Tzu Chi Membawa Kehangatan bagi Yang Membutuhkan di Tempat Sang Buddha Mencapai Pencerahan
Bodhgaya adalah tempat dimana Sang Buddha mencapai pencerahan. Lokasi tersebut telah menjadi tempat suci untuk ziarah bagi umat Buddha dan pariwisata. Untuk membalas budi Sang Buddha, relawan Tzu Chi merawat mereka yang membutuhkan disana dengan penuh rasa syukur. Tentu saja ada banyak peziarah di sana, dan pengemis juga. Setelah malam tiba, cuaca sangat dingin. Bagaimana kaum miskin dan tuna wisma ini bisa bertahan di musim dingin yang brutal? Melihat apa yang mereka butuhkan, relawan Tzu Chi di India membawa 300 buah selimut tebal dan ransum makanan.
Di India, musim dingin dimulai pada bulan Desember dan terdingin di bulan Januari, dengan suhu udara bisa mencapai 1 atau 2 derajat Celcius. Di Kuil Mahabodhi setelah malam tiba, diluar dinding kota, para tuna wisma hanya mengenakan pakaian yang tipis – alasan utama mengapa mereka sering mati kedinginan di jalanan.
Vivek Kumar, seorang relawan Tzu Chi di Bodhgaya, melihat kaum miskin dan sakit melalui kameranya. Selama pandemi Covid-19, dia membantu Tzu Chi secara penuh memberikan bantuan Covid-19 ke banyak tempat. Pada awal musim dingin, dia mengundang teman dan keluarganya untuk mempersiapkan dan mendistribusikan bantuan musim dingin kepada para tuna wisma, panti jompo, dan kaum miskin yang tinggal di bawah jembatan-jembatan sebelum udara dingin menyergap.
Meski di luar sangat dingin, para relawan tetap memiliki hati yang hangat, penuh welas asih. Mereka menyusuri sepanjang tembok kota sejauh lima kilometer, mencari tuna wisma dan memberikan kepada mereka selimut tebal dan makanan hangat satu per satu.
Para tuna wisma, saling berpelukan untuk bertahan selama malam yang panjang dan dingin. Ketika mereka merasakan selimut tebal yang tak terduga menutupi dan membungkus mereka, ketakutan di hati mereka digantikan oleh kehangatan yang dibawa oleh para relawan.
Di panti jompo, sebagian para lansia menderita penyakit serius. Mereka hanya punya sayur-sayuran untuk memuaskan rasa lapar mereka; sering para lansia tersebut jatuh karena lemas. Jadi, bantuan musim dingin yang dibawa para relawan benar-benar mereka butuhkan.
Di pemukiman kumuh di bawah jembatan, banyak penghuninya adalah penarik beca, tinggal di rumah yang kumuh. Selimut hangat dan makanan hangat membuat mereka tersenyum. Karena kehangatan ini, mereka akhirnya bisa tidur nyenyak di musim dingin.
Di Bodhgaya, ketika orang tinggal di dalam rumah, relawan Tzu Chi menahan dingin untuk membawa cinta kasih dan kehangatan kepada yang membutuhkan. Untuk membagikan bantuan musim dingin benar-benar sulit; semua kerja keras itu adalah demi memberikan cinta kasih dan kehangatan. Dari distribusi bantuan yang tepat waktu seperti ini, baik si penerima maupun pemberi sama-sama senang dan tenang. Jika orang-orang di seluruh dunia bisa melakukan hal yang sama, dunia kita ini akan penuh dengan cinta dan harmoni sepanjang masa.
Foto : Dok. DAAI TV,
Diterjemahkan oleh : Sik Pin.