Kegiatan di Sumatera Utara

Pemprov Sumut Apresiasi Komitmen Tzu Chi Dampingi Penyintas hingga Tuntas

Upaya menghadirkan hunian yang layak bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera Utara memasuki babak baru. Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara resmi memperkuat sinergi melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai landasan pelaksanaan program pembangunan hunian tetap pascabencana.
Audiensi yang dilakukan pada hari Jumat, 24 Juli 2026 ini, dihadiri Gubernur Sumatera Utara M. Bobby Afif Nasution beserta jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, dan pimpinan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, menjadi momentum untuk membahas langkah-langkah pemulihan masyarakat terdampak bencana secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Bobby Nasution menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia yang dinilai menjadi organisasi pertama yang bergerak membangun hunian tetap di empat kabupaten dan kota terdampak bencana di Sumatera Utara. Menurutnya, ketika pemerintah masih berada dalam masa tanggap darurat, Tzu Chi telah memikirkan langkah pemulihan pascabencana melalui pembangunan hunian tetap.
“Mewakili masyarakat Sumatera Utara yang terdampak bencana, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Tzu Chi menjadi yang pertama bergerak membangun hunian tetap ketika kami masih dalam status tanggap darurat. Saat itu Tzu Chi sudah memikirkan pembangunan untuk tahap pascabencana sehingga hari ini sudah ada masyarakat yang menempati hunian tersebut, dan ada pula yang telah terdata untuk segera menempatinya,” ujar Bobby.
Gubernur Sumatera Utara M. Bobby Afif Nasution menghadiri audiensi dan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) serta Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi atas komitmen Tzu Chi yang bergerak cepat membangun hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera Utara.
Wakil Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Sugianto Kusuma, memperkenalkan para relawan yang telah berkontribusi dalam penanganan tanggap darurat hingga pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera Utara.
Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Kantor Cabang Sumatera Utara, Mujianto, berbagi pengalaman mendampingi masyarakat terdampak bencana serta keterlibatannya dalam berbagai proyek pembangunan hunian tetap di Sumatera Utara.
Menurut Bobby, langkah cepat yang dilakukan Tzu Chi tidak hanya memberikan kepastian tempat tinggal bagi para penyintas, tetapi juga menginspirasi berbagai organisasi dan komunitas lain untuk turut berpartisipasi dalam membantu masyarakat terdampak bencana.
“Yang paling dibutuhkan masyarakat adalah kepastian bahwa mereka akan kembali memiliki tempat tinggal, dan kebutuhan itu langsung dijawab oleh Tzu Chi. Bangunan yang dibangun pun sangat layak, baik dari sisi struktur maupun keamanannya,” katanya.
Ia menambahkan, kerja sama antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia akan terus berlanjut, tidak hanya pada pembangunan hunian tetap, tetapi juga dalam mendukung pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana.
“Bencana bukan hanya meninggalkan luka fisik, tetapi juga berdampak pada perekonomian masyarakat. Karena itu kami sepakat untuk terus memperkuat kerja sama dalam proses pemulihan, termasuk membantu masyarakat mengembangkan sektor ekonomi mereka melalui berbagai kegiatan,” tutup Bobby.
Kepala External Relation & Social Project Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Andre Zulman, memaparkan perkembangan program pembangunan hunian tetap di berbagai wilayah terdampak bencana di Sumatera Utara.
Kolaborasi Berlanjut untuk Pemulihan Masyarakat
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Sugianto Kusuma, mengatakan bahwa audiensi bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana secara menyeluruh.
“Saya rasa audiensi ini sangat bagus sekali supaya kita bisa berbicara dalam aspek yang lebih luas mengenai apa yang kita niatkan untuk membantu masyarakat. Tadi kami berdiskusi bagaimana membantu warga yang menjadi korban bencana, bukan hanya menyediakan hunian, tetapi juga memikirkan bagaimana pemulihan ekonomi mereka sesuai dengan mata pencaharian masing-masing,” ujar Sugianto Kusuma.
Beliau pun menambahkan, sejak awal Tzu Chi berkomitmen untuk hadir mulai dari tahap tanggap darurat hingga proses pemulihan selesai. Karena itu, pembangunan hunian tetap menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat kembali menjalani kehidupan dengan lebih baik.
Gubernur Sumatera Utara M. Bobby Afif Nasution dan Wakil Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Sugianto Kusuma, menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) sebagai landasan penguatan kolaborasi dalam pembangunan hunian tetap pascabencana di Sumatera Utara.
“Memang sudah menjadi kebiasaan Tzu Chi, di mana ada bencana, Tzu Chi berjalan di depan dan bekerja sampai tuntas. Kami bersyukur langkah ini juga menginspirasi banyak komunitas dan organisasi lain untuk ikut membantu. Selain 1.103 hunian tetap yang dibangun Tzu Chi di Sumatera Utara, kemudian hadir sekitar 1.500 bantuan hunian dari berbagai organisasi dan Yayasan lainnya. Ini sangat baik karena semakin banyak masyarakat terdampak bencana yang bisa terbantu,” katanya.
Ke depan, Sugianto Kusuma berharap kolaborasi antara Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tidak berhenti pada pembangunan hunian tetap, tetapi juga berlanjut pada berbagai program pemberdayaan masyarakat.
“Kami berharap kerja sama ini bisa terus berkembang, termasuk membantu para petani, nelayan, dan masyarakat bermatapencaharian lainnya agar dapat meningkatkan pendapatan mereka. Jadi setelah memiliki tempat tinggal yang layak, mereka juga dapat bangkit kembali secara ekonomi,” tutupnya.
Gubernur Sumatera Utara M. Bobby Afif Nasution bersama Wakil Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Sugianto Kusuma, menunjukkan Memorandum of Understanding (MoU) yang telah ditandatangani.

Hingga saat ini, pembangunan hunian tetap di Sumatera Utara terus menunjukkan perkembangan yang positif. Dari total 1.103 unit rumah yang direncanakan, sebanyak 648 unit telah rampung dibangun, dengan 562 unit di antaranya telah diserahterimakan kepada masyarakat terdampak bencana. Melalui kolaborasi yang terus diperkuat, diharapkan semakin banyak keluarga dapat segera menempati hunian yang aman, layak, dan menjadi awal untuk membangun kembali kehidupan mereka.

Jurnalis : Metta Wulandari,
Fotografer : Metta Wulandari,
Editor : Fikhri Fathoni.