Meracik Aroma Kasih dalam Tiap Kantongan Harum Herbal
Selembar kain kecil yang diisi aneka tanaman herbal mungkin tampak sederhana. Namun, di balik kantongan herbal tersebut tersimpan kisah tentang kepedulian, ilmu pengetahuan, serta kebajikan yang terjalin menjadi saru kesatuan.
Kali ini, untuk memperdalam makna filosofi dari kantongan herbal, relawan Tzu Chi Medan mengadakan kegiatan membuat kantongan harum dari rumput herbal pada Selasa, 16 Juni 2026, di Jingsi Books & Cafe, Jalan Perintis Kemerdekaan, Komplek Grand Jati Junction, Medan.
Kali ini, untuk memperdalam makna filosofi dari kantongan herbal, relawan Tzu Chi Medan mengadakan kegiatan membuat kantongan harum dari rumput herbal pada Selasa, 16 Juni 2026, di Jingsi Books & Cafe, Jalan Perintis Kemerdekaan, Komplek Grand Jati Junction, Medan.
Kegiatan yang dihadiri sebanyak 48 relawan Tzu Chi Medan, dipandu langsung oleh salah satu relawan Tzu Chi, Yenny Waty yang memulai acara dengan meditasi juga bertujuan untuk menenangkan diri, setelah itu dilanjutkan dengan memperkenalkan narasumber yang akan membagikan pengalaman serta materi kepada para peserta.
“Saat ini, ada 2 narasumber yang akan mengisi materi kegiatan, yang pertama menyampaikan tentang filosofi kantongan harum disampaikan Jusni Lina dan dilanjut materi praktek membuat kantongan teh dibawakan oleh Laily Shijie,” ucap Yenny Waty.
“Saat ini, ada 2 narasumber yang akan mengisi materi kegiatan, yang pertama menyampaikan tentang filosofi kantongan harum disampaikan Jusni Lina dan dilanjut materi praktek membuat kantongan teh dibawakan oleh Laily Shijie,” ucap Yenny Waty.
Selanjutnya, pengisian materi langsung disampaikan oleh Jusni Lina. Ia menyampaikan bahwa dalam budaya Tionghoa, ketika mengunjungi orang yang sedang sakit atau menghadiri upacara duka, sering kali seseorang membawa daun 艾草(Ài cǎo) Mugwort (Artemisia vulgaris) sebagai simbol penyucian diri ketika kembali ke rumah.
Menurut Jusni Lina, dahulu, masyarakat percaya bahwa membawa daun mugwort dapat mengusir hal yang tidak baik. Namun, seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, diketahui tanaman tersebut mengandung senyawa alami yang memiliki sifat antibakteri dan antivirus.
“Ternyata, tradisi yang diwariskan terdahulu secara turun-temurun memiliki dasar ilmiah dan memberikan manfaat nyata bagi kesehatan,” ungkap Jusni Lina.
Menurut Jusni Lina, dahulu, masyarakat percaya bahwa membawa daun mugwort dapat mengusir hal yang tidak baik. Namun, seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, diketahui tanaman tersebut mengandung senyawa alami yang memiliki sifat antibakteri dan antivirus.
“Ternyata, tradisi yang diwariskan terdahulu secara turun-temurun memiliki dasar ilmiah dan memberikan manfaat nyata bagi kesehatan,” ungkap Jusni Lina.
Tak hanya menjelaskan manfaatnya saja, ia menceritakan tentang keyakinan akan manfaat tanaman herbal yang menjadi perhatian Master Cheng Yen. Berangkat dari kepeduliannya terhadap kesehatan masyarakat, beliau mendorong tim peneliti di Rumah Sakit Tzu Chi, Hualien, Taiwan, untuk terus mengkaji dan mengembangkan potensi berbagai tanaman obat tradisional yang bermanfaat bagi kesehatan.
Saat pandemi Covid-19 melanda dunia, hasil penelitian tersebut melahirkan Jing Si Herbal Tea, yang merupakan minuman yang diracik dari 8 jenis tanaman pilihan. Pada masa itu, teh herbal ini dibagikan kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian untuk membantu menjaga kesehatan serta meningkatkan daya tahan tubuh.
Tanaman herbal ini juga dapat dikaitkan dengan ajaran Dharma yang terdapat dalam Sutra Teratai. Dalam perumpamaan tanaman obat, diceritakan bahwa hujan turun secara merata kepada seluruh tumbuhan.
Meskipun menerima air hujan yang sama, setiap tanaman menyerap dan bertumbuh sesuai dengan kapasitas dan kondisinya. Demikian juga dengan ajaran Buddha. Dharma hadir dan diberikan kepada semua makhluk tanpa membeda-bedakan, namun setiap orang menerima, memahami, dan mempraktikkannya sesuai dengan tingkat kesiapan serta kematangan batinnya.
Saat pandemi Covid-19 melanda dunia, hasil penelitian tersebut melahirkan Jing Si Herbal Tea, yang merupakan minuman yang diracik dari 8 jenis tanaman pilihan. Pada masa itu, teh herbal ini dibagikan kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian untuk membantu menjaga kesehatan serta meningkatkan daya tahan tubuh.
