Sanubari Teduh

Sanubari Teduh-269-Lenyapnya Keburukan dan Timbulnya Berkah

Saudara se-Dharma sekalian, di tengah ketenangan, di luar hanya terdengar suara hujan. yaitu suara alam dengan rintik-rintik hujan. Udara pun terasa sedikit dingin. Ini merupakan pembabaran Dharma oleh alam agar kita tahu bagaimana kondisi iklim yang selaras dan bagaimana kondisi iklim yang tidak selaras. Alam ini juga mengajarkan kepada kita bagaimana seharusnya kondisi batin praktisi spiritual. Di dalam kehidupan sehari-hari, terhadap orang dan masalah, apakah di hari kemarin kita ada berbuat salah? Jika ada, apakah kemarin kita segera bertobat? Jika kemarin tidak sempat bertobat, maka saat kita menenangkan diri saat ini dan mendengar pembabaran Dharma dari alam, apakah air Dharma membasahi batin kita? Dharma bagaikan air. Apakah kesalahan masa lalu kita telah kita bersihkan dengan air Dharma ini? Jika dahulu belum sempat kita bersihkan, maka saat kita menenangkan diri kini, kita seharusnya segera bertobat. Sering dikatakan bahwa pertobatan adalah pemurnian. Benar. Kitab-kitab Buddhis sering mengajarkan demikian, terutama Syair Pertobatan Air Samadhi. Syair ini dinamakan Pertobatan Air Samadhi yang memiliki makna menyucikan kotoran batin dengan air Dharma. Dharma diajarkan oleh Buddha. Di kemudian hari, para sesepuh menggunakan ajaran ini untuk mendidik para anggota Sangha. Setelah para anggota Sangha menerimanya, seharusnya mereka juga mengamalkannya di tengah masyarakat. Inilah yang disebut mewariskan. Mahabhiksu Wu Da menulis Syair Pertobatan Air Samadhi. Beliau juga menulisnya berdasarkan ajaran Buddha.

Dharma yang diterima oleh bhiksu agung seperti beliau pasti beliau terapkan di tengah masyarakat. Dengan demikian, barulah beliau dapat membangkitkan cinta kasih antarsesama manusia. Dengan adanya cinta kasih, beliau mampu memupuk niat baik. Meski rintangan karma buruknya muncul sehingga beliau menderita luka wajah manusia, tetapi karena adanya akumulasi niat baik dan jalinan jodoh yang telah dipupuk dari masa lalu, beliau dapat mendapat pertolongan oleh air Samadhi dari Yang Arya Kanaka. Sesungguhnya, apakah benar air ini yang menyembuhkan tubuhnya dan mencuci luka wajah manusianya? Sejujurnya, ini tak lepas dari berbagai sebab dan kondisi. Saat luka wajah manusia itu dicuci dengan air, beliau merasakan sakit hingga ke tulang. Beliau langsung tercerahkan. Sebelum tercerahkan, sakit akibat luka wajah manusia bagaikan perwujudan dari karma buruknya. Beliau lalu bagai mendengar suara yang menguraikan kondisi masa lampaunya. Beliau menembus masa lampaunya hingga akhirnya memahami bahwa karma buruk yang diciptakan tidak hilang begitu saja dengan melatih diri. Buah karma tetap harus diterima. Inilah hukum sebab akibat. Meski telah menjadi bhiksu agung selama 10 kehidupan, karma buruk yang tertanam tetap tidak hilang. Jika hanya berbuat baik dengan tujuan menghindar dari buah karma buruk itu, maka tidaklah cukup. Kita harus menerima buah karma itu. Saat bisa menerima, dengan sendirinya kita akan dipenuhi sukacita. Meski fisik menderita akibat buah karma, tetapi kebijaksanaan dalam batin bertumbuh.

