Sanubari Teduh

Sanubari Teduh – 111 – Empat Ketamakan – Bagian 2

Saudara se-Dharma sekalian, hidup ini sungguh menakjubkan, namun hidup hanya sebatas tarikan napas. Jika kita perhatikan kondisi kehidupan dalam keseharian kita, saat dapat bernapas dengan lancar, berarti hidup kita sehat. Akan tetapi, dalam tubuh yang sehat ini, berapa banyak kotoran yang tersimpan? Sembilan lubang selalu mengeluarkan kotoran. Pada tubuh kita, ada sembilan lubang yang selalu mengeluarkan kotoran. Jadi, sesungguhnya tubuh ini penuh dengan benda-benda yang kotor. Begitu napas kita berhenti, semua bagian tubuh kita akan terurai dan mengeluarkan aroma busuk, sehingga tidak bisa dibiarkan di rumah dan harus segera dipertimbangkan untuk dimakamkan atau dikremasi. Sesungguhnya, apa gunanya tubuh ini? Rumah Sakit Tzu Chi di Dalin atau Hualien memiliki data mengenai kasus anak muda yang tewas akibat kecelakaan

 Anggota keluarga masa kini lebih bisa menerima dan memiliki pilihan yang bijaksana, sehingga dapat mewakili korban memutuskan untuk mendonorkan tubuh mereka.  Organ hati yang sudah tidak berfungsi namun masih berkondisi baik dapat diambil dan dicangkokkan. Demikian pula dengan ginjal. Semua bisa ditransplantasi ke tubuh orang lain. Dengan kemajuan teknologi medis saat ini, organ tubuh yang berkondisi baik dari orang yang meninggal akibat kecelakaan dapat diambil dan ditransplantasi ke tubuh resipien

 Setelah melihat resipien dalam beberapa hari sudah bisa berjalan, duduk, dan bercanda di atas tempat tidur, kita juga merasakan kontradiksi di dalam hati. Jika terpikir kondisi beberapa pasien yang jantung, paru-paru, lever, dan ginjalnya sudah tidak berfungsi, maka kita dapat menyadari

  bahwa kehidupan yang didera penyakit tentu sangat menderita. Lalu, dari tubuh orang lain, diambil organ untuk ditransplantasi ke tubuh sang resipien. Saya rasa organ-organ ini juga harus beradaptasi. Akan tetapi, yang terpenting adalah resipien harus beradaptasi dengan organ tubuh barunya tersebut agar kondisi tubuh menjadi selaras. Jika organ dari orang lain yang dicangkokkan tidak sesuai, tubuh akan menolaknya. Intinya, empat unsure dalam tubuh harus selaras

 Jika empat unsur dalam tubuh tidak selaras, maka meski ada orang yang mendonorkan organ, tubuh kita akan menolaknya. Inilah ketidakselarasan. Jadi, meski ada yang mendonorkan organnya, tubuh kita belum tentu bisa menerima. Melihat mereka yang berhasil menjalani transplantasi dan sudah bisa berbicara sambil duduk, saya sangat bahagia. Ada pula yang sudah bisa berjalan dan kembali beraktivitas. Kita tentu mendoakan mereka. Akan tetapi, hidup hanya beberapa puluh tahun

 Meski organ baru telah ditransplantasi, namun berapa lamakah tubuh ini akan bisa berfungsi? Menurut penjelasan dokter, risiko bisa datang dari penyakit keturunan, seperti hepatitis B, hepatitis C, atau hepatitis A. Sekarang banyak penderita hepatitis, baik tipe A, B, maupun C. Ada yang sakit karena penyakit keturunan, ada pula yang tertular lewat makanan, transfusi darah, atau suntikan sehingga darah terinfeksi. Penyakit keturunan lebih sulit disembuhkan, karena sejak dilahirkan orang tua, darah sudah membawa gen tertentu. Akan tetapi, dari manakah sumber gen ini? Gen ini seharusnya juga mengalami kelainan sehingga menjadi pembawa sifat. Sulit dikatakan apakah penyakit bawaan ini ada dalam tubuh setiap orang. Akan tetapi, meski memiliki penyakit turunan, pencegahan dapat dilakukan berkat kemajuan teknologi

