awalnya, banyak penerima bantuan yang tersenyum malu. Tetapi kemudian, ketika kegembiraan hati mereka tumbuh, semakin banyak yang ikut bernyanyi, dengan suara yang lebih keras, dan lebih banyak tawa. Setelah semua penerima bantuan menerima bantuan kartu tunai, Susan Chou dan Shumiao Xie juga membagikan kata-kata Mutiara Jing Si dari Dharma Master Cheng Yen untuk semua orang. Para korban Topan Badai Ian meninggalkan lokasi dengan hati yang lebih ringan berkat kata-kata Mutiara Jing Si yang mereka pilih.
Cinta tidak mengenal batas
Dengan tinggi badan 189 cm dan memakai jaket yang memiliki logo ikonik NASA, Vincent Williams datang ditemani kedua anaknya. Dia terengah-engah mengenang ketika memikirkan hari dimana Topan Badai Ian menerjang – ketinggian air segera mencapai lehernya. Setelah badai reda, dia menerima bantuan dari organisasi sosial setempat dan memperoleh informasi tentang Tzu Chi dari adiknya. Ketika datang ke lokasi distribusi bantuan, dia merasakan kehangatan dari sebuah rumah yang penuh cinta kasih. “Saya melihat bahwa cinta kasih tidak memiliki batas,” katanya.
Dua puluh tahun lalu, Betty Guardia pindah ke Amerika Serikat dari Bolivia bersama keempat putrinya, harapan terbesarnya adalah putri-putrinya bisa mendapat kehidupan yang lebih baik. Walaupun kini semua putrinya sudah dewasa dan bisa membantu memperbaiki rumahnya, tingkat kerusakan rumahnya telah menciptakan masalah keuangan yang parah bagi dirinya. Teringat akan kondisi dirinya saat itu, Betty tidak bisa menahan air matanya. Putri Betty, yang menemaninya saat itu, menatap ibunya dengan sedih dan berkata kepara relawan, “Kartu bantuan tunai yang anda berikan benar-benar adalah bantuan yang tepat waktu. Kartu itu bisa mambantu kami menyelesaikan masalah-masalah penting yang kami hadapi.”
“Kita datang kemari dari negara yang berbeda, tetapi kita berbagi energi positif yang sama.”
– Betty Guardia, penerima bantuan, Fort Myers, Florida –
Mendapat teman baru
Relawan Enchang Fan, yang berusia 16 tahun, berdiri bingung di lokasi kegiatan. Ini pertama kali bagi dirinya berpartisipasi dalam kegiatan pemberian bantuan sejak menjadi relawan Tzu Chi. Hanya dua bulan lalu dirinya berkenalan dengan Tzu Chi melalui teman ibunya. Enchang sangat tulus, dirinya berbagi cerita bahwa menjadi relawan merupakan bagian dari persiapan dirinya untuk pendaftaran kuliah. Sebagai asisten tim distribusi, Enchang mengirim data yang sudah terverifikasi ke tim teknologi untuk mengajukan dana bantuan dan menanggapi berbagai kebutuhan. Dipermukaan terlihat sederhana, tetapi memegang peranan penting. Bertemu dan mendengarkan para korban di lokasi kegiatan memperkuat komitmen dan cintanya untuk melayani, dan dia berharap untuk terus melayani.
Sukarelawan baru di lokasi kegiatan adalah Antonio Escobar, yang termasuk relawan paling aktif terlibat kegiatan selama acara berlansung. Selama kegiatan acara, Antonio bertugas sebagai penerjemah bahasa Spanyol, mendengarkan dengan cermat kebutuhan relawan dan dengan sabar menjelaskan semua yang perlu diketahui.
Perkenalan Antonio dengan Tzu Chi terjadi ketika seorang professor dengan santai mengajukan pertanyaan kepadanya dua minggu yang lalu: “apakah anda ingin membantu orang lain?” Dia belum pernah terlibat dalam kegiatan seperti ini sebelumnya, dan tanggal 22 Oktober adalah keterlibatan pertamanya. Namun, dia melakukannya dengan alami. “Awalnya, bahkan sebelum saya kenal relawan Tzu Chi dan hanya melihat dari sudut pandang penonton, saya melihat bahwa mereka tidak pernah meminta apapun dan hanya ingin membantu,” kata Antonio. “Ketika saya melihat ekspresi dimana wajah orang-orang berubah dari sedih menjadi gembira, hal itu membuat saya merasa seperti “Hey! Saya benar-benar menolong orang lain.” Jadi saya datang untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini lagi setelah seminggu, dan kali ini saya lebih dalam terlibat.”
“Akan datang saat didalam hidup kita dimana kita benar-benar ingin dibantu orang lain. Jadi, kenapa tidak datang dan membantu orang lain? Itulah pemikiran saya.”
– Antonio Escobar, relawan Tzu Chi –
Jurnalis : Qihua Luo,
Fotografer : Qihua Luo,
Editor : Adriana DiBenedetto,
Diterjemahkan kedalam Bahasa Ingris oleh : Ariel Chan,
Diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia oleh : Sik Pin.