Kelas Khusus oleh Dokter Anggota TIMA di Taiwan untuk Membantu Para Penderita Dementia
Seperti yang diketahui oleh semua orang, tidak ada obat untuk mengobati dementia – tetapi, bagaimana dengan menundanya? Apakah anda punya lansia yang menderita dementia di rumah? Bagaimana cara anda merawatnya? Ini ada sebuah contoh yang sangat baik untuk anda.
Dr. Lin Rong-Wei, anggota Tzu Chi International Medical Association (TIMA), mengatakan bahwa ayahnya telah berusia 94 tahun dan menderita dementia yang parah. Tetapi orang-orang tidak menyadarinya. Anda ingin tahu mengapa? Karena dia dan keluarganya selalu menemani ayahnya dan membantunya menjalani setiap momen dalam hidupnya dengan bahagia dan penuh martabat. Inilah kunci untuk merawat pasien yang menderita dementia.
Dr. Lin berkata,” Banyak penderita dementia hanya mengingat apa yang terjadi sekarang, jadi kita harus memanfaatkan setiap waktu yang ada untuk membuat mereka bahagia.” Dengan ide ini di hatinya, sejak 2017, beliau telah mempersiapkan tempat praktek lamanya, Klinik Gengxin, di Hemei, Changhwa, di bagian barat daya Taiwan. Dia mengundang relawan Tzu Chi setempat untuk menawarkan kelas bagi pasien demensia, enam kali seminggu selama setengah hari setiap kalinya.
Di kelas tersebut, melalui kegiatan yang melakukan gerakan, Dr. Lin mencoba menolong para lansia menunda degenerasi dan demensia. Dia berkata,” Melihat mereka memegang alat musik untuk menampilkan pertunjukkan dengan senyum bahagia di wajah mereka, anda bisa melihat betapa bahagianya mereka pada saat itu… Ketika kita merawat mereka yang menderita demensia, kita juga mempersiapkan diri kita menghadapi penuaan.”
Selama enam tahun terakhir, mereka telah membantu lebih dari 70 keluarga merawat para lansia penderita demensia. Mereka telah mengucapkan selamat tinggal kepada 11 lansia dengan demensia – masing-masing memiliki kisah hidup yang penuh inspirasi.
Salah satu momen yang istimewa adalah tentang seorang kakek yang meninggal pada bulan Juni 2021. Sebelum meninggal, beliau sempat dirawat di Changhua Christian Hospital. Beliau ingin segera bergabung kembali dengan kelas pelatihan ingatan kembali, yang menunjukkan bahwa, sebelum dia meninggal, dia bahagia mengikuti kelas pelatihan tersebut.
Hidup ini tidak kekal. Setiap orang harus benar-benar peduli dan merawat para lansia sebelum terlambat, agar mereka bisa hidup bermartabat dan damai di hari tua mereka hingga nafas terakhir mereka. Inilah yang Dr. Lin dan para relawan telah bersumpah akan lakukan di kelas perawatan para penderita dementia.
Foto dari : Da Ai TV,
Diterjemahkan oleh : Sik Pin.