Sanubari Teduh

Sanubari Teduh – 116 – Empat Jenis Kelahiran Bagian 2

Saudara se-Dharma sekalian, setiap kali bisa duduk dengan tenang, saya selalu berintrospeksi dan bertanya pada diri sendiri. Makhluk hidup di dunia mengalami empat jenis kelahiran dan enam alam kehidupan. Mengapa empat jenis kelahiran dan enam alam kehidupan adalah siklus yang penuh penderitaan? Buddha ingin kita memahami penderitaan di dunia ini. Selain mendalami empat jenis kelahiran dan enam alam kehidupan, kita juga harus memahami tentang Empat Kebenaran Mulia dan Enam Paramita. Melalui empat jenis kelahiran, kita bisa memahami penderitaan

 Buddha mengajari kita untuk mengetahui segala penderitaan di dunia ini. Dari manakah penderitaan ini berasal? Karena adanya akumulasi sebab. Akibat akumulasi karma buruk, kini kita mengalami penderitaan. Bagaimana cara kita mengakhiri penderitaan? Kita harus melatih diri sesuai jalan yang diajarkan Buddha. Jika tidak, kita hanya tahu empat jenis kelahiran dan enam alam kehidupan. Penderitaan empat jenis kelahiran dan enam alam kehidupan sungguh tak terkira. Akan tetapi, banyak orang di alam manusia yang tidak menyadari hal ini. Saat kita berkata tentang penderitaan, mereka menjawab, “Tidak.” “Bukankah setiap hari saya berbuat sesuka hati?” “Setiap hari saya bisa makan enak dan bermain

” “Saya mendapatkan segala yang saya inginkan.” Inilah orang yang masih tidak menyadari ketidakkekalan hidup. Akibatnya, mereka terus menciptakan karma buruk dan mengakumulasi karma buruk. Berhubung tidak tahu konsekuensinya, mereka tidak mengerti untuk melatih diri. Karena itu, kita harus mencari tahu sebab dari penderitaan dalam 4 jenis kelahiran. Kita harus lebih banyak mendalami Empat Kebenaran Mulia. Untuk melatih diri agar bisa terbebas dari kelahiran kembali di 6 alam yang penuh dengan penderitaan ini, satu-satunya cara adalah mempraktikkan Enam Paramita

 Jadi, pada kehidupan di dunia ini, Demikian pula dengan empat jenis kelahiran dan enam alam kehidupan. Saya pernah mengulas tentang empat jenis kelahiran. Yang pertama adalah kelahiran lewat rahim. Makhluk yang lahir lewat rahim sudah memiliki rupa sejak berada dalam kandungan. Inilah yang disebut jenis kelahiran lewat rahim, contohnya manusia yang dikandung dalam rahim selama 10 bulan, sudah berbentuk manusia saat lahir. Demikian juga dengan babi, sapi, kuda, dll. Babi yang baru lahir sudah berbentuk babi

 Sapi yang baru lahir sudah berbentuk sapi. Kuda yang baru lahir sudah berbentuk kuda. Rusa yang baru lahir sudah berbentuk rusa. Inilah kelahiran lewat rahim. Setelah dikandung, mereka akan dilahirkan begitu waktunya tiba. Ini disebut kelahiran lewat rahim. Pada saat mengandung, para ibu sangat menderita

 Tak hanya ibu saja yang menderita, kita yang berada dalam kandungan juga tak tahu akan berbentuk seperti apa saat dilahirkan. Ada orang yang terlahir dengan paras cantik dan manis, berkulit putih dan mulus. Akan tetapi, seiring masa pertumbuhan, ada orang yang mulai tidak puas dengan paras wajahnya sendiri. Mereka merasa matanya terlalu sipit, hidungnya kurang mancung, dan masih banyak ketidakpuasan lainnya. Kini banyak orang yang menjalani operasi plastik karena tidak puas dengan paras wajah mereka. Selama masa kandungan, sang ibu tidak bisa menentukan paras wajah bayinya. Saat berada dalam kandungan, paras sang bayi sudah terbentuk. Bisa terlahir dengan tubuh yang normal sudah sangat baik

 Ada pula bayi yang terlahir dalam kondisi cacat dan tidak normal. Contohnya sepasang kembar siam dari Iran. Kakak beradik itu berparas sangat cantik, namun mereka terlahir dengan kepala menyatu. Kondisi itu terus berlanjut hingga mereka berusia 29 tahun. Berhubung ilmu kedokteran sudah sangat maju, mereka pun meminta untuk dioperasi. Dengan kondisi kepala yang terus menempel, mereka sungguh tidak leluasa dan mengalami penderitaan yang tak terkira. Terlebih lagi, mereka memiliki pemikiran dan minat yang berlainan

