Waisak 2025: Cinta Kasih Penuh Ketulusan Ke Segala Penjuru
“Hari Waisak bukan hanya untuk memperingati kelahiran Buddha, tetapi untuk membangkitkan sifat Kebuddhaan dalam hati setiap orang. Kita harus menjadikan setiap hari sebagai Waisak dengan menjalani hidup penuh welas asih, kebijaksanaan, dan ketulusan” – Kata Perenungan Master Cheng Yen –
Perayaan Waisak Tzu Chi tahun 2025 berlangsung dengan khidmat dan tenang. Para insan Tzu Chi dengan penuh rasa haru membawa beberapa macam persembahan: air, lilin, dan bunga ke hadapan altar Buddha.
Sebagai pembawa acara naskah mandarin untuk pertama kalinya, Ernita (36), menyampaikan kesan tentang Waisak Tzu Chi, “Dengan hati yang tenang, jernih dan tulus kita berdoa untuk diri kita, orang lain dan dunia agar terbebas dari bencana dan juga terbebas dari noda batin karena hanya ajaran Buddha yang bisa membersihkan hati manusia.” Hal ini menjadi pesan yang nyata bagi insan Tzu Chi untuk terus mewujudkan Ajaran Buddha ke dalam tindakan nyata.
Waisak tahun 2025 kali ini turut dihadiri oleh seorang Sangha, Y.M. Suhu Padipa Kusala atau Suhu Geng Shan (42), yang juga menyampaikan kesan beliau tentang makna dari perayaan Waisak Tzu Chi. “Saya sudah sering mengikuti kegiatan Waisak Tzu Chi Kota Palembang, dan pada tahun ini saya melihat bahwa relawan Tzu Chi bertambah maju terutama jumlah umat yang mengikuti Waisak sangat banyak. Dalam berorganisasi kita haruslah menjaga hati kita masing-masing agar tetap harmonis, berbeda pendapat adalah hal yang biasa sehingga kekompakkan tetap terjaga.”
Heko Viryanadi (36), Penyuluh Agama Buddha Kementerian Agama Kota Palembang, yang turut menghadiri acara Waisak dengan khidmat menyampaikan “Waisak memperingati 3 peristiwa agung yang memiliki tekad yang sangat luar biasa. Semoga dengan adanya keberadaan Yayasan Buddha Tzu Chi, misi kemanusiaan dan kesehatan lebih dikenal oleh masyarakat luas. Semoga dengan tekad baik yang dilakukan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi dapat mengurangi penderitaan umat manusia.”
Dengan bersungguh hati, Andri Saputra (37) bersama Ibunda datang untuk pertama kalinya di Waisak Tzu Chi melafalkan doa kepada Buddha. “Waisak merupakan saat untuk intropeksi diri karena Waisak Tzu Chi membawa ketenangan batin ketika kita bersungguh-sungguh mengikutinya dengan hikmad. Waisak juga mengingatkan kita untuk berbuat kebaikan sesuai Dhamma,” katanya.
Tzu Chi hadir di tengah-tengah umat manusia dengan sebuah aspirasi mulia dengan tujuan untuk: Menyucikan hati manusia, Masyarakat damai dan hamonis, dunia bebas dari bencana.
Jurnalis : Phoebe Chandra (Tzu Chi Palembang),
Fotografer : Tim Zhen Shan Mei Palembang,
Editor : Metta Wulandari.