Mendalami Misi Tzu Chi melalui Pelatihan Relawan
Dalam kegiatan ini, para peserta mendapatkan berbagai materi yang berkaitan dengan Misi Tzu Chi dan praktik Pradaksina, yang mengajak relawan untuk bersatu hati, melatih diri, dan menjalin jodoh baik dengan sesama.
Pada sesi awal, Sylvia Irnawaty, relawan Tzu Chi, memaparkan mengenai Pradaksina yang berarti mengelilingi objek suci. Ia mengungkapkan bahwa melalui praktik meditasi berjalan ini, seseorang dapat melatih perkataan dan perbuatan sehingga menjadi lebih fokus. Menurutnya, ketenangan batin sangat penting agar seseorang dapat mencari solusi dengan bijaksana ketika menghadapi permasalahan.
Bachtiar juga menyampaikan bahwa penggunaan kantong plastik yang awalnya diciptakan untuk digunakan berulang kali, namun kini justru menjadi barang sekali pakai. Menurutnya, kebiasaan tersebut mungkin dianggap biasa karena dilakukan banyak orang, tetapi tidak sepenuhnya benar karena plastik sulit terurai dan dapat mencemari lingkungan.
Setelah itu para peserta diajak untuk mulai menerapkan “Satu Hari Lima Kebajikan”, seperti menghemat air dan listrik, menggunakan transportasi umum, membawa alat makan sendiri, serta menjalani pola makan vegetarian. Melalui pelestarian lingkungan, peserta juga belajar mengendalikan keinginan serta lebih bijak dalam menggunakan barang demi menjaga bumi bagi generasi mendatang.
Dalam pelatihan ini juga, Ritawati, relawan Tzu Chi, memaparkan tujuan Misi Pendidikan Tzu Chi, serta visi dan misi yang diwujudkan oleh relawan komunitas melalui kelas budi pekerti. “Pendidikan Tzu Chi bertujuan untuk menumbuhkan welas asih agar anak-anak dapat dibimbing ke jalan yang benar,” tuturnya. Ia juga mengutip pesan Master Cheng Yen bahwa sebelum membimbing orang lain, kita harus terlebih dahulu membina diri sendiri menuju jalan yang benar.
DAAI TV sebagai saluran televisi yang mengutamakan kebenaran, kebajikan, dan keindahan merupakan perwujudan dari Misi Budaya Humanis Tzu Chi. Kehadirannya bertujuan untuk menciptakan aliran jernih ke seluruh masyarakat melalui media. Bernadeta Santhi, salah satu Produser DAAI TV, berbagi cerita mengenai pembangunan jembatan di Sumba Barat Daya, NTT, yang terbentuk dari jalinan jodoh antara masyarakat, komunitas masyarakat, dan pengusaha melalui program Mimpi Jadi Nyata. Bernadeta Santhi juga mengungkapkan bahwa kehadiran televisi cinta kasih ini seperti benang yang merajut jalinan cinta kasih dari berbagai pihak.
Memperpanjang Barisan Relawan Tzu Chi
Pada pelatihan kali ini, sejumlah relawan kembang juga dilantik menjadi relawan Abu Putih. Zeelen serta pasangan suami istri, Paulus dan Titin, menjadi tiga dari sepuluh relawan baru yang dilantik untuk memperpanjang barisan Tzu Chi.
Zeelen, yang berasal dari Jelambar, mengenal Tzu Chi melalui teman orang tuanya yang membantu sang adik menjadi penerima bantuan pendidikan. Ia merasakan kehadiran relawan Tzu Chi yang begitu humanis ketika mengunjungi rumahnya setiap bulan sehingga hatinya tergerak untuk dapat mengikuti kegiatan Tzu Chi secara lebih mendalam. Diawali dengan kegiatan pelestarian lingkungan, kemudian diikuti dengan kegiatan donor darah dan berbagai kegiatan lainnya. “Saya mengikuti kegiatan Tzu Chi untuk pelatihan diri, mengubah perilaku yang buruk menjadi lebih baik dengan belajar di Tzu Chi,” ujar Zeelen.
Bermula saat mengantar orang tua berobat di Tzu Chi Hospital, Paulus dan Titin, yang juga berasal dari komunitas Hu Ai Jelambar, mulai berkenalan dengan Tzu Chi. Pasangan suami istri ini tergerak untuk dapat terjun langsung ke masyarakat karena mereka meyakini bahwa kegiatan Tzu Chi merupakan ladang untuk melatih diri dengan lebih positif, daripada sekadar menghabiskan waktu dengan kegiatan yang kurang bermanfaat di akhir pekan.
“Saya suka membantu orang dan suka untuk terjun langsung ke masyarakat. Kegiatan Tzu Chi ini memiliki banyak manfaat bagi saya untuk membina diri saya sendiri,” ujar Titin.
Fotografer : Bachtiar Loka, Indra Gunawan (He Qi Jakarta Barat 4),
Editor : Fikhri Fathoni.