Setitik Harapan untuk Pelestarian Lingkungan di Bireuen, Aceh
Pada hari Minggu, 24 Mei 2026, menjadi hari yang bersejarah bagi Tzu Chi Bireuen. Setelah 10 tahun lebih, akhirnya Depo Pelestarian Lingkungan Tzu Chi Bireuen diresmikan. Depo ini menjadi rumah bagi insan Tzu Chi untuk menjalankan kegiatan sekaligus membina diri. Depo Pelestarian Lingkungan tersebut beralamat di Jalan T. Nyak Arif/Mawar No. 233, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, Aceh.
Bangunan yang berdiri dengan gagah ini diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan serta tempat bagi insan Tzu Chi untuk membina diri. Acara peresmian ini dihadiri oleh Suwarno, Pembimas Agama Buddha Provinsi Aceh, serta relawan dari berbagai komunitas, seperti Medan, Banda Aceh, Lhokseumawe, Kualasimpang, dan tentunya Komunitas Bireuen sebagai tuan rumah. Selain itu, warga di sekitar Kabupaten Bireuen juga turut hadir dalam kegiatan ini.
Acara dimulai dengan penarikan kain selubung merah yang menutupi papan nama Depo Pelestarian Lingkungan Tzu Chi Bireuen. Setelah prosesi tersebut, para relawan bersama-sama memasuki depo yang terdiri dari empat lantai dengan hati penuh sukacita. Relawan kemudian menuju lantai dua untuk mengikuti rangkaian acara dengan khidmat.
Acara dibuka dengan kata sambutan dari Shu Tjeng, relawan Pembina Tzu Chi Aceh. Dalam sambutannya, Shu Tjeng mengajak semua insan untuk menumbuhkan cinta kasih luhur di dalam batin masing-masing agar dunia terbebas dari bencana.
Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Teo Siau Peing, Ketua Tzu Chi Bireuen. Dalam sambutannya, Siau Peing menyampaikan rasa terima kasih kepada Supandi, sosok insan Tzu Chi yang selalu mengajaknya untuk mengikuti kegiatan. Siau Peing juga telah bertekad di hadapan Master Cheng Yen untuk memajukan Tzu Chi di Kabupaten Bireuen.
Kemudian, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Pembimas Agama Buddha Provinsi Aceh, Bapak Suwarno. Dalam sambutannya, Bapak Suwarno memuji ketulusan dan ketekunan insan Tzu Chi yang sangat ulet dalam memberikan pertolongan kepada masyarakat. Bapak Suwarno juga berpesan kepada insan Tzu Chi agar tidak lupa mencintai diri sendiri.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan persembahan isyarat tangan berjudul Menarik Kereta Maju ke Depan. Melalui isyarat tangan ini, relawan diajak untuk bersatu hati dalam menjalankan empat misi dan delapan jejak Dharma Tzu Chi.
Setelah acara seremonial selesai, kegiatan dilanjutkan dengan makan siang vegetarian. Para relawan disuguhkan berbagai hidangan vegetarian yang lezat. Huicin Sukimin, salah seorang relawan asal Banda Aceh, merasa takjub melihat ikrar yang ditegakkan oleh Teo Siau Peing saat bertemu Master Cheng Yen.
“Saya sangat terharu setelah Siau Peing berikrar saat bertemu Master di Hualien, akhirnya berhasil diresmikan Depo PL di Bireun, sesuai dengan kata perenungan Master dimana ada tekad disitu ada kekuatan,” tuturnya.
Hal serupa juga dirasakan oleh Yenny Waty, salah seorang relawan Tzu Chi komunitas Perintis, Medan.
“Semoga Depo Bireuen kedepannya selain sebagai sarana pendidikan Pelestarian lingkungan bagi warga Bireuen dan titik pilah barang daur ulang, juga sebagai titik kumpul relawan untuk belajar bersama hal-hal yang positif dan bermanfaat, dan menjalin jodoh baik antar sesama,” ujar Yenny Waty dengan penuh sukacita.
Jurnalis : Ronaldo (Tzu Chi Aceh),
Fotografer : Amir Tan (Tzu Chi Medan), Ronaldo (Tzu Chi Aceh),
Editor : Fikhri Fathoni.
Jurnalis : Ronaldo (Tzu Chi Aceh),
Fotografer : Amir Tan (Tzu Chi Medan), Ronaldo (Tzu Chi Aceh),
Editor : Fikhri Fathoni.