Relawan Tzu Chi Pekanbaru Tebar Kasih Sayang bagi Lansia
Relawan Tzu Chi Pekanbaru kembali mengadakan kunjungan kasih ke Panti Werdha Khusnul Khotimah pada tanggal 14 September 2025. Kegiatan ini merupakan agenda rutin bulanan yang ditujukan untuk memberikan perhatian dan kehangatan kepada 67 orang Opa dan Oma penghuni panti. Dalam kesempatan ini, kegiatan dikoordinasi oleh Bety Shi Jie dengan melibatkan 21 relawan serta satu relawan kembang.
Acara diawali dengan sambutan dari Mariany yang kemudian mengajak para lansia menyanyikan lagu “Satu Keluarga” sambil memperagakan bahasa isyarat tangan.
Acara diawali dengan sambutan dari Mariany yang kemudian mengajak para lansia menyanyikan lagu “Satu Keluarga” sambil memperagakan bahasa isyarat tangan.
Suasana menjadi penuh kegembiraan ketika relawan membawakan bingkisan makanan untuk Opa dan Oma. Tidak hanya itu, mereka juga menunjukkan cinta kasih dengan menggunting kuku, memotong rambut, memberikan pijatan, serta mengajak bermain gim, bernyanyi, dan menari bersama.
Bagi sebagian lansia yang tidak mampu keluar kamar, relawan mendatangi mereka secara langsung. Salah satunya adalah Ibu Tengku Noor, lansia asal Penang yang hidup seorang diri.
“Kalau bisa, setiap hari datanglah suapi saya makan,” ujarnya dengan penuh haru saat disuapi oleh relawan. Penglihatannya kini mulai berkurang, namun Ibu Tengku tetap merasa bersyukur dan bahagia bisa tinggal di Panti Werdha Khusnul Khotimah.
Bagi sebagian lansia yang tidak mampu keluar kamar, relawan mendatangi mereka secara langsung. Salah satunya adalah Ibu Tengku Noor, lansia asal Penang yang hidup seorang diri.
“Kalau bisa, setiap hari datanglah suapi saya makan,” ujarnya dengan penuh haru saat disuapi oleh relawan. Penglihatannya kini mulai berkurang, namun Ibu Tengku tetap merasa bersyukur dan bahagia bisa tinggal di Panti Werdha Khusnul Khotimah.
Dalam kegiatan ini, hadir pula Chastine, seorang relawan kembang Tzu Chi yang masih duduk di bangku kelas 12. Ini merupakan pengalaman pertamanya mengikuti kunjungan kasih. Ia berkesempatan mempraktekkan cara merawat lansia, termasuk menyuapi makanan kepada Oma Tengku Noor.
“Saya merasa sedih dan kasihan melihat Opa Oma yang hidup sendiri tanpa perhatian keluarga. Dari sini saya belajar, kelak jika orang tua saya sudah tua, saya akan merawat mereka dengan baik,” ungkap Chastine.
Cynthia, relawan yang sudah beberapa kali datang ke panti untuk menggunting rambut, juga membagikan pengalamannya. “Saya terharu melihat Opa Oma yang kurang mendapat perhatian. Bagaimana perasaan kita jika di usia tua nanti tidak ada yang mengurus? Karena itu, saya senang bisa datang ke panti, membantu merapikan rambut mereka. Saat melihat mereka bahagia, saya pun ikut merasa bahagia,” ujarnya. Salah satu Oma bahkan memeluk Cynthia dengan penuh keharuan.
Sebagaimana pesan Master Cheng Yen: “Dengan memberikan lebih banyak cinta kasih dan mengucapkan lebih banyak kalimat penuh penghiburan, berarti telah menanamkan jalinan jodoh baik dalam hati orang.”
Jurnalis : Lina (Tzu Chi Pekanbaru),
Fotografer : Seryyu, Lina (Tzu Chi Pekanbaru),
Editor : Anand Yahya.
“Saya merasa sedih dan kasihan melihat Opa Oma yang hidup sendiri tanpa perhatian keluarga. Dari sini saya belajar, kelak jika orang tua saya sudah tua, saya akan merawat mereka dengan baik,” ungkap Chastine.
Cynthia, relawan yang sudah beberapa kali datang ke panti untuk menggunting rambut, juga membagikan pengalamannya. “Saya terharu melihat Opa Oma yang kurang mendapat perhatian. Bagaimana perasaan kita jika di usia tua nanti tidak ada yang mengurus? Karena itu, saya senang bisa datang ke panti, membantu merapikan rambut mereka. Saat melihat mereka bahagia, saya pun ikut merasa bahagia,” ujarnya. Salah satu Oma bahkan memeluk Cynthia dengan penuh keharuan.
Sebagaimana pesan Master Cheng Yen: “Dengan memberikan lebih banyak cinta kasih dan mengucapkan lebih banyak kalimat penuh penghiburan, berarti telah menanamkan jalinan jodoh baik dalam hati orang.”
Jurnalis : Lina (Tzu Chi Pekanbaru),
Fotografer : Seryyu, Lina (Tzu Chi Pekanbaru),
Editor : Anand Yahya.