Tanaman herbal ini juga dapat dikaitkan dengan ajaran Dharma yang terdapat dalam Sutra Teratai. Dalam perumpamaan tanaman obat, diceritakan bahwa hujan turun secara merata kepada seluruh tumbuhan.
Meskipun menerima air hujan yang sama, setiap tanaman menyerap dan bertumbuh sesuai dengan kapasitas dan kondisinya. Demikian juga dengan ajaran Buddha. Dharma hadir dan diberikan kepada semua makhluk tanpa membeda-bedakan, namun setiap orang menerima, memahami, dan mempraktikkannya sesuai dengan tingkat kesiapan serta kematangan batinnya.
Di balik setiap kantong teh herbal, para relawan bekerja dengan penuh ketelitian. Setiap gerakan tangan mereka seolah tidak hanya meracik aroma, namun juga menyertakan doa dan harapan agar setiap orang yang menerima dapat merasakan ketenangan batin.
Aroma yang keluar dari kantungan herbal juga menjadi pengingat akan makna tersebut. Saat menghirup harumnya tanaman alami, kita diajak untuk mengingat keharuman dharma. Ketika ajaran Dharma benar-benar meresap ke dalam batin, maka pikiran menjadi lebih jernih, ucapan menjadi lebih lembut, dan tindakan akan memancarkan kebajikan yang membawa manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.
Melalui Perumpamaan Tanaman Obat, kita belajar bahwa setiap orang memiliki potensi kebaikan yang berharga, seperti tanaman yang menyimpan khasiat tanpa menyadarinya, kita pun kerap belum mengenali kekuatan dalam diri sendiri. Dengan menumbuhkan welas asih, kesabaran, dan kebijaksanaan, setiap orang dapat menjadi pribadi yang lembut juga tangguh dalam menghadapi kehidupan.
Aroma yang keluar dari kantungan herbal juga menjadi pengingat akan makna tersebut. Saat menghirup harumnya tanaman alami, kita diajak untuk mengingat keharuman dharma. Ketika ajaran Dharma benar-benar meresap ke dalam batin, maka pikiran menjadi lebih jernih, ucapan menjadi lebih lembut, dan tindakan akan memancarkan kebajikan yang membawa manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.
Melalui Perumpamaan Tanaman Obat, kita belajar bahwa setiap orang memiliki potensi kebaikan yang berharga, seperti tanaman yang menyimpan khasiat tanpa menyadarinya, kita pun kerap belum mengenali kekuatan dalam diri sendiri. Dengan menumbuhkan welas asih, kesabaran, dan kebijaksanaan, setiap orang dapat menjadi pribadi yang lembut juga tangguh dalam menghadapi kehidupan.
Setelah itu, acara dilanjutkan oleh Laily yang memberikan bimbingan kepada peserta, tentang bagaimana cara membuat kantongan dan memasukkan jenis herbal yang dimasukkan. Para peserta tampak antusias belajar cara menjahit kantongan harum herbal, beberapa orang juga berkumpul untuk melihat cara menjahit kantongan herbal yang benar.
Meracik kantongan harum herbal akhirnya bukan hanya menjadi kegiatan keterampilan tangan. Kegiatan ini, menjadi sarana belajar menghargai alam, menghormati ilmu pengetahuan, serta mempraktikkan Dharma dalam kehidupan sehari-hari.
Dari tanaman sederhana, kita belajar bahwa manfaat besar lahir dari keharmonisan. Dari aroma harum yang lembut, kita belajar menyebarkan ketenangan dan sebuah kantungan kecil, mengingatkan bahwa setiap orang memiliki potensi untuk membawa keharuman kebajikan bagi dunia.
Setiap aroma yang tercium bukan hanya memberikan rasa nyaman, tetapi juga mengingatkan bahwa alam telah menyediakan begitu banyak anugerah, untuk menjaga kesehatan sekaligus menenangkan hati manusia.
Jurnalis : Yanti Yunita (Tzu Chi Medan),
Fotografer : Yanti Yunita (Tzu Chi Medan),
Editor : Nur Al Fajar Rumsari.
Meracik kantongan harum herbal akhirnya bukan hanya menjadi kegiatan keterampilan tangan. Kegiatan ini, menjadi sarana belajar menghargai alam, menghormati ilmu pengetahuan, serta mempraktikkan Dharma dalam kehidupan sehari-hari.
Dari tanaman sederhana, kita belajar bahwa manfaat besar lahir dari keharmonisan. Dari aroma harum yang lembut, kita belajar menyebarkan ketenangan dan sebuah kantungan kecil, mengingatkan bahwa setiap orang memiliki potensi untuk membawa keharuman kebajikan bagi dunia.
Setiap aroma yang tercium bukan hanya memberikan rasa nyaman, tetapi juga mengingatkan bahwa alam telah menyediakan begitu banyak anugerah, untuk menjaga kesehatan sekaligus menenangkan hati manusia.
Jurnalis : Yanti Yunita (Tzu Chi Medan),
Fotografer : Yanti Yunita (Tzu Chi Medan),
Editor : Nur Al Fajar Rumsari.