Jadi, orang bijaksana akan dapat mengatasi belenggu karma buruk ini. Fisik memang tetap menderita, tetapi mereka tetap menerimanya, tidak berusaha menolak. Mereka menerima dengan sukarela. Dengan begitu, batin mereka tidak menderita. Mengapa mereka dapat menerima dengan sukarela? Karena dalam batin mereka ada air Dharma. Mereka memahami hukum karma. Jadi, Dharma bagaikan air. Orang yang tidak paham pasti bertanya-tanya mengapa mereka menderita padahal mereka merasa tidak berbuat jahat. Mereka bertanya-tanya mengapa mereka terus dilanda kemalangan. terus dilanda kemalangan. terus dilanda kemalangan. Benih sebab yang ditanam di masa lalu harus kita terima buahnya di masa kini. Jika kita tahu bahwa ini adalah buah dari benih yang kita tanam sendiri, dari benih yang kita tanam sendiri, maka kita pasti rela menerimanya. Ini adalah sebuah cara untuk mengikis karma masa lampau. Meski kini fisik kita menderita, batin kita tetap tidak menderita. Jika di tengah penderitaan ini kita dapat menciptakan berkah, maka ini lebih luar biasa. Jika dapat menciptakan berkah di tengah penderitaan, kita akan dapat menjalin jodoh baik, seperti Mahabhiksu Wu Da. Di kehidupan lampau beliau adalah Yuan Ang yang menanam benih buruk dengan mengelabui Chao Cuo. Karma buruk ini terus mencari celah untuk berbuah dan tidak hilang begitu saja. Karena itu, dia tidak dapat menghindar. Di sisi lain, beliau berjodoh dengan Yang Arya Kanaka karena saat Yang Arya Kanaka mengalami kesulitan, beliau memiliki niat untuk membantunya. beliau memiliki niat untuk membantunya. Ini berarti menanam jodoh berkah. Karena itu, saat beliau menerima buah karma buruk, ada penyelamat yang menolongnya. Jadi, begitulah kehidupan di dunia. Di tengah penderitaan, kita harus menciptakan berkah. Saat menciptakan berkah, janganlah mengharapkan imbalan. Jika terinspirasi saat menciptakan berkah di tengah penderitaan, maka kita tak akan terus menciptakan karma buruk. Inilah yang disebut membedakan baik dan buruk. Berhubung pernah berbuat jahat, kita harus menerima buahnya. Berhubung telah melihat penderitaan, maka kita harus menciptakan berkah. Dengan demikian, kebajikan dan kejahatan dapat dibedakan dengan jelas. Jadi, kita harus selalu punya hati yang bertobat. Saat bertemu orang seperti apa pun, jalinan jodoh seperti apa pun, dan saat bertemu kondisi yang buruk, kita harus segera bertobat dan memperbaiki diri untuk mengubah jodoh buruk menjadi jodoh baik. Untuk mengubah jodoh buruk menjadi jodoh baik, dibutuhkan pertobatan. Apa gunanya? Kita terus berniat untuk menjalin jodoh baik dan melenyapkan jodoh buruk dengan seseorang, tetapi mengapa saat melihat atau mendengar tentangnya, kita kembali risau? Jadi, kita harus bertobat.

Jika bisa seperti ini, barulah kita dapat mengubah keburukan menjadi kebaikan. Jadi, pertobatan sangat penting. Kita harus bertobat, barulah dapat melenyapkan karma buruk. Jika di masa lalu kita telah menjalin jodoh dan menanam benih buruk, kini kita harus bertobat, barulah karma buruk dapat dikikis, tidak lagi kita ulangi. Jika tidak menanam karma buruk baru, kita tidak akan menjalin jodoh buruk. Jadi, ini adalah prinsip yang pasti. Kita harus meyakini ajaran Buddha. Jika kita terus berada dalam ajaran Buddha dan tindakan kita dalam keseharian selalu sesuai dengan Dharma, maka kondisi apa pun yang kita temui seiring berlalunya waktu, secara alami juga akan terlewati. Dengan kebajikan, kita menghadapi semua orang dan hal dalam keseharian. Perlahan-lahan, kita memupuk jodoh baik. Dengan begitu, tentu berkah akan tumbuh. Inilah mengapa kita harus bertobat. Jadi, jika dapat selalu bertobat, barulah pahala bisa terpupuk dari kehidupan ke kehidupan. Jika kini kita bertobat dengan sungguh-sungguh dan giat untuk menjalin jodoh baik dengan setiap orang serta melakukan kebajikan, maka pahala akan terus terpupuk. dan berkah ini akan terbawa dari kehidupan ke kehidupan. Dengan begitu, kita dapat mengubah tiga racun menjadi mendengar, merenungkan, dan mempraktikkan Dharma. Ini harus sangat kita perhatikan di dalam kehidupan kita sehari-hari. Jadi, kita memiliki banyak noda batin yang bersumber dari tiga racun batin. Semua ini telah terakumulasi dalam banyak kehidupan. Ketamakan, kebencian, kebodohan, dll entah sudah terakumulasi berapa kehidupan hingga ke kehidupan sekarang. Tabiat buruk ini masih ada. Meski kita sedang melatih diri, tetapi tabiat buruk masih ada. tetapi tabiat buruk masih ada. Beruntung, kita sedang melatih diri. Kita dapat selalu mengingatkan diri sendiri dan senantiasa bertobat. Saat niat buruk timbul, niat baik pun segera kita bangkitkan. Saat ketamakan muncul, kita juga segera membangkitkan rasa bertobat. Dengan begitu, ini menjadi kebiasaan yang akan mengikis tabiat akibat ketamakan, kebencian, dan kebodohan.

