Perhatian dan Pendampingan untuk Anak Asuh Tzu Chi Medan
Di awal kegiatan, relawan Komite Tzu Chi Medan Tony Honkley menjelaskan sejarah Tzu Chi, visi dan misi, filosofi, budaya kemanusiaan serta asal mula adanya celengan bambu kepada para anak asuh Tzu Chi Medan.”Kita semua adalah saudara di dunia ini, karena itu marilah kita mengajak dan menggugah semua orang untuk peduli dan melakukan kebajikan,” ungkap Tony.
Anak-anak asuh ini juga diberikan pembelajaran tentang pelestarian lingkungan oleh relawan Abu Putih Logo, Sylvia Irnawaty Tan. Sebelum memasuki pembelajaran tentang topik pelestarian lingkungan, dijelaskan tentang perlindungan pada 3 Permata dan 4 Sifat Luhur. “Hidup ini terus berubah baik tubuh jasmani cara berpikir, suara, penampilan. Dengan kerja keras, hidup kita akan meningkat ke arah yang lebih baik. Setelah sukses harus mengingat budi orang tua maupun orang lain yang sudah membantu dalam kehidupan kita,” kata Sylvia. Setelahnya, ditampilkan video Master Bercerita berjudul Anak Pengemis Menjadi Kaya. Dari cerita tersebut diambil kesimpulan bahwa sampah (barang-barang bekas) digambarkan sebagai emas (yang memiliki nilai jual), karena itu dilakukanlah daur ulang /pemilahan sampah yang bertujuan untuk membuat dunia ini tetap terjaga bersih, selain itu dapat dijual kembali dan menghasilkan uang.
Kemudian, sesi sharing, salah satu anak asuh yang bernama Kirania Jantira, siswi SMK Negeri 2 Medan, mengungkapkan kesan dan perasaannya atas bantuan pendidikan yang diberikan Tzu Chi kepadanya lewat sebuah puisi hasil karyanya sendiri berjudul Penerus itu Adalah Diriku Sendiri, sebuah tema yang tepat dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia. Puisinya bertujuan mengajak generasi muda untuk melakukan perubahan , menghantarkan ke gerbang kesuksesan.
Relawan Komite Simin dan Imelda membagikan hadiah berupa santunan uang tunai kepada anak-anak asuh yang berprestasi guna memacu semangat belajar mereka serta berpesan kepada anak asuh lainnya yang belum berkesempatan untuk lebih meningkatkan prestasi belajar mereka agar bisa menjadi juara kelas juga.
Acara ditutup dengan pesan cinta kasih. “Terima kasih kepada adik-adik yang sudah datang meluangkan waktu untuk hadir disini. Sangat gembira melihat adik-adik bisa kumpul dalam keadaan sehat. Jangan biarkan keterbatasan baik fisik maupun materi menghalangi kalian untuk mencapai impian. Harapanku, semoga adik-adik tumbuh menjadi insan yang bermanfaat bagi sesama, menyebarkan kebaikan, mengembangkan semangat cinta kasih, dan adanya tekad nyata dari kalian semua untuk mengubah dunia menjadi tempat yang indah dan damai,” kata Elsa, relawan Komite Tzu Chi Medan berpesan.
Fotografer : Amir Tan (Tzu Chi Medan),
Editor : Hadi Pranoto.