 Penularan melalui makanan akan lebih mudah dicegah dengan meningkatkan kewaspadaan. Contohnya, setiap keluarga bisa menerapkan penggunaan sumpit dan sendok umum untuk mengambil lauk di meja makan. Janganlah menggunakan sendok atau sumpit pribadi untuk mengambil sup di atas meja. Itu sama saja dengan mencuci sendok di sana. Sumpit yang keluar dari mulut kita  juga membawa penyakit dari mulut kita. Jika digunakan untuk mengambil lauk atau sup di atas meja, maka kuman juga dapat masuk ke sana. Jika setiap orang menggunakan sendok atau sumpit masing-masing untuk mengambil sup di atas meja, maka kuman dari mulut setiap orang akan bercampur sehingga setiap orang di sana berkemungkinan saling menularkan penyakit

 Pepatah mengatakan, penyakit masuk melalui mulut. Memang, banyak penyakit masuk melalui mulut. Jadi, setiap keluarga hendaknya dapat menerapkan cara makan yang sehat di meja makan. Di rumah, ini seharusnya tidak sulit dilakukan. Bagaimana jika makan di luar? Seharusnya juga tidak sulit. Kita dapat membawa sumpit sendiri. Lebih baik lagi jika membawa mangkuk

 Contohnya, insan Tzu Chi yang selalu membawa mangkuk, sumpit, dan gelas ramah lingkungan. Saat kita berencana makan di luar, maka membawa mangkuk dan sumpit sendiri adalah yang paling aman. Terlebih lagi, jika harus makan di kaki lima, maka lebih perlu untuk membawa peralatan makan sendiri. Ini adalah cara higienis untuk mencegah penyakit masuk ke tubuh kita. Terkadang orang sakit perlu menjalani transfusi darah. Karena itu, kita harus berhati-hati dalam menjaga kesehatan kita. Ada praktisi yang berkeras untuk tidak makan setelah tengah hari. Makan secara tidak normal akan membuat orang kekurangan gizi, kurang darah, dll

 sehingga harus minum obat penambah darah. Jika tidak bisa tertolong dengan minum obat,  maka harus menjalani transfusi darah. Hal ini juga sangat berbahaya. Mengapa kita tidak menjaga kesehatan kita dalam keseharian? Lingkungan kita melatih diri sekarang dengan kondisi pada zaman Buddha sama sekali berbeda. Kita sekarang seharusnya mengikuti kondisi zaman dan menyesuaikan diri. Kondisi 2.000 tahun lalu sangatlah berbeda dengan masa sekarang. Kita harus beradaptasi dengan kondisi zaman

  Pola makan kita harus dijaga, namun juga jangan terlalu ekstrem. Praktik tidak makan lewat tengah hari juga jangan dipaksakan, karena porsi makan kita sekarang tidak banyak, sehingga kita harus makan 3 kali sehari untuk memenuhi kebutuhan gizi. Dengan nutrisi yang cukup, kita tidak perlu takut kekurangan darah lagi dan tidak perlu menjalani transfusi darah setiap kali jatuh sakit. Tidak perlu demikian. Selanjutnya, injeksi dan infus juga harus diperhatikan. Pada zaman sekarang, di rumah sakit yang cukup besar, jarum suntik hanya dipakai sekali saja, sehingga lebih aman. Singkatnya, kita tertular penyakit tanpa sepengetahuan kita. Ada yang disebabkan oleh keturunan, namun kita harus senantiasa waspada, harus sering memeriksakan diri, serta menjaga pola makan yang higienis

