Beras Cinta Kasih Terus Mengalir dalam Momen Imlek Nasional 2022
Oey Kwee Foen (66) dalam kondisi tidak sehat, berjalan bersama beberapa tetangga menuju Kampus STAB Nalanda, lokasi Bakti Sosial Imlek Nasional 2022. Ia hidup berdua bersama suaminya yang tak bisa bekerja dan hanya mengharapkan bantuan dari anak sematang wayang untuk menunjang kebutuhan hidup.
“Anak hanya kasih uang seadanya. Saya harus berhemat agar kebutuhan bisa tercukupi. Mengharapkan bantuan keponakan, tapi mereka tinggal sangat jauh. Hari ini, ada bantuan beras, terbantu. Uang bisa buat beli sayur,” tutur Oey Kwee Foen sedih sambil mengusap air mata.
“Beras di rumah telah habis.” kata Ponila (65), seorang janda, bergegas berjalan menuju lokasi bakti sosial yang tidak jauh dari rumah kontrakan. Kesehariannya sebagai tukang cuci gosok lepas, sambil memulung barang rongsokan.
“Walau susah, makan seadanya, kadang dikasih makanan oleh orang-orang di sini. Yang penting tidak punya hutang.” pungkas Ponila, sejak umur 25 tahun hingga sekarang masih menjadi pembantu rumah tangga (buruh cuci gosok), sedangkan pekerjaan memulung sudah diemban sejak umur limapuluhan.
Sejak pandemi Covid-19 mewabah, Ponila mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK), “Dulu, pegang satu rumah, tetapi kerja sampai sore, gajinya agak lumayan, terus di-keluarin. Saya pernah tidak kerja empat bulan. Hari-hari sangat menderita, saya sedih, nangis cari kerjaan susah. Karena tua, banyak ditolak,” cerita Ponila.
“Sehari, paling dua gelas kecil, bisa makan hingga sore, terkadang bisa sampai pagi, masih ada sisa sedikit. Karena sudah tua, makan tidak terlalu banyak. Beras hari ini, bisa sebulan habisnya. Ini untung langsung dapat. Segenggam beras saja tidak punya, lihat saja (sambil menujukkan wadah kosong). Tidak ada beras sama sekali,” ucap Ponila sangat bersyukur. “Alhamdullilah, terima kasih Tzu Chi telah membantu orang yang susah seperti saya,” tutupnya.
Hal yang sama bahwa di rumah sering kehabisan beras juga dirasakan oleh keluarga Casman (52), seorang petugas dinas kebersihan. “Habis narik sampah di perumahan kompleks, saya mulung, karena tidak cukup untuk membiayai makan anak, biaya anak sekolah, makan sehari-hari. Untuk melanjutkan kecukupan kebutuhan hidup, saya memulung dari siang hingga sore,” kata Casman sudah 16 tahun menjalani tugas di dinas kebersihan dan 32 tahun memulung sejak masih remaja.
Ketika rumah tidak ada beras, biasanya Carman menjual hasil mulung (rongsokan) untuk bisa beli beras.
“Alhamdullilah, beras ini sangat membantu keluarga saya. Lagi tidak ada beras di rumah, kebetulan Tzu Chi bagi beras. Saya bersyukur, Alhamdullilah, terima kasih kepada Tzu Chi. Beras 10 kg ini bisa membantu hingga seminggu kedepan.” tutur Casman.
Tidak hanya masyarakat datang dengan membawa kupon bantuan sosial (sembako), tetapi terlihat Nabri (51) selaku Ketua RT013 RW004, Kelurahan Pulo Gebang, Kecamatan Jakarta Timur, datang mendampingi warganya dalam Bakti Sosial Imlek Nasional.
“Berbagi itu sangat indah. Warga saya banyak terima kasih kepada Tzu Chi telah membantu wilayah kami, dan memperhatikan warga di sini. PPKM, banyak pekerja diberhentikan dan banyak yang menganggur. Bantuan ini sangat membantu mereka,” pungkas Aby, sapaan akrab dari warganya.
Hilman Rama Pratama (60), salah satu dosen di STAB Nalanda, sangat menyambut baik kerjasama ini. Ketika itu Jenny Gutama, insan Tzu Chi menceritakan adanya bantuan beras Tzu Chi yang akan dibagikan kepada masyarakat setempat, baik yang merayakan Imlek maupun warga yang terdampak Covid-19.
“Kegiatan ini sangat mulia sekali, menyambut Imlek, kami memberikan beras kepada warga yang kondisinya (ekonomi) sangat minim.” cerita Hilman Rama Pratama, tetap melakukan koordinasi dengan RT setempat, mengenai kriteria yang layak mendapatkan bantuan ini, walau sebelumnya Kampus Nalanda telah memiliki data masyarakat setempat dari seringnya kampus tersebut melakukan bakti sosial kesehatan kepada warganya.
“Bantuan beras Tzu Chi hari ini, semoga dapat membantu dan bermanfaat bagi kita semua. Semoga kita dapat menjalin jodoh kembali dengan bantuan Tzu Chi lainnya,” tutur Guntur Angjaya, koordinator pembagian beras Tzu Chi, dalam kata sambutannya di Bakti Sosial Imlek Nasional di tahun 2022.
Fotografer : Suyanti Samad (He Qi Timur),
Editor : Khusnul Khotimah.