Menyelamatkan Pasien dengan Keluhuran dan Cinta Kasih
“Saat muda, Kakak Chang-yun bekerja sebagai pemecah batu. Karena tidak mengenakan masker, beliau mengalami fibrosis paru yang serius dan didiagnosis menderita pneumokoniosis. Saat datang berobat, beliau mengalami sesak napas. Begitu bergerak, saturasi oksigennya langsung menurun. Lalu, saya menjalankan tes daya tahan jantung dan paru serta mengatur program rehabilitasi untuknya,” kata Lan Zhou-jin, Kepala Departemen Pulmonologi Rumah Sakit Tzu Chi Taipei.
“Kita bisa melihat Kakak Chang-yun kembali bersumbangsih sebagai relawan di komunitas. Barang yang lebih besar dari tubuhnya pun bisa dibawanya dengan mudah. Beliau berkata bahwa hal yang paling menggembirakan ialah dapat terus menjalankan Tzu Chi,” pungkas Lan Zhou-jin.
Misi kesehatan merupakan sebuah misi besar karena setiap orang pasti akan mengalami lahir, tua, sakit, dan mati. Semua ini merupakan hukum alam. Di antara begitu banyak bidang, kita memiliki jalinan jodoh dengan bidang kesehatan dan pendidikan. Terlebih, kita juga memiliki jalinan jodoh dengan amal. Misi amal, kesehatan, dan pendidikan sangat dibutuhkan di dunia ini. Semua ini ada di Tzu Chi. Berkat jalinan jodoh yang istimewa, Tzu Chi juga memiliki misi budaya humanis. Misi budaya humanis mengemban misi yang sangat istimewa.
Mengenai misi amal, kita harus menyebarkan kebajikan. Kita harus menyebarkan kebajikan, jangan membicarakan keburukan orang lain. Insan Tzu Chi tak pernah membicarakan keburukan orang dan selalu bertutur kata baik. Selain bertutur kata baik, kita juga harus memotivasi orang untuk berbuat baik. Setiap orang hendaknya berbuat baik. Jadi, setiap misi Tzu Chi mengajarkan kebajikan.
Mengenai misi amal, kita harus menyebarkan kebajikan. Kita harus menyebarkan kebajikan, jangan membicarakan keburukan orang lain. Insan Tzu Chi tak pernah membicarakan keburukan orang dan selalu bertutur kata baik. Selain bertutur kata baik, kita juga harus memotivasi orang untuk berbuat baik. Setiap orang hendaknya berbuat baik. Jadi, setiap misi Tzu Chi mengajarkan kebajikan.
Kita juga harus berbagi kisah tentang misi kesehatan kita karena kita memiliki banyak dokter baik yang melindungi kehidupan dengan cinta kasih. Dokter harus tidak henti-hentinya belajar karena teknologi dan keterampilan medis terus mengalami kemajuan seiring perkembangan zaman. Kita memiliki jalinan jodoh baik seperti ini. Setiap kali mendengar kalian berbagi pengalaman, saya sering mendengar tentang perlengkapan medis baru atau kasus penyakit langka baru, bagaimana kalian membantu pasien, dan sebagainya.
Dokter harus berusaha untuk melenyapkan penderitaan pasien. Pasien mengalami penderitaan fisik karena penyakit dan dokter bersusah payah untuk mengobati pasien. Saat ada pasien yang datang tengah malam dengan kondisi kritis, tim medis harus merawat mereka, mencari tahu sebab penderitaan mereka, dan berusaha untuk melenyapkan penderitaan mereka.
Dokter yang baik akan berbicara lemah lembut dan mendekati pasien dengan penuh cinta kasih. Dokter yang baik sungguh bagaikan Buddha hidup. Pasien menyerahkan nyawa mereka ke tangan dokter. Jadi, pasien sangat yakin terhadap dokter. Keyakinan adalah ibu dari segala pahala. Yang paling efektif ialah memperoleh kepercayaan pasien. Dengan demikian, melihat dokter saja, pasien akan merasa tenang. Hati yang tenang akan menstabilkan kondisi pasien.