 Meskipun mengidap penyakit turunan, jika kita menjaga kebersihan di rumah, mungkin saja penyakit tersebut tidak menular ke generasi berikutnya. Mungkin saja kondisi tubuh kita bisa membaik. setelah melihat pencangkokan organ dan pembedahan untuk diagnosis penyakit, kita sungguh harus merenungkan bahwa tubuh ini tidak bersih. Sebenarnya, kuman penyakit apa yang menyerang orang sehat? Sekujur tubuh dari otak hingga pori-pori sekujur tubuh dari otak hingga pori-pori bahkan pembuluh darah yang lebih halus daripada rambut, semua dipenuhi bibit penyakit. Pada pembuluh darah yang begitu halus juga terdapat kuman. Saat dokter menyampaikan laporan melalui tayangan gambar, saya bertanya kepada mereka, “Kalian bilang bintik hitam yang banyak di dalam pembuluh darah adalah sel kanker,  jadi berapa besar ukuran pembuluh darah itu?” Mereka menjawab, “Jika dilihat dengan mikroskop, kira-kira sehalus rambut, bahkan ada yang lebih halus lagi.” Di dalam pembuluh darah yang halus itu virus penyebab kanker menyebar sedikit demi sedikit, tidak hanya ke dalam otak, paru-paru, lever, atau ginjal saja, bahkan juga ke dalam pori-pori kulit

  Sel kanker tersebut bahkan menyebar ke seluruh tubuh. Dalam autopsi penyakit tersebut, saya bertanya, “Jika penyakitnya sudah diketahui, apakah bisa diobati?” Saat ini baru ada puluhan kasus serupa di dunia, dan 2 di antaranya terdapat di Taiwan, termasuk kasus yang dilaporkan ini. Salah satunya adalah ibunda seorang profesor medis. Setelah mendiagnosis penyakitnya,

   para dokter juga tidak bisa berbuat apa-apa. Apa penyakit yang membuat ibu tersebut meninggal? Tidak diketahui secara jelas. Setelah dilakukan autopsi, masih tidak diketahui apa jenis penyakitnya. Para dokter hanya dapat memastikan bahwa ibu itu meninggal karena sel-sel kanker sudah menyebar ke seluruh pori-porinya

 Setelah dicari di berbagai literatur medis dunia, baru diketahui bahwa itu kanker pembuluh darah. Seluruh pembuluh darahnya, bahkan sampai yang paling halus, telah disusupi oleh sel kanker ini. Melihat penyakit ini, saya semakin dapat merasakan ajaran Buddha yang mengatakan bahwa tubuh ini tidak bersih. Dalam kehidupan sehari-hari, secara sepintas, pada masa muda, kita terlihat begitu cantik dan lincah. Meski terlihat lincah di masa muda, namun organ-organ di dalam tubuh kita juga mengeluarkan kotoran dari 9 lubang

 Demikian juga, kita tidak tahu kapan bibit penyakit menyerang tubuh kita. Jadi, mengapa kita tidak sungguh-sungguh berusaha sadar? Kita hanya terus tertarik pada keindahan luar hingga muncul ketamakan. Melihat makanan yang lezat, kita langsung tergiur, padahal semakin kita tergiur makanan, semakin besar pula risiko terserang penyakit. Banyak kuman panyakit yang berasal dari daging hewan. Kuman penyakit yang ada pada daging ini juga sering kita dengar dari laporan Wakil Kepala RS Wang. Dari berbagai penyakit menular yang aneh-aneh, manakah yang bukan berasal dari daging hewan? Intinya, hanya karena sebuah ketamakan, hidup kita saat ini bisa tersesat

