Lima Ton Beras Cinta Kasih untuk Masyarakat Aceh
Kabupaten Bener Meriah dan Kota Takengon, yang terletak di pegunungan dengan pemandangan yang menakjubkan. Namun nahasnya, menjadi wilayah yang terdampak cukup parah ketika bencana banjir bandang yang terjadi pada bulan November 2025 lalu. Di tengah bencana yang melanda, terjalin erat hubungan antara Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dengan warga di sana. Berawal dari masa-masa sulit akibat bencana, relawan Tzu Chi hadir dengan bantuan yang dibutuhkan warga.
Pasca bencana tersebut, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia segera bergerak cepat menyalurkan bantuan yang terdiri dari beras, roti kering, perlengkapan sanitasi, dan berbagai kebutuhan lainnya. Bantuan tersebut disalurkan dengan harapan bisa meringankan beban warga yang tengah berjuang untuk pulih.
Kehangatan bantuan yang diberikan Tzu Chi Indonesia ini juga menjadi pemantik semangat baru, yang pada akhirnya menggugah terbentuknya komunitas relawan Tzu Chi di Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Tengah. Para relawan ini bukan hanya ada saat bencana datang, tetapi juga memberikan perhatian jangka panjang yang dibutuhkan masyarakat, dengan mengadakan kegiatan bakti sosial.
Pasca bencana tersebut, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia segera bergerak cepat menyalurkan bantuan yang terdiri dari beras, roti kering, perlengkapan sanitasi, dan berbagai kebutuhan lainnya. Bantuan tersebut disalurkan dengan harapan bisa meringankan beban warga yang tengah berjuang untuk pulih.
Kehangatan bantuan yang diberikan Tzu Chi Indonesia ini juga menjadi pemantik semangat baru, yang pada akhirnya menggugah terbentuknya komunitas relawan Tzu Chi di Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Tengah. Para relawan ini bukan hanya ada saat bencana datang, tetapi juga memberikan perhatian jangka panjang yang dibutuhkan masyarakat, dengan mengadakan kegiatan bakti sosial.
Pada hari Selasa hingga Kamis, 17-19 Maret 2026, sebanyak 12 orang relawan Tzu Chi yang berada di Takengon turun langsung ke desa-desa yang terdampak banjir untuk menyalurkan bantuan berupa lima ton Beras Cinta Kasih. Meski perjalanan menuju desa-desa tersebut penuh tantangan, dengan medan berbukit dan jurang yang curam, semangat para relawan tidak surut. Mereka melanjutkan perjalanan dengan tekad kuat untuk membantu sesama, tanpa memandang suku, ras, maupun agama.
“Saya merasa daerah Bener Meriah dan Takengon sangat membutuhkan perhatian Tzu Chi, senyum dari penerima bantuan merupakan obat pereda lelah untuk kami yang telah menempuh perjalanan jauh,” ujar Mariana, salah seorang relawan Tzu Chi.
Perasaan tersebut menggambarkan betapa besar kepedulian para relawan terhadap masyarakat yang mereka bantu. Senyum tulus penerima bantuan adalah sebuah penghargaan tak ternilai bagi mereka yang rela berjuang demi kebaikan orang lain.Mariana dan tim relawan bergerak dengan gesit, memastikan bahwa setiap bantuan beras yang mereka bawa dapat tersalurkan dengan tepat sasaran.
“Saya merasa daerah Bener Meriah dan Takengon sangat membutuhkan perhatian Tzu Chi, senyum dari penerima bantuan merupakan obat pereda lelah untuk kami yang telah menempuh perjalanan jauh,” ujar Mariana, salah seorang relawan Tzu Chi.
Perasaan tersebut menggambarkan betapa besar kepedulian para relawan terhadap masyarakat yang mereka bantu. Senyum tulus penerima bantuan adalah sebuah penghargaan tak ternilai bagi mereka yang rela berjuang demi kebaikan orang lain.Mariana dan tim relawan bergerak dengan gesit, memastikan bahwa setiap bantuan beras yang mereka bawa dapat tersalurkan dengan tepat sasaran.
Martini, salah seorang warga Kabupaten Bener Meriah, sangat bergembira saat melihat mobil dengan bendera Tzu Chi memasuki kampungnya. “Kami sangat berterima kasih kepada Tzu Chi karena telah membantu kami, bahkan ketika bencana sudah lewat,” ujar Martini penuh haru.
Tidak hanya Martini yang merasakan sukacita, anak-anak di Kabupaten Bener Meriah juga merasakan kebahagiaan yang luar biasa ketika mereka menerima susu kotak dari para relawan. “Kami senang sekali kak, sudah lama kami enggak minum susu,” ungkap seorang anak dengan wajah ceria. Tentu saja, bagi anak-anak tersebut, bantuan kecil seperti susu bisa membawa kebahagiaan yang besar, apalagi di tengah-tengah kesulitan yang mereka hadapi pasca bencana.
Tidak hanya Martini yang merasakan sukacita, anak-anak di Kabupaten Bener Meriah juga merasakan kebahagiaan yang luar biasa ketika mereka menerima susu kotak dari para relawan. “Kami senang sekali kak, sudah lama kami enggak minum susu,” ungkap seorang anak dengan wajah ceria. Tentu saja, bagi anak-anak tersebut, bantuan kecil seperti susu bisa membawa kebahagiaan yang besar, apalagi di tengah-tengah kesulitan yang mereka hadapi pasca bencana.
Tzu Chi Indonesia memberikan pendampingan jangka Panjang pascabencana bagi masyarakat Tanah Gayo. Seperti yang selalu ditegaskan dalam semboyan Tzu Chi, “Datang Paling Awal, Pulang Paling Akhir”.
Relawan berkomitmen untuk mendampingi masyarakat di berbagai aspek, baik jasmani maupun batin. Pendekatan ini tidak hanya menjangkau kebutuhan fisik mereka, tetapi juga menyentuh hati dan memberikan harapan baru untuk masa depan yang lebih baik. Setiap senyuman yang terukir di wajah penerima, adalah bukti nyata dari kasih sayang dan ketulusan Tzu Chi Indonesia kepada sesama.
Jurnalis : Mariana, Ronaldo (Tzu Chi Aceh),
Fotografer : Dokumen Tzu Chi Aceh,
Editor : Fikhri Fathoni.
Relawan berkomitmen untuk mendampingi masyarakat di berbagai aspek, baik jasmani maupun batin. Pendekatan ini tidak hanya menjangkau kebutuhan fisik mereka, tetapi juga menyentuh hati dan memberikan harapan baru untuk masa depan yang lebih baik. Setiap senyuman yang terukir di wajah penerima, adalah bukti nyata dari kasih sayang dan ketulusan Tzu Chi Indonesia kepada sesama.
Jurnalis : Mariana, Ronaldo (Tzu Chi Aceh),
Fotografer : Dokumen Tzu Chi Aceh,
Editor : Fikhri Fathoni.