Jadi, dokter juga harus membina keluhuran. Inilah yang disebut etika dokter. Keluhuran dan cinta kasih dokter akan memperoleh kepercayaan pasien. Inilah nilai kehidupan. Menginventarisasi nilai kehidupan masing-masing, saya yakin bahwa kehidupan semua orang di sini sangat bernilai. Saya sangat tersentuh.
Dokter harus berusaha untuk melenyapkan penderitaan pasien. Pasien mengalami penderitaan fisik karena penyakit dan dokter bersusah payah untuk mengobati pasien. Saat ada pasien yang datang tengah malam dengan kondisi kritis, tim medis harus merawat mereka, mencari tahu sebab penderitaan mereka, dan berusaha untuk melenyapkan penderitaan mereka.
Dokter yang baik akan berbicara lemah lembut dan mendekati pasien dengan penuh cinta kasih. Dokter yang baik sungguh bagaikan Buddha hidup. Pasien menyerahkan nyawa mereka ke tangan dokter. Jadi, pasien sangat yakin terhadap dokter. Keyakinan adalah ibu dari segala pahala. Yang paling efektif ialah memperoleh kepercayaan pasien. Dengan demikian, melihat dokter saja, pasien akan merasa tenang. Hati yang tenang akan menstabilkan kondisi pasien.
Jadi, dokter juga harus membina keluhuran. Inilah yang disebut etika dokter. Keluhuran dan cinta kasih dokter akan memperoleh kepercayaan pasien. Inilah nilai kehidupan. Menginventarisasi nilai kehidupan masing-masing, saya yakin bahwa kehidupan semua orang di sini sangat bernilai. Saya sangat tersentuh.
Belakangan ini, baik terhadap relawan Tzu Chi maupun staf badan misi kita, saya selalu berkata bahwa kita harus menginventarisasi kehidupan masing-masing. Saat berjuang untuk menyelamatkan kehidupan dan melenyapkan penderitaan pasien, kita juga harus menginventarisasi kehidupan diri sendiri.
“Saat muda, ketika baru lulus ujian dokter spesialis pulmonologi, saya merasa bahwa saya bisa menangani segalanya. Namun, lama-kelamaan, saya mendapati bahwa peran saya lebih mirip seorang penuntun di hutan kegelapan. Saat ada pasien yang terluka, saya mendampingi dan memapahnya saya mendampingi dan memapahnya agar dia dapat keluar dari hutan kegelapan,” kata Chen Xin-jun, Kepala Departemen Pulmonologi Rumah Sakit Tzu Chi Dalin.
“Saya belum tentu menjadi lebih jago mencari jalan, tetapi saya tahu jalan mana yang mungkin tidak bisa dilalui. Sebagian pasien berkesempatan untuk keluar dari hutan kegelapan ini, tetapi ada pula yang tidak. Saya saja tidak bisa membantu mereka keluar dari sana. Mereka sendiri harus membangkitkan tekad untuk keluar dari sana. Jadi, saya menjadi lebih rendah hati,” lanjut Chen Xin-jun.
“Namun, Wakil Kepala RS Lai mengingatkan saya bahwa kita tetap harus berusaha semaksimal mungkin. Berusahalah semaksimal mungkin dan serahkan sisanya kepada yang di atas. Setidaknya, kita sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mendampingi pasien berjalan di hutan kegelapan ini,” pungkas Chen Xin-jun.
Kita harus memanfaatkan waktu dan menggenggam jalinan jodoh. Berhubung kini teknologi makin canggih, dokter harus memanfaatkan peralatan medis yang berkualitas untuk meringankan penderitaan pasien. Tiada pengobatan yang bisa membuat orang hidup abadi. Di dunia ini, tidak ada obat yang bisa membuat orang hidup abadi. Tidak ada obat seperti ini. Namun, kita harus menggenggam jalinan jodoh yang ada.
