Mengajar dengan Tujuan, Mendidik dengan Hati
Setelah menyelesaikan kegiatan mengajar di Kelas Budi Pekerti Tzu Chi Batam, para guru dan DaAi Mama melanjutkan kegiatan dengan mengikuti pelatihan bertajuk “Teach With Purpose” bersama tim JMA (Jalan Maju Akademi) pada hari Minggu, 12 Juli 2026, di Aula Jing Si Batam. Selama kurang lebih 3 jam, sebanyak 35 relawan mengikuti sesi yang dipandu oleh Coach Nouva Ahmad melalui berbagai aktivitas interaktif dan permainan edukatif.
Pelatihan ini mengajak para peserta untuk tidak hanya memahami teori pembelajaran, tetapi juga mengalami secara langsung bagaimana proses belajar yang aktif dapat menciptakan pengalaman yang lebih bermakna. Selain itu, para relawan juga diajak menyadari bahwa perkembangan zaman menuntut perubahan dalam cara mendidik anak.
Seorang guru tidak lagi hanya berperan sebagai penyampai materi, melainkan menjadi pendamping yang mampu mengamati, memahami, serta menggali potensi unik yang dimiliki setiap anak. Dengan pendekatan yang tepat dan penuh perhatian, setiap anak memiliki kesempatan untuk berkembang sesuai dengan karakter dan kemampuannya.
Salah satu materi yang menjadi perhatian peserta adalah konsepĀ Learning Pyramid, yang menunjukkan bahwa pembelajaran akan lebih efektif ketika anak terlibat secara aktif melalui praktik dan pengalaman langsung. Anak tidak hanya belajar dari apa yang didengar atau dibaca, tetapi juga dari proses mencoba, mengalami, bahkan melakukan kesalahan. Melalui pengalaman tersebut, pemahaman dan daya ingat terhadap materi akan tumbuh lebih kuat sekaligus membangun rasa percaya diri dalam belajar.
Pelatihan ini juga mengingatkan bahwa sebagian besar tantangan dalam dunia pendidikan bukan semata persoalan metode mengajar, melainkan berkaitan dengan perilaku, sikap, dan kondisi yang dialami anak. Oleh karena itu, seorang guru perlu membangun hubungan yang dilandasi rasa percaya dengan melihat dunia dari sudut pandang anak. Ketika seorang anak merasa dipahami dan diterima, mereka akan lebih terbuka untuk belajar dan berkembang. Seorang guru pun diharapkan tidak hanya memperhatikan prestasi akademik, tetapi juga hadir sebagai sosok yang memberikan harapan dan dukungan dalam perjalanan hidup setiap anak.
Fang Fang, selaku Koordinator Misi Pendidikan Tzu Chi Batam, mengingatkan bahwa tidak ada anak yang tidak dapat diajar ataupun berubah. Menurutnya, kunci membimbing anak adalah tidak mudah menyerah dan mampu menemukan pendekatan yang sesuai dengan minat serta hobi mereka.
Pelatihan ini juga mengingatkan bahwa sebagian besar tantangan dalam dunia pendidikan bukan semata persoalan metode mengajar, melainkan berkaitan dengan perilaku, sikap, dan kondisi yang dialami anak. Oleh karena itu, seorang guru perlu membangun hubungan yang dilandasi rasa percaya dengan melihat dunia dari sudut pandang anak. Ketika seorang anak merasa dipahami dan diterima, mereka akan lebih terbuka untuk belajar dan berkembang. Seorang guru pun diharapkan tidak hanya memperhatikan prestasi akademik, tetapi juga hadir sebagai sosok yang memberikan harapan dan dukungan dalam perjalanan hidup setiap anak.
Fang Fang, selaku Koordinator Misi Pendidikan Tzu Chi Batam, mengingatkan bahwa tidak ada anak yang tidak dapat diajar ataupun berubah. Menurutnya, kunci membimbing anak adalah tidak mudah menyerah dan mampu menemukan pendekatan yang sesuai dengan minat serta hobi mereka.
Sementara itu, Marlina, salah satu guru Kelas Budi Pekerti Tzu Chi, mendapat pesan dari pelatihan tersebut bahwa apa pun yang telah terjadi merupakan bagian dari proses pembelajaran. “Mau baik atau tidak, anggap semua sudah terjadi dan tidak akan terulang lagi. Jadi, hiduplah di saat sekarang dengan lebih damai,” ujarnya. Ketika ditanya, “Why do you teach?”, Marlina menjawab bahwa guru bukanlah orang yang paling banyak tahu, melainkan orang yang paling bersedia untuk terus belajar, baik dalam ilmu pengetahuan maupun dalam membentuk karakter.
Pelatihan ini menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan sekadar proses mentransfer pengetahuan, melainkan perjalanan untuk memahami, mendampingi, dan menyentuh hati seorang anak. Seorang guru mungkin tidak dapat mengubah seluruh dunia, tetapi melalui ketulusan hati, kesabaran, dan semangat untuk terus belajar, seorang guru dapat mengubah dunia bagi seorang anak. Semoga setiap relawan semakin siap mengajar dengan tujuan, hati, dan membawa dampak yang lebih besar bagi generasi penerus.
Jurnalis : Suwati (Tzu Chi Batam),
Fotografer : Megawati (Tzu Chi Batam),
Editor : Arimami Suryo A.
Pelatihan ini menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan sekadar proses mentransfer pengetahuan, melainkan perjalanan untuk memahami, mendampingi, dan menyentuh hati seorang anak. Seorang guru mungkin tidak dapat mengubah seluruh dunia, tetapi melalui ketulusan hati, kesabaran, dan semangat untuk terus belajar, seorang guru dapat mengubah dunia bagi seorang anak. Semoga setiap relawan semakin siap mengajar dengan tujuan, hati, dan membawa dampak yang lebih besar bagi generasi penerus.
Jurnalis : Suwati (Tzu Chi Batam),
Fotografer : Megawati (Tzu Chi Batam),
Editor : Arimami Suryo A.