Kegiatan Internasional

Relawan Tzu Chi Memberikan Bantuan dan Cinta Kasih secara Tepat Waktu Setelah Kebakaran di Sebuah Apartemen di Salisbury

Pada tanggal 17 Januari 2022, sebuah kota pesisir kecil Salisbury di Massachusetts, Amerika Serikat, diterpa badai dasyat. Ditengah suhu rendah dan angin kencang, terjadi kebakaran yang meluas ke lima bangunan di sebuah komunitas dimana para pemiliknya harus menyelamatkan diri. Petugas pemadam kebakaran merespon dengan cepat dan memadamkan api. Meski tidak ada korban jiwa, namun sebanyak 30 keluarga harus mengungsi karena kebakaran tersebut.  

Kebakaran besar terjadi di kota pesisir kecil Salisbury, Massachusetts, pada dini hari tanggal 17 Januari 2022. Pada acara pemberian bantuan oleh Tzu Chi, seorang korban yang selamat Annabelle bertemu dengan para relawan ditemani oleh anaknya.

Tanpa menunda, Massachusetts Emergency Management Agency segera mengumpulkan organisasi-organisasi amal pemberi bantuan seperti Palang Merah Amerika Serikat, Salvation Army, dan Yayasan Tzu Chi, serta lainnya, untuk berkumpul di Hilton Senior Center untuk lebih memahami apa yang dibutuhkan oleh para korban. Selain mengumpulkan informasi di lokasi, relawan Tzu Chi juga menghubungi langsung para korban via telepon untuk konsultasi langsung, dan memberi bantuan dan dukungan kepada 21 keluarga yang tertimpa bencana.
Relawan Tzu Chi Boston awalnya dijadwalkan untuk memberi bantuan kepada para korban pada tanggal 29 Januari, namun badai salju  memaksa mereka menundanya. Minggu berikutnya, tanggal 05 February, prosedur pemberian bantuan resmi dilanjutkan. Hari pemberian bantuan bertepatan dengan Tahun Baru Imlek, namun para relawan tetap antusian untuk berkunjung. Suhu udara di lokasi sekitar -5 derajat Celcius, dan mobil meluncur diatas salju. Relawan terus mengawasi tempat parkir dimana garam ditaburkan.

Para relawan berangkat untuk mendistribusikan bantuan setelah badai salju reda.
Lokasi pemberian bantuan bagi para korban kebakaran.

Tempat pendistribusian bantuan dipenuhi dengan syal hangat dan ramah lingkungan, selimut dan celengan bambu, juga tersedia jeruk dan biskuit untuk acara Tahun Baru Imlek. Dan, setelah para relawan menampilkan pertunjukan dengan isyarat tangan “Kita Adalah Keluarga”, rasa tenang dan lega mulai meresap kuat di ruangan. Interaksi yang tulus antara sesama warga komunitas di lokasi distribusi bantuan menghangatkan hati para hadirin.
Salah seorang korban selamat dari kebakaran tersebut berbagi pemikiran mereka dengan para relawan, mengungkapkan, “Dalam situasi ini, saya menyadari betapa banyak orang baik di dunia ini. Saya harus menemukan arah baru. Meskipun keadaan tidak terlalu baik saat ini, tidak menjadi masalah, karena saya tahu saya harus terus bergerak maju. Ini bukan hanya tentang menolong diri saya sendiri, tetapi juga menolong orang lain.” 

Seorang korban yang selamat berbagi rasa optimis dan ambisi mereka untk terus maju dan mencari arah baru dalam kehidupan mereka.
Para relawan memberi bantuan dengan tulus dan penuh perhatian.
Cinta kasih dan perhatian yang tulus berlimpah di lokasi distribusi bantuan.
Seorang relawan dari komunitas setempat, Dana (kanan), turut serta membantu di acara distribusi bantuan.

Seorang bayi berusia lima bulan, James, membawa cahaya dan harapan ke tempat distribusi bantuan. Syukurlah, James kecil tidak pernah melihat api kebakaran. Dengan senyuman, dia dia meringkuk didalam pelukan ibunya dan menunggu dengan tenang saat prosedur pemberian bantuan berlangsung. Ibu James, Annabelle, lolos dari apartemen mereka yang terbakar dengan James dan seorang putrinya. Selagi dia berbicara, Annabelle mencium kening bayinya.
Kehangatan menyebar ke seluruh ruangan. Namun, ada sesosok tinggi dan pendiam menunggu di sudut ruangan. Para relawan segera bergabung dengannya untuk menawarkan ketenangan, dan ketika dia menyambut mereka dengan kesedihan di matanya, para relawan melebarkan tangan dan berkata, “Kamu butuh pelukan!”. Pria itu menganggukkan kepalanya, dan seorang relawan memeluknya dengan tulus. Setelah beberapa saat, sebuah suara rendah terdengan oleh para relawan, “Ini yang saya butuhkan.” Di usianya yang lima puluhan, Charles telah mengalami tiga kali peristiwa kebakaran dalam hidupnya dan dengan penuh syukur membalas pelukan.    

Selimut sangat dibutuhkan di cuaca dingin.
Jeruk sengaja disediakan pada hari distribusi bantuan yang berlangsung bertepatan dengan Tahun Baru Imlek, dengan harapan membawa keberuntungan dan berkah kepada para korban.

“Para korban ini beruntung memiliki Tzu Chi untuk membantu mereka. Saya melihat banyak orang yang mulai tertawa lagi, Setiap lokasi pemberian bantuan memiliki cerita yang mengharukan. Saya bisa melihat tawa para korban, yang membuat saya benar-benar bahagia. Anda lihat? Anda semua telah melakukan pekerjaan yang hebat!” kata Dana Burrell, relawan komunitas setempat.

Sumber : www.tzuchi.us,
Jurnalis : Jing Jia Ning,
Fotografer : Jing Jia Ning,
Editor : Adriana DiBenedetto,
Diterjemahkan ke dalam Bahasa Mandarin oleh : Hong (Ariel) Chan,
Diterjemahkan ke dalam Bahada Indonesia oleh : Sik Pin.