Jadi, melatih diri adalah memupuk tabiat baik dan memupuk rasa bertobat. Dalam kondisi apa pun, pertobatan harus segera dibangkitkan. pertobatan harus segera dibangkitkan. Jika bisa melakukan ini, kita akan mendobrak segala kejahatan. Jika dapat mendobrak kejahatan, kita akan dapat membangkitkan pikiran bajik. Jadi, tiga racun batin membawa kerisauan karena semua ini merusak kebajikan. Tiga racun batin merusak kebajikan. Sebaliknya, yang mampu mendobrak kejahatan hanya satu, yaitu pertobatan. Pertobatan dapat mengikis segala kejahatan. Jika tiga racun selalu ada di dalam batin kita, maka seglaa kebajikan akan rusak. Jadi, kebajikan sangat penting. Saya melihat sebuah berita yang sangat luar biasa. Di Amerika Serikat, ada sepasang suami istri berusia 81 tahun. Suami istri 81 tahun ini hanya hidup berdua. Mereka tinggal di sebuah rumah dan sangat bajik. Bukan hanya mengasihi orang, mereka juga menyayangi binatang. Jadi, mereka gemar merawat binatang. Jika ada binatang yang terluka, mereka merawatnya dengan penuh cinta kasih. Mereka akan mengobatinya dan menyayanginya. Tujuh tahun lalu, mereka memungut seekor anjing. Anjing ini berdarah campuran. Anjing ini berdarah campuran. Namun, tubuhnya sangat besar. Namun, tubuhnya sangat besar. Beratnya mencapai lebih dari 70 kilogram. Anjing sebesar ini dirawat oleh suami istri ini sejak tujuh tahun lalu. Ia menikmati hidup yang penuh kehangatan bersama suami istri lanjut usia ini. Pada bulan Oktober 2006, turun hujan salju lebat. Suami istri ini ingin keluar melihat-lihat. Salju turun sangat lebat. Mereka ingin melihat apakah ada binatang yang kedinginan. Mereka berangkat. Sekitar 50 meter dari rumah mereka, ada sebatang pohon yang dipenuhi salju. Seluruh pohon itu menjadi berwarna putih. Seluruh pohon itu menjadi berwarna putih. Namun, tiba-tiba angin bertiup sehingga menumbangkan pohon sehingga menumbangkan pohon yang berbeban berat akibat salju itu. Suami istri ini kebetulan berada di bawah pohon itu. Beruntung, saat pohon itu tumbang, mereka berada tepat di sela-sela pohon itu sehingga tidak tertimpa atau terluka.

