Pendampingan yang Tak Pernah Terhenti di Misi Amal Tzu Chi
Dalam misi amal Tzu Chi, bantuan bukan hanya soal memberi. Yang terpenting justru adalah pendampingan, proses menemani para penerima bantuan, mendengarkan keluh kesah mereka, meringankan penderitaan, sekaligus membangun karakter. Seperti yang sering disampaikan oleh Master Cheng Yen, mendampingi berarti hadir sepenuh hati untuk memberi harapan, bukan sekadar materi.
Nilai pendampingan inilah yang terus dijalankan oleh para relawan Yayasan Buddha Tzu Chi Medan, termasuk dalam kegiatan Kepulangan Gan En Hu (GEH), atau kepulangan para penerima bantuan ke “rumah batin” mereka, yaitu kantor Yayasan Buddha Tzu Chi Medan.
Nilai pendampingan inilah yang terus dijalankan oleh para relawan Yayasan Buddha Tzu Chi Medan, termasuk dalam kegiatan Kepulangan Gan En Hu (GEH), atau kepulangan para penerima bantuan ke “rumah batin” mereka, yaitu kantor Yayasan Buddha Tzu Chi Medan.
Pada hari Minggu, 5 Oktober 2025, sebanyak 23 penerima bantuan bulanan bersama 23 pendamping berkumpul dalam kegiatan rutin komunitas He Qi Cemara ini. Tujuannya bukan hanya menjalin silaturahmi antara relawan dan penerima bantuan, tetapi juga menjadi momen bagi para penerima untuk saling mengenal dan menyemangati satu sama lain. Beberapa di antara mereka merasa terharu ketika menyadari bahwa ternyata banyak yang memiliki kondisi serupa. Mereka tidak lagi merasa sendiri. Suasana pun terasa hangat dan penuh keakraban. Para relawan yang menyambut dengan ramah dan senyuman turut memperkuat rasa kebersamaan.
Waktu menunjukkan pukul 08.00 ketika para penerima mulai berdatangan. Mereka hadir bersama keluarga, ada yang didampingi anak, saudara, atau kerabat. Dengan semangat dan sukacita, mereka berbaris rapi untuk mendaftarkan kehadiran.
Selain berbagi kebahagiaan dan bantuan bulanan, kegiatan hari itu juga diisi dengan penyuluhan kesehatan, yang menjadi bagian penting dari upaya pendampingan secara holistik.
Waktu menunjukkan pukul 08.00 ketika para penerima mulai berdatangan. Mereka hadir bersama keluarga, ada yang didampingi anak, saudara, atau kerabat. Dengan semangat dan sukacita, mereka berbaris rapi untuk mendaftarkan kehadiran.
Selain berbagi kebahagiaan dan bantuan bulanan, kegiatan hari itu juga diisi dengan penyuluhan kesehatan, yang menjadi bagian penting dari upaya pendampingan secara holistik.
Penyuluhan disampaikan oleh Dr. (K) dr. Sukirman Lie, M.Biomed., MH., seorang relawan TIMA (Tzu Chi International Medical Association) sekaligus anggota komunitas relawan Hu Ai Cemara. Dalam sesi sharing, beliau membagikan tips sederhana untuk menjaga kesehatan tubuh.
“Sehat itu mudah, mulai dari hal-hal kecil. Ingat 3P: pola makan, pola gerak, dan pola istirahat, semua harus seimbang,” ujarnya. “Tidur idealnya 7 sampai 8 jam per hari, konsumsi buah dan sayur, olahraga teratur, kelola stres, jangan merokok, dan batasi makanan berlemak serta gorengan, terutama yang menggunakan minyak tidak bersih. Mulailah satu langkah sehat hari ini untuk hidup bahagia esok hari.”
Para penerima bantuan tampak antusias menyimak materi yang dibagikan. Sesi dilanjutkan dengan tanya jawab interaktif, di mana peserta bebas mengajukan pertanyaan seputar topik kesehatan. Untuk menambah semangat, panitia juga mengadakan kuis kecil yang berisi pertanyaan dari materi yang telah disampaikan. Peserta yang aktif dan memberikan jawaban benar mendapat hadiah sederhana dari panitia.
“Sehat itu mudah, mulai dari hal-hal kecil. Ingat 3P: pola makan, pola gerak, dan pola istirahat, semua harus seimbang,” ujarnya. “Tidur idealnya 7 sampai 8 jam per hari, konsumsi buah dan sayur, olahraga teratur, kelola stres, jangan merokok, dan batasi makanan berlemak serta gorengan, terutama yang menggunakan minyak tidak bersih. Mulailah satu langkah sehat hari ini untuk hidup bahagia esok hari.”
Para penerima bantuan tampak antusias menyimak materi yang dibagikan. Sesi dilanjutkan dengan tanya jawab interaktif, di mana peserta bebas mengajukan pertanyaan seputar topik kesehatan. Untuk menambah semangat, panitia juga mengadakan kuis kecil yang berisi pertanyaan dari materi yang telah disampaikan. Peserta yang aktif dan memberikan jawaban benar mendapat hadiah sederhana dari panitia.
“Kami sangat senang diberikan acara seperti ini. Datang ke kantor ini, bertemu banyak teman yang ternyata punya kondisi serupa dengan kami, membuat hati terasa ringan. Hari ini kami dibekali cara hidup sehat dan bahagia. Semoga kami bisa selalu sehat dan bahagia,” ungkap seorang ibu penerima bantuan beras.
Bersamaan dengan kegiatan Kepulangan GEH, hari itu juga diadakan kepulangan anak asuh, yaitu para siswa yang menerima bantuan pembayaran SPP dari Yayasan Buddha Tzu Chi. Namun, kali ini ada yang spesial: anak-anak asuh dibawa untuk field trip ke Central Zoo Park, Pancur Batu.
Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya menikmati liburan edukatif, tetapi juga belajar tentang kebersamaan dan rasa syukur.
Menutup seluruh rangkaian kegiatan, para relawan kembali mengingat pesan Master Cheng Yen: “Memberi perhatian kepada orang lain berarti memberikan perhatian pada diri sendiri. Membantu orang lain juga berarti membantu diri sendiri.”
Jurnalis : Juniaty (Tzu Chi Medan),
Fotografer : Lily Hermanto (Tzu Chi Medan),
Editor : Metta Wulandari.
Bersamaan dengan kegiatan Kepulangan GEH, hari itu juga diadakan kepulangan anak asuh, yaitu para siswa yang menerima bantuan pembayaran SPP dari Yayasan Buddha Tzu Chi. Namun, kali ini ada yang spesial: anak-anak asuh dibawa untuk field trip ke Central Zoo Park, Pancur Batu.
Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya menikmati liburan edukatif, tetapi juga belajar tentang kebersamaan dan rasa syukur.
Menutup seluruh rangkaian kegiatan, para relawan kembali mengingat pesan Master Cheng Yen: “Memberi perhatian kepada orang lain berarti memberikan perhatian pada diri sendiri. Membantu orang lain juga berarti membantu diri sendiri.”
Jurnalis : Juniaty (Tzu Chi Medan),
Fotografer : Lily Hermanto (Tzu Chi Medan),
Editor : Metta Wulandari.