Siap Melangkah ke Tzu Chi University Taiwan, Peserta Beasiswa S2 Selesaikan Pelatihan
Pada hari Jumat, 6 Februari 2026, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia mengadakan kegiatan “Closing Report Pre-Departure Training Tzu Chi University Master Degree Scholarship” di Tzu Chi Center, PIK, Jakarta Utara. Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian pelatihan dan pembelajaran yang dijalani oleh 10 peserta beasiswa S2 jurusan Religious Studies di Tzu Chi University Taiwan. Nantinya, para peserta akan dijadwalkan berangkat untuk menempuh pendidikan ke Taiwan pada tanggal 24 Februari 2026.
“Menimba ilmu juga merupakan salah satu jenis pelatihan diri, karenanya prinsip pengendalian diri dan menabur kebaikan juga harus diterapkan dalam studi,” tutur Mansjur Tandiono mengutip ajaran Master Cheng Yen.
1. Humanistic Values & Teaching
2. Tzu Chi Mission & Ecosystem
3. Language & Academic Readiness
4. Humanistic Leadership & Ethics
5. Mindful Living & Culture
6. Empathic Communication & Teamwork
7. Personal Formation & Reflection
8. Pre-departure Readiness
9. Volunteer Service Practice
Dengan bekal yang dibawa, diharapkan para peserta beasiswa dapat menempuh pendikan di Tzu Chi Unversity Taiwan dengan baik dan tanpa kendala. Seperti yang disampaikan Freddy Ong, Direktur Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi, ia berharap nantinya dari sepuluh peserta beasiswa S2 ini, dapat memberikan kontribusi positif untuk Misi Pendidikan Tzu Chi ke depannya.
Peserta beasiswa Tzu Chi University lainnya, Grace Kolin atau yang akrab disapa Grace menuturkan pelatihan yang ia dijalani sangat bermanfaat, terutama pelatihan bahasa Mandarin. “Terutama pelatihan yang paling banyak itu bahasa Mandarin ya, terus juga seputar Tzu Chi, badan misi, ada 37 faktor pencerahan, dan banyaknya tentang misi pendidikan,” ungkap Grace.
Grace yang sebelumnya merupakan karyawan DAAI TV Indonesia yang berprofesi sebagai reporter, berharap setelah menyelesaikan pendidikan di Tzu Chi University nanti, ia bisa berkontribusi pada Misi Pendidikan Tzu Chi. “Jadi nanti sebenarnya dikasih pilihan, kita pilih dulu mau di bidang misi apa, tapi nanti setelahnya kembali kepada kebijakan yayasan. Harapannya sih mudah-mudahan kita bisa mengabdi di misi pendidikan, antara menjadi pengajar atau staf,” tambahnya.
Fotografer : Fikhri Fathoni,
Editor : Arimami Suryo A.