Merayakan Imlek Bersama Penghuni Panti Jompo Guna Budi Bakti
Kunjungan ini tidak hanya sebagai bentuk perhatian kepada para Lansia, tetapi juga sebagai wujud kebersamaan dan persaudaraan yang menumbuhkan rasa syukur. “Kunjungan ke panti jompo ini sekaligus merayakan Imlek bersama opa dan oma. Kami, para relawan, menjadi pengganti anak cucu mereka, memberikan perhatian dan menghibur agar mereka tidak merasa kesepian,” ungkap Sumida, relawan Tzu Chi yang menjadi koordinator kegiatan.
Kegembiraan pun mulai terasa ketika para penghuni panti dihibur dengan lagu-lagu lawas bertema Imlek yang dibawakan dengan penuh semangat. Senyum bahagia terpancar di wajah mereka saat diajak bernyanyi dan berjoget bersama para relawan. Suasana meriah semakin terasa ketika beberapa lansia turut menyumbangkan lagu favorit mereka, membawa nostalgia dan kenangan tersendiri. Beberapa lansia lainnya bersama para relawan menari mengikuti irama lagu yang sedang mengalun. Meskipun usia mereka telah lanjut, semangat yang mereka tunjukkan tak kalah dengan anak-anak muda.
Selain hiburan musik, para opa dan oma juga disuguhkan pertunjukan isyarat tangan lagu Jiak Cai Xiong Gai Zan (Bervegetarian Paling Mengagumkan) yang dibawakan oleh para relawan. Pesan yang ingin disampaikan melalui pertunjukan ini adalah mengajak hidup sehat dengan bervegetarian. Di penghujung acara, para relawan memijat opa dan oma serta mengajak mereka berbincang ringan, menciptakan kehangatan layaknya keluarga sendiri. Acara kemudian ditutup dengan pembagian paket Imlek berupa mi DAAI, diikuti dengan doa bersama, sesi foto, dan makan bersama. Bagi para penghuni panti yang tidak dapat berjalan, relawan mengantarkan makanan ke kamar mereka sembari berbincang dan memastikan kondisi mereka.
Tjioe Ta Po (65), salah satu pengurus panti jompo, menyambut baik kehadiran relawan Tzu Chi yang dengan sepenuh hati memberikan kebahagiaan bagi para penghuni panti. Menurutnya, kunjungan ini sangat berarti untuk mengisi kekosongan mereka yang jauh dari keluarga. “Setiap kali Tzu Chi berkunjung, opa dan oma sangat gembira dan bersemangat. Mereka bernyanyi, menari, menyaksikan pertunjukan isyarat tangan, dan menikmati makanan vegetarian. Semua ini sangat baik untuk kesehatan dan mental mereka. Terima kasih kepada relawan Tzu Chi yang telah meluangkan waktu untuk menghibur dan melayani opa dan oma dengan penuh kehangatan,” tuturnya.
Salah satu penghuni panti, Opa Effendy (78), yang telah tinggal di sana selama 13 tahun, mengungkapkan kebahagiaannya atas kunjungan ini. “Kami merasa diperhatikan dan terhibur, serasa memiliki keluarga sendiri. Masih ada orang baik yang peduli kepada kami, sehingga kami tidak merasa kesepian. Terima kasih dan hormat kami untuk Master Cheng Yen yang berhati mulia mendirikan Yayasan Tzu Chi, serta untuk para relawan yang penuh dedikasi berbagi berkah di mana saja,” ucapnya dengan antusias.
Hal yang sama dirasakan oleh Oma Nursiah (67), yang telah menghuni panti selama tujuh tahun. “Pastinya kami sangat senang dihibur dengan lagu Imlek dan barongsai, dipijat relawan, serta mendapat angpau dari Dewa Rezeki. Relawan yang bernyanyi dan berjoget bersama kami membuat suasana terasa seperti keluarga sendiri. Semoga Tzu Chi mau datang lagi supaya kami tidak kesepian. Semoga Tzu Chi terus berbagi berkah dan kebahagiaan kepada siapa saja,” ungkapnya penuh harapan. Baginya, kunjungan ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga pengingat bahwa para lansia di panti jompo juga berhak mendapatkan kasih sayang.
Kunjungan kasih ke panti jompo ini merupakan wujud nyata ajaran Master Cheng Yen untuk mencintai semua makhluk, termasuk lansia. Kegiatan ini mengingatkan bahwa suatu saat nanti, kita semua akan menua dan membutuhkan perhatian serta kasih sayang. Menjaga dan menghibur lansia mengajarkan kita untuk mengasihi mereka seperti orang tua sendiri. Seperti kata perenungan Master Cheng Yen, “Panti jompo terbaik adalah rumah sendiri,” kita diharapkan untuk tidak melupakan jasa orang tua dan membalas budi mereka dengan merawat mereka hingga akhir hayat, sebagaimana mereka merawat kita sejak kecil.
Jurnalis : Robby Mulia Halim (Tzu Chi Medan),
Fotografer : Kamin, Robby Mulia Halim (Tzu Chi Medan),
Editor : Hadi Pranoto.