 Jadi, mengenai ketamakan akan makanan, bukan hanya yang makan yang tamak. Dengan alasan ada yang ingin makan, para peternak mengembangbiakkan banyak hewan. Di Kaohsiung, ada sebuah peternakan babi yang memelihara sekitar 500 ekor babi  dalam satu kandang. Saat hujan lebat, air pun meluap dan menghanyutkan kandang tersebut. Pemilik ternak mengalami rugi besar  dan sangat marah. Marah kepada siapa? Dia marah kepada pemerintah karena sistem drainase yang buruk yang menyebabkan diarugi besar. Akan tetapi, pernahkah kita berpikir di manakah bangkai-bangkai ternak  yang hanyut ini akan membusuk? Akankah itu menimbulkan masalah kesehatan dan pencemaran lingkungan? Dia tidak memikirkan hal ini

 Dia hanya kesal terhadap banjir dan sistem drainase buruk yang mengakibatkan ternaknya hanyut. Akan tetapi, jika kita hanya melemparkan kesalahan pada sistem drainase yang buruk atau peternak hewan itu sendiri tanpa memikirkan akan ke mana bangkai-bangkai babi yang membusuk ini, itu tidaklah benar. Sebenarnya, konsumenlah yang paling bersalah. Jika jumlah konsumen daging tidak banyak, maka manusia tidak perlu berusaha membangun lahan peternakan babi yang begitu besar. Satu peternakan saja memiliki 400 sampai 500 ekor ternak. Berapa besar pencemaran yang ditimbulkan? Belum lagi dalam jangka panjang, akibat tercemarnya tanah, tanaman pangan sudah tidak bisa ditanam dan dipanen sesuai musimnya. dan dipanen sesuai dengan musimnya

 Banyak lahan telah terus tercemar. Tidak hanya tanah saja yang tercemar, sumber air juga tercemar. Coba bayangkan, begitu banyak kotoran ternak yang mencemari tanah dan sumber air, kini ditambah pertumbuhan penduduk yang pesat. kotoran-kotoran yang keluar lewat 9 lubang pada tubuh manusia saja sudah banyak, baik saat tertawa senang maupun saat menangis sedih. Ada air mata, lendir hidung,   dahak, dan kotoran telinga. Semua ini keluar dari lubang pada tubuh. Pada bagian tubuh yang terlihat saja, di bagian wajah sudah terdapat 7 lubang

 Itu baru yang terletak di bagian kepala. Coba dihitung, apakah benar? Dua lubang telinga, dua mata, dua lubang hidung, dan satu mulut. Lihatlah, sembarang membuang dahak juga termasuk pencemaran. Selain mencemari bumi, partikel dahak juga bisa menularkan penyakit. Karena itu, jika terserang flu, kita harus segera memakai masker. Jika tidak memakai masker, maka saat bernapas atau berbicara, banyak virus akan beterbangan menularkan penyakit

 Terlebih lagi, jika sembarang membuang dahak, begitu dahak itu terjemur matahari, kuman penyakit akan berkembang biak. Jadi, interaksi antarsesama juga mengandung risiko yang tak terlihat serta pencemaran yang terlihat. Karena itu, pantas saja dengan semakin majunya ilmu kedokteran, semakin banyak ditemukan penyakit akibat ulah manusia. Jadi, hanya karena makanan saja, sudah banyak karma pembunuhan yang tercipta. Hanya untuk masalah makan saja, sudah banyak pencemaran yang ditimbulkan

 Karena itu, kita harus senantiasa waspada. Tiada yang perlu dipertentangkan dalam hidup,  tiada yang perlu disombongkan, dan tiada yang perlu dimegahkan. Sedikit saja kuman masuk ke dalam tubuh, kuman-kuman itu akan berkembang dengan cepat dan menyerang seluruh tubuh, bahkan sampai ke pori-pori. Karena itu, kita harus memanfaatkan waktu di saat tubuh kita masih sehat. Segeralah melatih diri selagi bisa, dan kerjakanlah apa yang bisa dikerjakan. Pola pikir kita harus segera diperbaiki, tidak boleh menyimpang sedikit pun. Jadi, harap semua selalu memanfaatkan waktu untuk merenung dengan hening.

Leave A Comment

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888