Relawan Tzu Chi di Brisbane Membantu Membersihkan Pasca Banjir
Hanya dalam satu minggu, Australia bagian timur menerima curah hujan tahunan karena hujan deras yang berlansung selama 1 minggu. Banjir ini menyebabkan 17 orang meninggl dunia, dengan wilayah Queensland terkena dampak paling parah.
Setelah badai reda, relawan Tzu Chi dari Brisbane segera membantu orang lain terlebih dahulu, walaupun bahkan mereka sendiri terkena dampak bencana. Mengesampingkan perbaikan rumah mereka sendiri, para relawan lebih peduli kepada mereka yang terkena dampak banjir.
Setelah banjir, banyak yang harus dilakukan, dan tidak pernah mudah untuk membersihkan rumah yang terkena banjir. Tidak terbayangkan bagaimana sebuah trampolin yang besar bisa terlempar ke sungai dari halaman belakang rumah. Butuh kerjasama dari banyak orang untuk memindahkannya ke jalan dan membuangnya.
Hujan deras yang terjadi selama seminggu ini sama sekali tidak diduga akan terjadi oleh mereka yang tinggal di sepanjang bantaran sungai.
Anli, salah satu yang terkena banjir parah, berkata, “Biasanya kondisi sungai cukup kering. Kita bisa menyusuri dasar sungai dan menyeberanginya. Pohon-pohon tumbuh. Namun sekarang, setelah hujan semalaman, sungainya penuh.”
Nick, korban banjir yang lain, berkata : “Air pasang datang dan menghanyutkan semua barang dan perabotan. Air banjir mencapai plafon rumah. Tidak ada yang tersisa!”
Bencana dengan skala ini juga terjadi 11 tahun yang lalu. Relawan Tzu Chi Fu Xinyin berkata : “Ada banyak penerima bantuan didaerah tersebut. Kami pernah menolong mereka pada tahun 2011. Bahkan pada hari ini mereka mengeluarkan majalah Tzu Chi tahun 2011 yang terendam banjir. Kami memberi mereka majalah Tzu Chi yang baru.”
Kali ini, tiga daerah terkena bencana paling parah adalah Rocklea, Oxley, dan St. Lucia. Jarak mereka lebih dari 20 km dari kantor Tzu Chi cabang Sydney. Hampir 100 orang relawan membantu selama 2 hari membersihkan rumah para korban banjir.
Anggota Dewan Nicole Johnston berkata : “Banyak relawan yang membantu masih berusia muda. Mereka mungkin tidak tahu tentang bencana yang terjadi di tahun 2011. Senang sekali melihat kaum muda yang pada masa bencana dulu masih bayi kini datang membantu. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih.”
Pada hari kedua, anak-anak muda tersebut sudah lebih memahami dan mengajak anak-anak muda lain untuk bergabung. Kebanyakan adalah mahasiswa University of Queensland. Beberapa dari mereka juga terkena dampak banjir tetapi tetap datang untuk membantu setelah air surut.
Relawan muda Tzu Chi Lan Weiling adalah salah satunya. “Setelah jam 23.00, petugas polisi memberitahu kami bahwa jika kami ingin pergi, kami harus berenang. Air sudah sangat tinggi dan dalam dan kondisi saat itu gelap gulita. Kami ketakutan. Setelah air surut, kami selamat dan segera datang membantu.”
Saat terjadi bencana, banyak orang, termasuk relawan Tzu Chi, tertimpa bencana. Relawan Tzu Chi ingin membantu yang lain terlebih dahulu. Beginilah cara mereka merasakan penderitaan orang lain.
Setelah bencana, orang-orang perlu dimobilisasi dan membawa bantuan dan peduli kepada orang lain. Ketika semua anggotas komunitas dan penduduk saling membantu, area yang terkena banjir bisa dibersihkan dengan cepat dan mudah. Mari kita mempromosikan semangat kerjasama dengan orang lain untuk kebaikan bersama.
Fotografer : Dok. Tzu Chi, Xu Guiying,
Diterjemahkan oleh : Sik Pin.