Bertindak dengan Tekun dan Bersemangat serta Meneruskan Jalinan Jodoh Dharma
“Saat ini, saya berusia 108 tahun. Master harus hidup lebih lama dari saya, sampai 150 atau 160 tahun. Saya ubah sedikit. Master harus hidup hingga 200 tahun lebih,” kata Cai Kuan, relawan Tzu Chi.
Semangat sekali. Sampaikan kepadanya bahwa saya telah melihatnya menariknya begitu panjang. Saya mendoakannya.
“Saya sangat bersyukur karena sepanjang hidup, Master mengajarkan kepada kami apa itu cinta kasih dan kebajikan. Sepuluh Pedoman Hati dari Master selalu ada di hati saya. Itu membuat saya bisa bertahan dan menemukan arah di tengah kesulitan. Saat menghadapi kegagalan, saya bisa memilih untuk tetap bersikap baik dan memperlakukan orang lain dengan kelembutan,” kata Xiao Ling-yan, relawan Tzu Chi.
“Saya sangat berterima kasih kepada Master karena telah memberi banyak kekuatan dalam hati saya. Saya berikrar akan melangkah di jalan kebajikan sepanjang hidup, menjadikan cinta kasih sebagai tindakan, menjadikan welas asih sebagai dasar, dan menerapkan ajaran Master dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Xiao Ling-yan.
Begitulah kehidupan yang paling dipenuhi berkah. Belakangan ini, saya selalu menginventarisasi kehidupan. Sepanjang hidup ini, saya merasa sangat puas dan bahagia karena memiliki kalian semua. Kalian benar-benar tulus mengasihi dan melindungi saya. Saya terus menginventarisasi kehidupan dan menyadari bahwa berkah dalam hidup ini ialah memiliki begitu banyak orang yang mengasihi dan mendukung saya dengan tulus. Saya merasa sangat tersentuh dan bersyukur.
Saya selalu berkata bahwa saya berharap para Bodhisattva dapat terus melayani dari kehidupan ke kehidupan dan tidak melupakan jalan Tzu Chi. Jalan Bodhisattva ini bersifat abadi. Buddha datang ke dunia untuk tujuan ini. Jadi, kita semua adalah murid Buddha. Sepanjang hidup ini, saya bekerja demi ajaran Buddha. Lebih dari dua ribu tahun yang lalu, Pangeran Siddhartha terjun ke tengah masyarakat untuk mewariskan ajaran Buddha agar abadi di dunia. Itulah harapan Buddha.
Saat ini, saya juga ingin menyampaikan kepada semuanya bahwa kalian dan saya memiliki ikrar yang sama, yaitu meneruskan semangat dari zaman Buddha, bekerja demi ajaran Buddha dan demi semua makhluk. Buddha datang ke dunia untuk membimbing semua makhluk melangkah di Jalan Bodhisattva. Jadi, kita pun harus demikian.
Belakangan ini, satu kelompok demi satu kelompok relawan terus berdatangan untuk menyampaikan cinta kasih dan ketulusan mereka. Saya pun menyampaikan hal yang sama kepada mereka, yaitu semoga dari kehidupan ke kehidupan, semuanya bisa tetap memiliki tekad yang teguh. Jangan pernah melupakan ikrar yang telah dibangun. Mengasihi saya dan mendukung ikrar saya berarti melangkah di Jalan Bodhisattva.
Hendaknya kita bekerja demi ajaran Buddha agar ajaran-Nya tetap abadi di dunia. Bekerja demi semua makhluk berarti kita harus menapaki Jalan Bodhisattva selamanya. Jangan lupakan hal ini. Inilah harapan saya kepada semuanya dan juga janji saya kepada Buddha.
Saat ini, saya juga ingin menyampaikan kepada semuanya bahwa kalian dan saya memiliki ikrar yang sama, yaitu meneruskan semangat dari zaman Buddha, bekerja demi ajaran Buddha dan demi semua makhluk. Buddha datang ke dunia untuk membimbing semua makhluk melangkah di Jalan Bodhisattva. Jadi, kita pun harus demikian.
Belakangan ini, satu kelompok demi satu kelompok relawan terus berdatangan untuk menyampaikan cinta kasih dan ketulusan mereka. Saya pun menyampaikan hal yang sama kepada mereka, yaitu semoga dari kehidupan ke kehidupan, semuanya bisa tetap memiliki tekad yang teguh. Jangan pernah melupakan ikrar yang telah dibangun. Mengasihi saya dan mendukung ikrar saya berarti melangkah di Jalan Bodhisattva.
Hendaknya kita bekerja demi ajaran Buddha agar ajaran-Nya tetap abadi di dunia. Bekerja demi semua makhluk berarti kita harus menapaki Jalan Bodhisattva selamanya. Jangan lupakan hal ini. Inilah harapan saya kepada semuanya dan juga janji saya kepada Buddha.
“Kami akan menyebarkan Dharma dan membawa manfaat bagi dunia. Kami akan mengingat hati Buddha dan tekad Guru di dalam hati. Murid-murid di Changhua berani memikul tanggung jawab untuk bekerja dengan tekun, bersemangat, dan terus melangkah ke depan.”
Jika kalian memiliki ikrar yang sama, kita akan terus berjalan seperti ini dari kehidupan ke kehidupan. Benihnya sudah ditanam dan jalinan jodoh sudah terbentuk. Inilah yang mempertemukan kita dari kehidupan ke kehidupan. Jadi, hendaknya kita bersungguh-sungguh dalam melangkah dan bertindak. Namun, jangan lupa dengan kasih sayang di antara kita.
