Pemeriksaan Mata Bagi Siswa SDN 1 Kupang Raya
Tak sedikit anak yang menghabiskan waktu dengan menonton televisi, menonton video di YouTube atau bermain game. Paparan cahaya dari layar monitor yang terlalu sering tersebut tentunya dapat mengganggu kesehatan mata, seperti kelainan mata kering yang mudah iritasi, sampai kelainan refraksi pada mata yang mengharuskan anak menggunakan kacamata.
Namun, karena tidak merasakan keluhan pada penglihatan, banyak orang tua menganggap mata anak-anak mereka baik-baik saja. Ditambah lagi anggapan bahwa pemeriksaan mata hanya bisa dilakukan di rumah sakit, membuat pemeriksaan kesehatan mata kerap terabaikan.
Komitmen untuk mencerdaskan anak bangsa diungkapkan oleh Djoni, selaku koordinator kegiatan pemeriksaan mata tersebut. “Pada proses inilah jika ada gangguan pada mata, tentu ilmu yang diserap tidaklah maksimal. Maka untuk mencegah proses belajar yang terganggu, kami mengadakan bakti sosial pemeriksaan mata untuk anak-anak sekolah dasar,” ujar Djoni.
Anak-anak terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Salah satunya Anira Rahma, siswa kelas 6 SD yang mengaku sering sakit kepala saat belajar. “Kalau di kelas saya harus maju ke depan untuk melihat tulisan ibu guru. Karena tulisannya tidak jelas. Sekarang ada pemeriksaan mata saya sangat senang, karena kita bisa tau kesehatan mata kita,” ungkapnya dengan senyum lebar. Setelah periksa ternyata mata Anira Rahma mines 1 dan harus menggunakan kacamata.
Melihat hal ini, Alesius Bunawan, Ketua Tzu Chi Lampung merasa bahagia. “Hari ini melihat antusias anak-anak ikut kegiatan ini, saya merasa sangat senang dan terharu. Semoga kegiatan ini dapat membantu anak-anak yang semula mengalami kesulitan dalam belajar, sehingga dapat meningkatkan prestasinya,” ungkapnya.
Dari pemeriksaan ini, sebanyak 158 anak mendapatkan bantuan kacamata yang diberikan seminggu ke depan. Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan mata anak semakin meningkat. Deteksi dini adalah kunci agar gangguan penglihatan tidak menjadi penghambat potensi anak di masa depan.
Fotografer : Ali Sanjaya Sugianto (Tzu Chi Lampung),
Editor : Arimami Suryo A.