Keluhuran dan cinta kasih para dokter membuat para pasien memercayai mereka sehingga merasa tenang dan damai. Ini bermanfaat bagi kesehatan pasien. Sungguh, kita harus membina dokter yang baik seperti ini. Karena itulah, kita mendirikan Sekolah Tinggi Kedokteran Tzu Chi. Saya sangat sukacita melihat di badan misi pendidikan, kesehatan, dan badan misi lainnya, makin banyak lulusan sekolah kita yang bergabung. Saya merasa bahwa yang kita lakukan tidak sia-sia. Saya merasa tenang.
Di seluruh badan misi Tzu Chi, saya bisa melihat jalinan kasih sayang tak berujung dan cinta kasih agung yang tak terbatas. Jalinan kasih sayang harus diteruskan dari kehidupan ke kehidupan. Saya selalu berikrar untuk meneruskan jalinan jodoh Tzu Chi di kehidupan mendatang. Saya akan memilih untuk lahir dalam keluarga Tzu Chi dan menerima pendidikan di tengah lingkungan Tzu Chi dengan harapan suatu hari nanti, saya dapat kembali menjalankan Tzu Chi.
Jika merasa bahwa saya adalah guru yang baik, kalian hendaknya juga berikrar untuk kembali menjadi dokter dan mengikuti langkah saya dari kehidupan ke kehidupan serta terjun ke tengah masyarakat untuk menolong lebih banyak orang yang membutuhkan. Inilah kehidupan yang bernilai.
Para dokter disebut “Tabib Agung” dan para perawat disebut “Suciwan Berjubah Putih” atau Bodhisattva Avalokitesvara. Para dokter dapat mendiagnosis berbagai penyakit, memahami segala jenis obat, dan memberi obat sesuai penyakit. Semua ini menggambarkan kalian. Dalam Sutra Buddha, terdapat rasa hormat yang mendalam terhadap kalian, para dokter yang bersumbangsih bagi dunia.
Keluhuran dan cinta kasih para dokter membuat para pasien memercayai mereka sehingga merasa tenang dan damai. Ini bermanfaat bagi kesehatan pasien. Sungguh, kita harus membina dokter yang baik seperti ini. Karena itulah, kita mendirikan Sekolah Tinggi Kedokteran Tzu Chi. Saya sangat sukacita melihat di badan misi pendidikan, kesehatan, dan badan misi lainnya, makin banyak lulusan sekolah kita yang bergabung. Saya merasa bahwa yang kita lakukan tidak sia-sia. Saya merasa tenang.
Di seluruh badan misi Tzu Chi, saya bisa melihat jalinan kasih sayang tak berujung dan cinta kasih agung yang tak terbatas. Jalinan kasih sayang harus diteruskan dari kehidupan ke kehidupan. Saya selalu berikrar untuk meneruskan jalinan jodoh Tzu Chi di kehidupan mendatang. Saya akan memilih untuk lahir dalam keluarga Tzu Chi dan menerima pendidikan di tengah lingkungan Tzu Chi dengan harapan suatu hari nanti, saya dapat kembali menjalankan Tzu Chi.
Jika merasa bahwa saya adalah guru yang baik, kalian hendaknya juga berikrar untuk kembali menjadi dokter dan mengikuti langkah saya dari kehidupan ke kehidupan serta terjun ke tengah masyarakat untuk menolong lebih banyak orang yang membutuhkan. Inilah kehidupan yang bernilai.
Para dokter disebut “Tabib Agung” dan para perawat disebut “Suciwan Berjubah Putih” atau Bodhisattva Avalokitesvara. Para dokter dapat mendiagnosis berbagai penyakit, memahami segala jenis obat, dan memberi obat sesuai penyakit. Semua ini menggambarkan kalian. Dalam Sutra Buddha, terdapat rasa hormat yang mendalam terhadap kalian, para dokter yang bersumbangsih bagi dunia.
Misi Tzu Chi didirikan sesuai kebutuhan orang-orang
Menyebarkan kebajikan di tengah masyarakat
Dokter humanis menangani pasien dengan keluhuran, keterampilan, dan cinta kasih
Berikrar kembali ke dunia untuk membawa manfaat bagi semua makhluk
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 08 Mei 2026
Sumber : Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah : Hendry, Marlina, Shinta, Janet, dan Graciela
Ditayangkan Tanggal 10 Mei 2026