Kegiatan di Sumatera Utara

Menggalang Hati, Menebar Cinta Kasih di Bakti Sosial Kesehatan Pematangsiantar

Pagi itu, para relawan Tzu Chi dan tim medis Tzu Chi International Medical Association (TIMA) telah berkumpul untuk mempersiapkan kegiatan Bakti Sosial Kesehatan bagi warga Kota Pematangsiantar. Sejak pagi, berbagai persiapan dilakukan agar pelayanan kesehatan dapat berjalan dengan baik dan warga yang datang memperoleh perhatian serta pelayanan secara optimal.
Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian relawan Tzu Chi terhadap masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Para penerima manfaat berasal dari berbagai kalangan, mulai dari petugas kebersihan yang sehari-hari rentan terpapar debu dan kuman penyakit, asisten rumah tangga, anak-anak panti asuhan yang minim mendapatkan layanan kesehatan, hingga para lansia di sekitar lokasi kegiatan.
Bakti sosial yang berlangsung di Gedung Aula Perguruan Sultan Agung, Jalan Surabaya, Kota Pematangsiantar, ini melayani sebanyak 317 warga. Selain memberikan pelayanan kesehatan secara gratis, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi relawan untuk menggalang hati para tenaga medis lokal agar bersama-sama bergabung dalam barisan relawan medis Tzu Chi.
Iwan (kanan), koordinator kegiatan, bersama relawan lainnya bekerja sama mengangkat kursi roda salah satu pasien yang kesulitan berjalan untuk menuju tempat pemeriksaan.
Pemeriksaan darah dilakukan pada para lansia jika dokter memerlukan pemeriksaan gula darah untuk memberikan pelayanan medis yang lebih maksimal.
Seorang dokter spesialis anak sedang memeriksa salah satu anak yang menderita batuk pilek dan memberikan pola makan sehat kepada orang tua anak agar bisa diterapkan pada keluarga.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia kepada para tenaga medis lokal yang terlibat dalam baksos kesehatan umum tersebut. Sosialisasi ini bertujuan memperkenalkan Visi dan Misi Tzu Chi sekaligus menggalang hati para tenaga medis agar dapat bersama-sama memperpanjang barisan relawan medis TIMA di Pematangsiantar.
Kegiatan ini melibatkan 25 relawan komunitas Pematangsiantar, 50 relawan kembang, 15 anggota TIMA, serta 45 tenaga medis non-TIMA dari Pematangsiantar, Tebing Tinggi, dan Medan.
Iwan, penanggung jawab baksos kesehatan umum ini, mengungkapkan rasa syukurnya karena dapat memberikan manfaat bagi banyak orang. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, tetapi juga membuka kesempatan untuk mengajak lebih banyak tenaga medis terlibat dalam kegiatan sosial.
“Baksos kali ini selain memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat, juga memberi inspirasi bagi tenaga medis lokal untuk terlibat dalam kegiatan sosial ini, sehingga makin banyak yang mengenal Tzu Chi dan tercipta Bodhisattva dunia,” ujar Iwan.
Chynthya, salah satu pasien baksos didampingi ibunya mengucapkan terima kasih kepada dokter yang telah mengeluarkan kapas (cotton bud) yang tertinggal di telinganya beberpa waktu yang lalu.
Acara baksos diawali dengan sosialisasi relawan tim medis TIMA yang bertujuan untuk mengajak tenaga medis lokal untuk dapat bergabung dalam barisan tim medis TIMA agar bisa memberikan pelayanan medis yang humanis.
Selain memberikan pengobatan, para relawan juga menghadirkan perhatian dan pendampingan yang tulus kepada setiap warga. Mereka mendampingi pasien sejak meja pendaftaran, pemeriksaan dokter, hingga penerimaan obat. Di sela-sela pendampingan, relawan juga memperkenalkan berbagai kegiatan Tzu Chi kepada para pasien.
Bagi sebagian warga, pelayanan kesehatan tersebut menjadi pengalaman yang sangat berarti. Salah satunya adalah Chinthya yang mengungkapkan rasa syukur setelah dokter spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) berhasil mengeluarkan cotton bud yang tertinggal di telinganya selama empat tahun.
“Sangat lega akhirnya bisa dikeluarkan penyumbatan itu. Sangat menolong sekali untuk kami, rakyat kecil. Kami bisa mengenal Yayasan Tzu Chi dan semoga baksos kesehatan ini bisa terus ada,” harap Chinthya.
Tidak hanya dirasakan oleh penerima manfaat, kebahagiaan juga dirasakan oleh para tenaga medis yang terlibat. Anggota TIMA, dr. Jenny merasa bahagia dapat terlibat dalam kegiatan Baksos Kesehatan ini. Bagi dr. Jenny, baksos kesehatan menjadi momentum untuk menghadirkan pelayanan medis sekaligus membangun semangat kebersamaan di antara para tenaga medis.
“Memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi orang tua beserta anak-anak panti serta melibatkan para tenaga medis lokal untuk bersama-sama menjalankan Misi Kesehatan Tzu Chi, sehingga menciptakan barisan relawan medis yang humanis agar menolong dengan tulus tanpa pamrih,” tutur dr. Jenny.
Suasana Baksos Kesehatan umum ini berlangsung di Aula Perguruan Sultan Agung, Jalan Surabaya, Kota Pematangsiantar. Baksos kesehatan umum ini melibatkan 25 relawan komunitas Pematangsiantar, 50 relawan Kembang, 15 anggota TIMA, serta 45 tenaga medis non-TIMA dari Pematangsiantar, Tebing Tinggi, dan Medan.
Baksos kesehatan di Pematangsiantar bukan sekadar memberikan pengobatan kepada mereka yang membutuhkan. Di balik setiap pemeriksaan dan obat yang diberikan, tumbuh pula jalinan kasih antara relawan, tenaga medis, dan masyarakat.
Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, dapat membawa manfaat besar bagi mereka yang membutuhkan. Di sebuah pelayanan kesehatan, hati dipertemukan, kepedulian ditumbuhkan, dan cinta kasih terus disebarkan tanpa batas.

Jurnalis : Iwan (Tzu Chi Tebing Tinggi),
Fotografer : Ai ly (Tzu Chi Tebing Tinggi),
Editor : Anand Yahya.