Kasih sayang Bodhisattva itu abadi. Inilah yang disebut memperpanjang jalinan kasih sayang dan memperluas cinta kasih agung. Inilah kasih sayang Bodhisatwa dari kehidupan ke kehidupan. Saya sangat berterima kasih kepada kalian. Hendaknya kita berinteraksi setiap saat. Dengan begitu, suasana akan menjadi ramai. Selama kita bisa ingat untuk menelepon orang lain, mereka pun akan mengingat kita. Saya sangat berharap cinta kasih Tzu Chi tidak pudar selama kita saling menggenggam erat.
Kasih sayang Bodhisattva itu abadi. Inilah yang disebut memperpanjang jalinan kasih sayang dan memperluas cinta kasih agung. Inilah kasih sayang Bodhisatwa dari kehidupan ke kehidupan. Saya sangat berterima kasih kepada kalian. Hendaknya kita berinteraksi setiap saat. Dengan begitu, suasana akan menjadi ramai. Selama kita bisa ingat untuk menelepon orang lain, mereka pun akan mengingat kita. Saya sangat berharap cinta kasih Tzu Chi tidak pudar selama kita saling menggenggam erat.
Lihatlah, ini adalah Puncak Burung Nasar. Ini adalah tempat Buddha membabarkan Sutra Teratai. Setiap hari, saya berada di sini untuk mendengarkan Dharma. Saat mendengarkan Dharma, saya membayangkan kalian. Selama kalian adalah murid saya, selama kalian adalah insan Tzu Chi, saya selalu membayangkan kalian bersama saya. Saya juga membayangkan kalian ada di Puncak Burung Nasar.
Persamuhan Dharma tidak akan pernah berakhir. Setiap hari dan setiap saat, insan Tzu Chi selalu ada di ladang pelatihan batin untuk mengikuti persamuhan Dharma. Kalian harus ingat bahwa Tzu Chi sepenuhnya berbicara tentang Sutra Teratai dan melangkah dalam ajaran Sutra Teratai. Saat kalian berbicara tentang apa yang Tzu Chi lakukan di mana pun, saat itu kalian sudah berada dalam persamuhan Dharma Puncak Burung Nasar. Di situlah orang-orang berkumpul bersama. Apakah kalian mengerti? (Ya.) Baik.
Hendaknya kita berjalan dari kehidupan ke kehidupan, terlebih lagi di kehidupan ini. Melangkah di jalan Tzu Chi tidak akan salah. Kalian sangat bernilai. Saya ingin memberi tahu kalian bahwa jalan kehidupan kalian ini sangatlah berharga. Hendaknya semuanya membangun tekad dan ikrar dengan sungguh-sungguh. Inilah jalinan jodoh murid dan guru. Saya tidak meminta apa-apa dari kalian. Saya hanya berharap jalinan jodoh kita dapat terjalin selamanya. Tidak ada permintaan lain selain menjaga jalinan jodoh ini tetap erat. Hendaknya kita menapaki Jalan Bodhisattva dari kehidupan ke kehidupan tanpa terputus.
Zaman sekarang, kondisi dunia membuat saya merasa khawatir. Oleh karena itu, belakangan ini, saya terus menyemangati semua orang untuk tidak melupakan kehidupan ini. Ketika kita bergabung di Tzu Chi dan menapaki Jalan Bodhisattva, janganlah melupakan jalan ini dari kehidupan ke kehidupan.
Persamuhan Dharma tidak akan pernah berakhir. Setiap hari dan setiap saat, insan Tzu Chi selalu ada di ladang pelatihan batin untuk mengikuti persamuhan Dharma. Kalian harus ingat bahwa Tzu Chi sepenuhnya berbicara tentang Sutra Teratai dan melangkah dalam ajaran Sutra Teratai. Saat kalian berbicara tentang apa yang Tzu Chi lakukan di mana pun, saat itu kalian sudah berada dalam persamuhan Dharma Puncak Burung Nasar. Di situlah orang-orang berkumpul bersama. Apakah kalian mengerti? (Ya.) Baik.
Hendaknya kita berjalan dari kehidupan ke kehidupan, terlebih lagi di kehidupan ini. Melangkah di jalan Tzu Chi tidak akan salah. Kalian sangat bernilai. Saya ingin memberi tahu kalian bahwa jalan kehidupan kalian ini sangatlah berharga. Hendaknya semuanya membangun tekad dan ikrar dengan sungguh-sungguh. Inilah jalinan jodoh murid dan guru. Saya tidak meminta apa-apa dari kalian. Saya hanya berharap jalinan jodoh kita dapat terjalin selamanya. Tidak ada permintaan lain selain menjaga jalinan jodoh ini tetap erat. Hendaknya kita menapaki Jalan Bodhisattva dari kehidupan ke kehidupan tanpa terputus.
Zaman sekarang, kondisi dunia membuat saya merasa khawatir. Oleh karena itu, belakangan ini, saya terus menyemangati semua orang untuk tidak melupakan kehidupan ini. Ketika kita bergabung di Tzu Chi dan menapaki Jalan Bodhisattva, janganlah melupakan jalan ini dari kehidupan ke kehidupan.
Meneguhkan tekad untuk bekerja demi ajaran Buddha
Meneruskan ikrar untuk menapaki Jalan Bodhisattva
Tekun dan bersemangat menghadiri persamuhan Dharma Puncak Burung Nasar setiap hari
Memperdalam jalinan jodoh guru dan murid untuk meneruskan Dharma
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 09 Mei 2026
Sumber : Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah : Hendry, Marlina, Shinta, Janet, dan Graciela
Ditayangkan Tanggal 11 Mei 2026