Kegiatan di Wilayah Sumatera

Ritual Namaskara: Menenangkan Batin dan Melepaskan Ego

Dalam rangka memperingati 60 tahun perjalanan Tzu Chi, Tzu Chi Batam menyelenggarakan Ritual Namaskara pada tanggal 3 Mei 2026 di Aula Jing Si Batam. Kegiatan ini diwujudkan dalam langkah yang selaras untuk menenangkan batin dan dalam setiap sujud yang tulus untuk belajar merendahkan hati.
Ritual Namaskara atau Chao Shan dijalankan dengan langkah perlahan, di mana setiap tiga langkah diiringi satu sujud sebagai bentuk penghormatan kepada Sang Buddha. Tiga langkah satu sujud ini menjadi latihan kesabaran dan ketekunan, sekaligus mengajak peserta untuk merenung, mensyukuri kehidupan, serta melepaskan ego dan menumbuhkan kerendahan hati. Dengan tangan menyentuh bumi dan dahi bersujud, setiap gerakan menjadi sarana pembinaan batin untuk membersihkan pikiran dan menumbuhkan welas asih.
Persiapan kegiatan Ritual Namaskara dimulai dengan mengumpulkan peserta. Agar kegiatan ini dapat diketahui dan diikuti masyarakat umum, panitia menerapkan sistem barcode dan tautan WhatsApp. Konsistensi dalam penyampaian informasi menjadi hal penting agar peserta memahami waktu pelaksanaan dan persiapan yang diperlukan. Dengan target awal 200 peserta, jumlah kehadiran yang mencapai 238 peserta menjadi hasil yang cukup memuaskan.
Dalam rangka pemperingati HUT Tzu Chi ke-60, Tzu Chi Batam mengadakan Ritual Namaskara di Aula Jing Si Batam yang diikuti 238 peserta.
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pelatihan diri dimana peserta dapat menenangkan batin dan melepaskan ego.
Susanto Chua, PIC kegiatan, bersyukur kegiatan Ritual Namaskara dapat mendatangkan manfaat bagi peserta.
“Peserta jika bisa menjalankannya dengan 法喜 (Sukacita Dharma). Sukacita Dharma tersebut bisa menular ke saya selaku PIC. Tadi ada beberapa peserta umum yang kebetulan saya kenal, mereka bilang setiap sujud mereka itu penuh haru. Haru (mereka) itu menular. Saya yakin (kegiatan) ini membawa manfaat,” Ungkap Susanto Chua selaku PIC Ritual Namaskara.
Lantunan sutra yang mengiringi 3 langkah 1 sujud tahun ini dilafalkan oleh relawan Martini, Ani, dan Paulina. Ini merupakan pertama kalinya mereka bekerja sama dalam satu tim dan mereka dapat dengan lancar melafalkan sutra selama 1 jam penuh sambil pemukul lonceng dan mu yu (alat perkusi kayu). Dalam pelaksanaannya, mereka menjaga konsentrasi dan tempo agar tetap stabil, sehingga mampu menyelaraskan langkah dan gerakan sujud para peserta.
Kesan mendalam dirasakan oleh para peserta dari kalangan masyarakat umum. Masniar tergerak hatinya sejak pertama kali melihat informasi kegiatan melalui media sosial. Ritual Namaskara menghadirkan pengalaman kepada dirinya untuk bersujud kepada Buddha dengan tulus. Ia juga merasa terkesan dengan kekompakan relawan Tzu Chi. Kedepan, ia pun berharap akan berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan Tzu Chi.
Paulina, Martini dan Ani (kiri ke kanan) sangat kompak dalam menjalankan tanggung jawab melafalkan sutra mengiringi 3 langkah 1 sujud.
Vienny (kerah hitam-putih), walaupun merasa lelah tetapi ia tetap bersukacita setelah mengikuti Ritual Namaskara.
Kakak beradik Vienny dan Vendryan yang merupakan anak dari relawan Tzu Chi senior, Ali Chaily dan Norsiah (Shu Qing) juga mengungkapkan pengalaman dan kesannya mengikuti kegiatan ini. Walau orang tua mereka telah lama di Tzu Chi, namun mereka baru berkesempatan mengenal Tzu Chi setelah mengikuti sosialisasi relawan baru pada tanggal 26 April 2026 lalu. Melalui ajakan dalam sosialisasi tersebut, keduanya merasa tergerak hatinya untuk ikut serta dalam Ritual Namaskara.
“Habis Namaskara pastinya capek tapi hati penuh sukacita karena Namaskara itukan memberi hormat kepada Sang Buddha. Ini bermanfaat untuk melepaskan ego dan kesombongan serta mengembangkan kerendahan hati, kami sangat senang dan jika ada kesempatan akan ikut lagi,” tutur Vienny.

Jurnalis : Suwarni (Tzu Chi Batam),
Fotografer : Chandra, Hoslan (Tzu Chi Batam),
Editor : Arimami Suryo A.

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

Juragan28