Meskipun begitu, sulit bagi mereka yang sudah lanjut usia untuk menyingkirkan pohon besar untuk menyingkirkan pohon besar yang penuh salju tersebut. Akibatnya, mereka terjebak di antara cabang dan ranting pohon. Mereka tidak mampu menyingkirkannya. Mereka terjebak hingga lebih pukul 9 malam. Salju pun semakin lebat. Tumpukan salju juga semakin tinggi, sangat berbahaya. Anjing ini lalu mencari majikannya dan akhirnya menemukannya. Namun, ia harus bagaimana? Anjing ini juga cerdas. Dengan kecerdasannya, ia menggali salju sekitar tiga meter dari posisi pohon tumbang itu. sekitar tiga meter dari posisi pohon tumbang itu. Ia terus menggali dengan sekuat tenaga Ia terus menggali dengan sekuat tenaga hingga terbentuk sebuah terowongan. Ia membuka sebuah jalan dengan cara terus menggali dengan cara terus menggali dengan cara terus menggali pada posisi tiga meter dari pohon tumbang itu. Ia terus menggali hingga membentuk lubang yang bagaikan terowongan. yang bagaikan terowongan. Ia lalu menggigit lengan baju majikannya. Ia lalu menggigit lengan baju majikannya. Majikannya pun mengerahkan tenaga dan bekerja sama dengan sang anjing. Majikan perempuannya adalah seorang nenek lanjut usia, berat badannya ringan, hanya sekitar 30 kilogram. Anjing ini memikulnya di punggung, sedangkan majikan prianya berpegang pada kaki sang anjing karena saat itu langit sangat gelap. Berhubung terowongan sudah terbentuk, majikannya mengikuti sang anjing sambil berpegang pada kakinya. Majikan perempuannya bertumpu pada punggung sang anjing, sedangkan majikan prianya berpegang pada kakinya. Mereka berjalan merayap melewati terowongan tersebut. Mereka sangat bersusah payah untuk tiba di rumah yang berjarak sekitar 50 meter. Mereka berusaha mencapai rumah dengan merayap. Mereka merangkak masuk ke dalam rumah. Mereka merangkak masuk ke dalam rumah. Berhubung listrik padam dan pasokan air terganggu, alat penghangat pun tidak berfungsi. alat penghangat pun tidak berfungsi. Jadi, anjing ini mendekatkan tubuhnya yang hangat ke arah majikannya. Suami istri ini bertahan berkat panas tubuh anjingnya hingga matahari terbit. Mereka tiba di rumah sekitar pukul tiga pagi dan bertahan hingga sekitar pukul enam pagi.

Saat regu pemadam kebakaran berpatroli, mereka tahu bahwa rumah itu dihuni dua orang tanpa aliran listrik semalaman. Mereka pun mengecek apakah terjadi sesuatu. Mereka menemukan bahwa anjing ini memeluk dua orang majikannya itu. Kemudian, para majikan menceritakan kejadian saat mereka terjebak pohon tumbang di tengah salju pada malam itu. Cerita ini pun tersebar dan menjadi berita hangat. Mereka pun mendapat penghargaan atas kasih sayang mereka terhadap binatang. Jadi, kita harus memiliki kasih sayang. Kita juga harus mengasihi binatang. Anjing ini juga memperoleh penghargaan. Anjing ini bernama Shana. Ia dengan berani menyelamatkan majikannya sehingga memperoleh penghargaan. Mulanya, penghargaan ini ditujukan bagi manusia. Saat manusia menolong orang lain, dia layak mendapat penghargaan ini. Namun, kisah ini telah mencatatkan sejarah baru. Kisah ini mengingatkan semua orang untuk mengasihi binatang, bahwa binatang juga dapat menolong orang dan menjadi pahlawan yang jasanya bisa disejajarkan dengan manusia. Saat berita ini disiarkan, banyak orang ingin meminta tanda tangan anjing ini. Majikannya berkata bahwa Shana tidak bisa tanda tangan, tetapi ia punya cap telapak kaki. Jadi, banyak orang yang memintanya. Jadi, banyak orang yang memintanya. Semua orang sangat senang. Kisah ini sungguh penuh kehangatan. Mengapa suami istri ini dapat tertolong? Tentu karena mereka punya niat baik saat menolong anjing itu tujuh tahun sebelumnya.

Mereka menganggap anjing ini sebagai keluarga. Semangat kesetaraan dan cinta kasih mereka telah menanam benih dan jodoh baik. telah menanam benih dan jodoh baik. Karena itu, mereka menuai buah yang baik pula. Sama halnya, Bhiksu Wu Da pernah membunuh di kehidupan lampaunya. Rasa dendam dari yang terbunuh pun terus mengikutinya. Benih karma ini juga terus membelenggu dan tidak hilang begitu saja. Bhiksu Wu Da terus berusaha menghindarinya dan melatih diri sebagai bhiksu pada 10 kehidupan. Namun, benih karma ini juga tidak hilang. Di sisi lain, beliau juga pernah menolong Yang Arya Kanaka sehingga menjalin jodoh baik dengan Yang Arya yang kemudian menolongnya untuk bebas dari luka wajah manusia. Jadi, kita harus tahu bahwa kebajikan pasti berbuah kebaikan dan kejahatan pasti berbuah keburukan. Keburukan hanya bisa dikikis oleh kebajikan. Intinya, jika kita senantiasa membangkitkan hati yang bertobat, barulah batin kita dapat senantiasa cemerlang. Setelah  bertobat, barulah kita tak akan terus diselimuti kegelapan batin. Jadi, kita harus bertobat. pertobatan adalah pemurnian. Harap semua selalu bersungguh hati.

Leave A Comment

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

Juragan28