Penghijauan Tepi Sungai Elang
“Cara kita berterima kasih dan membalas budi baik bumi adalah dengan tetap bertekad melestarikan lingkungan”
– Kata Perenungan Master Cheng Yen –
Jumat siang menjelang sore cuaca cukup terik. Tampak beberapa relawan dan siswa sudah bersiap. Ada beberapa yang memakai topi untuk berlindung dari terik matahari. Peluh bercucuran membasahi wajah. Namun kegembiraan terpancar dari wajah setiap relawan dan siswa.
“Hari ini kita mengumpulkan relawan dan siswa SMP Eka Tjipta 02 Kongbeng untuk menanami tepi Sungai Elang. Kita tahu jika tepi sungai atau biasa disebut juga sempadan sungai itu sebagai areal HCV (High Conservation Value) yang merupakan areal berkonservasi tinggi. Sempadan sungai adalah satu areal yang perlu mendapatkan perlindungan dalam perkebunan sawit yang berfungsi sebagai pengendali erosi, sedimentasi dan banjir. Jadi perlu mendapatkan perhatian dan pengelolaan yang baik,” terang Muhammad Ridlo.
Kegiatan ini dibuka Ketua Xie Li Kalimantan Timur 1, John Oberlin Damanik. Ia berharap kegiatan ini dapat dijalankan di seluruh area konservasi yang ada di wilayah Xie Li Kaltim 1. “Relawan sudah menyiapkan 150 bibit untuk ditanam, mulai dari bibit Sungkai, Ketapang, Durian, Jambu, dan Nangka. Saya berharap ini bisa terus kita lakukan sebagai upaya melestarikan lingkungan yang berkelanjutan. Semoga dengan penanaman ini bisa turut mengurangi erosi, membantu menahan air hujan, dan juga mengurangi risiko banjir di sekitar kita,” harap John Oberlin Damanik.
Kegiatan ini dibuka Ketua Xie Li Kalimantan Timur 1, John Oberlin Damanik. Ia berharap kegiatan ini dapat dijalankan di seluruh area konservasi yang ada di wilayah Xie Li Kaltim 1. “Relawan sudah menyiapkan 150 bibit untuk ditanam, mulai dari bibit Sungkai, Ketapang, Durian, Jambu, dan Nangka. Saya berharap ini bisa terus kita lakukan sebagai upaya melestarikan lingkungan yang berkelanjutan. Semoga dengan penanaman ini bisa turut mengurangi erosi, membantu menahan air hujan, dan juga mengurangi risiko banjir di sekitar kita,” harap John Oberlin Damanik.
Setelah mendapat pengarahan dari Muhammad Ridlo, relawan dan siswa sekolah segera berpencar menanam. Sendau gurau terdengar selama proses penanaman. “Kami dengan sangat senang hati menerima kerjasama ini, karena selain sebagai edukasi kepada siswa-siswi kami, kegiatan ini juga mendukung program Adiwiyata yang diikuti oleh sekolah”, ucap Agustinus, Kepala Sekolah SMP Eka Tjipta 02 Kongbeng.
Kegiatan menanam ini menjadi pelajaran luar sekolah yang diminati siswa. Mereka bersemangat untuk melakukan penanaman, dengan membawa peralatan berkebun seperti cangkul untuk memudahkan menggali tanah. “Ini sangat seru sekali, karena ini pertama kalinya saya dan teman-teman ikut dalam penanaman pohon di sekitar area sempadan sungai. Semoga cepat tumbuh besar bibit-bibit tanaman ini,” ujar Suci Intan, siswi kelas 8.
Kegiatan menanam ini menjadi pelajaran luar sekolah yang diminati siswa. Mereka bersemangat untuk melakukan penanaman, dengan membawa peralatan berkebun seperti cangkul untuk memudahkan menggali tanah. “Ini sangat seru sekali, karena ini pertama kalinya saya dan teman-teman ikut dalam penanaman pohon di sekitar area sempadan sungai. Semoga cepat tumbuh besar bibit-bibit tanaman ini,” ujar Suci Intan, siswi kelas 8.
Salah satu langkah penting dalam menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup adalah dengan melibatkan generasi muda berkontribusi pada penciptaan lingkungan yang lebih baik, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya menjaga bumi bagi generasi mendatang. “Betapa pentingnya menanam pohon sebagai upaya melestarikan lingkungan. Karena satu batang pohon mampu menyerap 50 kg CO2 per tahun yang tentunya akan membantu mengurangi pemanasan global,” ucap Ni Luh Sanidariyanti Shijie.
Kegiatan pada tanggal 30 Mei 2025 ini ditutup dengan jalan santai sore hari sejauh kurang lebih 3-4 Km dari area sempadan sungai ke SMP Eka Tjipta 02 Kongbeng. “Selain bisa menanam pohon, kita juga dapat bonus jalan sehat 6000 langkah”, ujar Anggriany Shijie diiringi riuh tawa bahagia relawan lainnya.
Jurnalis : Noni Syahdini (Tzu Chi Cabang Sinar Mas),
Fotografer : Noni Syahdini (Tzu Chi Cabang Sinar Mas),
Editor : Khusnul Khotimah.
Kegiatan pada tanggal 30 Mei 2025 ini ditutup dengan jalan santai sore hari sejauh kurang lebih 3-4 Km dari area sempadan sungai ke SMP Eka Tjipta 02 Kongbeng. “Selain bisa menanam pohon, kita juga dapat bonus jalan sehat 6000 langkah”, ujar Anggriany Shijie diiringi riuh tawa bahagia relawan lainnya.
Jurnalis : Noni Syahdini (Tzu Chi Cabang Sinar Mas),
Fotografer : Noni Syahdini (Tzu Chi Cabang Sinar Mas),
Editor : Khusnul Khotimah.