Perayaan HUT TNI AL ke-79: Berbagi Berkah Kepada Masyarakat
Sebelum acara dimulai, para undangan disuguhi kirab mobil antik beserta perlengkapan dan senjata yang digunakan angkatan bersenjata pada zaman dulu. Kemudian acara dilanjutkan di dalam gedung, dimulai oleh sosialisasi dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang menyampaikan materi mengenai stunting dan upaya pencegahannya, dengan memperhatikan pola makan dan faktor lainnya. “Ini demi menyiapkan generasi baru untuk kemajuan bangsa, menuju tercapainya Indonesia Emas Tahun 2045,” kata Dr. dr. Sheilla Virarisca, MPH., memaparkan. Ada dua orang peserta yang mengajukan pertanyaan tentang gizi dan stunting, dan mereka memperoleh hadiah alat dapur elektronik untuk dibawa pulang.
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana Dr. Muhammad Ali, memasuki ruangan perayaan diiringi sambutan meriah dari para hadirin. Beliau memberi salam dan menyambut hadirin dari kalangan cendekiawan dan akademisi, pihak sekolah, para guru dan murid, relawan Yayasan) Buddha Tzu Chi Indonesia, dan berbagai pihak lainnya. Dalam sambutannya, Dr. Muhammad Ali menyampaikan bahwa masyarakat dan TNI harus terus mempererat persatuan dan kesatuan, agar memberi inspirasi untuk negara dan melanjutkan pengabdian. Dalam kesempatan itu juga Kasal beserta pimpinan TNI AL lainnya mengadakan meeting online Zoom yang dihadiri prajurit TNI AL dari seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Prajurit TNI Angkatan Laut dari wilayah Larantuka (Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur) melaporkan, prajurit setempat mengadakan baksos kesehatan, pameran Alutsista, makan siang gratis bergizi yang dimasak oleh prajurit, dan mengadakan penanaman mangrove.
Dalam kesempatan ini, Kolonel Djoko Prijatin juga menyampaikan jika pihak TNI Angkatan Laut, sudah sangat mengenal Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dan seringkali bekerja sama dalam berbagai kegiatan, baik sosial maupun pelestarian lingkungan. “Kami memilih bekerja sama dengan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia karena satu, kearifan dari pihak Buddha Tzu Chi, yang menerima kami dengan senang hati. Yang kedua respon positif. Yang ketiga, setiap kali kami mengadakan kegiatan, didukung sepenuhnya sesuai yang kami harapkan, dan dilibatkan pihak-pihak personil Buddha Tzu Chi atau perwakilannya untuk mengikuti kegiatan kami, jadi kami sangat senang dengan respon tersebut, yang mana bisa mengetahui dan melihat langsung kegiatan yang kami laksanakan. Harapan kami Tzu Chi pun juga bisa mengajak kami apabila ada kegiatan-kegiatan kemanusiaan yang bisa melibatkan kami,” kata Kolonel Djoko Prijatin.
Salah satu warga yang menerima paket sembako adalah Theresia (68 tahun), seorang guru PAUD. ”Kalau buat saya, ini sangat membantu sekali, karena kebetulan kan suami sudah nggak kerja, yang kerja saya doang, jadi sangat terharu,” ujarnya dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca.
Sementara Utami (38 tahun), warga lainnya mengatakan, “Kalau sembako untuk ibu-ibu pasti berguna, untuk kebutuhan hari-hari ya. Sosialisasi dan penyuluhan pencegahan stunting juga berguna bagi ibu-ibu dan Balita,” kata Utami, yang juga penyuka tayangan program acara memasak vegetarian di DAAI TV.
Jurnalis : Indrawati Widjaja (He Qi Pusat),
Fotografer : Susi Christine (He Qi Pusat),
Editor : Hadi Pranoto.