Relawan Tzu Chi Sigap Bantu Terdampak Longsor di Deli Serdang
Hujan deras yang mengguyur wilayah Sumatera Utara, tepatnya di Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, selama dua hari berturut-turut memicu terjadinya bencana tanah longsor pada hari Selasa malam, 7 April 2026. Material tanah dan bebatuan dari perbukitan dilaporkan longsor dan menimpa sejumlah rumah warga, serta menutup akses jalan di sekitar lokasi kejadian. Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan Basarnas segera diterjunkan untuk melakukan proses evakuasi dan pencarian korban.
Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi warga setempat. Lima orang dilaporkan meninggal dunia akibat tertimbun longsor, sementara satu orang lainnya mengalami luka dan masih menjalani perawatan di rumah sakit. Proses pencarian korban berlangsung sejak malam kejadian hingga keesokan harinya, sebelum akhirnya seluruh korban berhasil ditemukan. Selain menimbulkan korban jiwa, longsor juga menyebabkan kerusakan pada beberapa rumah warga serta fasilitas di sekitar lokasi terdampak.
Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi warga setempat. Lima orang dilaporkan meninggal dunia akibat tertimbun longsor, sementara satu orang lainnya mengalami luka dan masih menjalani perawatan di rumah sakit. Proses pencarian korban berlangsung sejak malam kejadian hingga keesokan harinya, sebelum akhirnya seluruh korban berhasil ditemukan. Selain menimbulkan korban jiwa, longsor juga menyebabkan kerusakan pada beberapa rumah warga serta fasilitas di sekitar lokasi terdampak.
Merespons bencana tersebut, relawan Tzu Chi Medan bergerak cepat menyalurkan bantuan tanggap darurat pada hari Kamis, 9 April 2026. Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan rumah tangga seperti tikar, handuk, sarung, serta perlengkapan mandi. Selain itu, relawan juga menyalurkan santunan tunai kepada sembilan kepala keluarga terdampak. Diharapkan bantuan ini dapat meringankan beban para korban sekaligus memberikan dukungan moral di tengah masa pemulihan pascabencana.
Sementara itu, salah satu relawan Tzu Chi Medan, Timmy Jawira, menyampaikan bahwa tidak sedikit warga yang terdampak dalam bencana ini dan harus mengungsi ke tenda atau rumah saudara. Ia menuturkan bahwa kehadiran relawan Tzu Chi di lokasi bencana, dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memberikan dukungan moral bagi mereka yang terdampak.
“Warga yang terdampak itu sekitaran 30 orang. Dengan kedatangan relawan Tzu Chi kemari, setidaknya meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana ini, supaya mereka lebih terhibur ya, dengan adanya bantuan ini meringankan beban mereka juga,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa bantuan yang disalurkan mencakup santunan bagi korban meninggal dunia serta kebutuhan sehari-hari seperti peralatan mandi, peralatan dapur, tikar, dan sarung. “Kita ada bagikan dana santunan untuk yang meninggal, sudah itu ada peralatan mandi, peralatan dapur, tikar, sarung,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu relawan Tzu Chi Medan, Timmy Jawira, menyampaikan bahwa tidak sedikit warga yang terdampak dalam bencana ini dan harus mengungsi ke tenda atau rumah saudara. Ia menuturkan bahwa kehadiran relawan Tzu Chi di lokasi bencana, dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memberikan dukungan moral bagi mereka yang terdampak.
“Warga yang terdampak itu sekitaran 30 orang. Dengan kedatangan relawan Tzu Chi kemari, setidaknya meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana ini, supaya mereka lebih terhibur ya, dengan adanya bantuan ini meringankan beban mereka juga,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa bantuan yang disalurkan mencakup santunan bagi korban meninggal dunia serta kebutuhan sehari-hari seperti peralatan mandi, peralatan dapur, tikar, dan sarung. “Kita ada bagikan dana santunan untuk yang meninggal, sudah itu ada peralatan mandi, peralatan dapur, tikar, sarung,” tambahnya.
Di Desa Sembahe, tercatat ada empat titik longsor, dengan lokasi terdampak paling parah berada di Dusun 3 Sembahe sepanjang sekitar 25 meter. Material longsoran berupa tanah dan bebatuan tidak hanya menutup akses, tetapi juga merusak sedikitnya sembilan rumah warga serta satu rumah ibadah, sehingga memaksa sejumlah keluarga mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Di tengah kondisi tersebut, salah seorang warga terdampak, Rudi Ginting, mengungkapkan rasa syukurnya atas kepedulian relawan Tzu Chi Medan yang hadir memberikan bantuan. Walaupun kehilangan anggota keluarga akibat tertimbun longsor, ia mengaku bantuan yang diberikan sangat berarti dalam meringankan beban yang dirasakan, baik secara materi maupun dukungan moral di tengah masa duka dan pemulihan.
Rudi Ginting menceritakan kehilangan yang dialami keluarganya akibat bencana tersebut. Ia menyebutkan bahwa beberapa anggota keluarganya menjadi korban dan baru ditemukan pada pagi hari setelah kejadian.
“Dari keluarga kami ada tiga, dua adik bapak saya, satu istrinya paman. Dan ditemukan pagi, sekitar jam tujuh gitu lah.”
Kini, ia berharap adanya perhatian khusus untuk relokasi atau penyediaan hunian yang lebih aman bagi warga terdampak.
Jurnalis : Hidayat Sikumbang (DAAI TV Medan),
Fotografer : Hidayat Sikumbang (DAAI TV Medan),
Editor : Fikhri Fathoni.
Di tengah kondisi tersebut, salah seorang warga terdampak, Rudi Ginting, mengungkapkan rasa syukurnya atas kepedulian relawan Tzu Chi Medan yang hadir memberikan bantuan. Walaupun kehilangan anggota keluarga akibat tertimbun longsor, ia mengaku bantuan yang diberikan sangat berarti dalam meringankan beban yang dirasakan, baik secara materi maupun dukungan moral di tengah masa duka dan pemulihan.
Rudi Ginting menceritakan kehilangan yang dialami keluarganya akibat bencana tersebut. Ia menyebutkan bahwa beberapa anggota keluarganya menjadi korban dan baru ditemukan pada pagi hari setelah kejadian.
“Dari keluarga kami ada tiga, dua adik bapak saya, satu istrinya paman. Dan ditemukan pagi, sekitar jam tujuh gitu lah.”
Kini, ia berharap adanya perhatian khusus untuk relokasi atau penyediaan hunian yang lebih aman bagi warga terdampak.
Jurnalis : Hidayat Sikumbang (DAAI TV Medan),
Fotografer : Hidayat Sikumbang (DAAI TV Medan),
Editor : Fikhri Fathoni.