 Dengan kondisi seperti itu, mereka sungguh menderita. Baik dari makanan kesukaan maupun cara berpakaian, bahkan tiada kesamaan. Yang satu suka mengenakan pakaian warna putih, yang lainnya suka mengenakan warna hitam. Mereka juga berkata bahwa yang satu lebih suka bervegetarian sedangkan yang lainnya lebih suka makan daging. Yang satu lebih pendiam, sedangkan yang lainnya lebih aktif. Yang satu ingin menjadi reporter, yang lainnya ingin jadi pengacara. Akan tetapi, tubuh mereka malah menyatu

 Terlebih lagi, seiring masa pertumbuhan, mereka memiliki minat masing-masing. Dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi, mereka harus saling mengalah. Karena itu, mereka selalu bersekolah di sekolah yang sama dan kelas yang sama. Bayangkanlah, yang satu menyukai kelas pelajaran tertentu, sedangkan yang lainnya tidak tertarik, sungguh menderita. Dia pasti merasa bosan. Yang satunya ingin pergi keluar, sedangkan yang lainnya ingin beristirahat. Yang satunya ingin berbincang dengan orang, yang satunya ingin tidur

 Masih banyak contoh lainnya. Dalam aktivitas sehari-hari seperti berjalan, tinggal, duduk, tidur, makan, dan berpakaian saja mereka mengalami kesulitan. Karena itu, mereka meminta untuk dioperasi dan rela mempertaruhkan nyawa. Mereka datang dari Iran ke Singapura untuk menjalani operasi pemisahan demi menggapai harapan masing-masing. Meski ilmu kedokteran sudah sangat maju dan terdapat banyak dokter spesialis saraf otak yang datang dari luar negeri untuk membantu operasi pemisahan kakak beradik itu, mereka tetap tidak berdaya karena pada bagian dua kepala yang menempel hanya terdapat satu pembuluh darah. Singkat kata, dengan hanya memiliki satu pembuluh darah, bagaimana mereka bisa dipisahkan? Jika tidak hati-hati, ada kemungkinan terjadi pendarahan yang mengakibatkan kematian

 Jadi, meski sudah tahu besarnya risiko yang mungkin akan terjadi, mereka tetapi meminta operasi dijalankan. Meski mungkin akan mati, mereka tetap ingin menjalani operasi pemisahan. Yang paling menyedihkan adalah beberapa menit pascaoperasi, mereka berdua meninggal dunia. Jadi, saat berada dalam kandungan ibu, kita tidak tahu proses pertumbuhan kita. Apakah kalian masih ingat seorang anak bernama Pao Pao-long yang lahir di RS Tzu Chi? ====== Orang tua dari anak ini masih sangat muda. Ibunya baru berusia 14 tahun, sedangkan ayahnya masih suka bersenang-senang

 Anak itu terlahir dalam kondisi tidak sempurna karena tubuhnya tidak seluruhnya tertutup oleh kulit. Tim medis berusaha segenap tenaga demi mengobatinya. Akibat gen yang kurang sempurna di dalam tubuh, begitu lahir, tubuh sang bayi tidak tertutup oleh kulit. Kondisinya sungguh memprihatinkan. Meski di Rumah Sakit Tzu Chi terdapat banyak orang yang mengasihinya, tetapi orang tuanya tidak sanggup menerimanya. Karena itu, orang tuanya mengajukan permintaan untuk meninggalkan bayi tersebut. Akan tetapi, masih ada sekelompok orang yang sangat mengasihi dan menyayanginya, Meski tim medis sudah berusaha keras, namun bayi tersebut masih tidak sembuh

 Hari demi hari, bayi itu pun tumbuh besar. Insan Tzu Chi sering mengunjungi anak itu. Pada Tahun Baru, insan Tzu Chi akan membawanya ke Griya Jing Si. Akan tetapi, anak itu sangat menderita. Pertama, begitu lahir, dia sudah ditinggalkan oleh orang tuanya. Kedua, penderitaan yang akan terus mengikutinya dan menyiksanya setiap saat adalah tubuhnya yang tidak tertutup kulit. Kini selain tidak memiliki kulit, perlahan tubuhnya juga mulai berubah bentuk

 Meski dia bermain dengan harmonis dengan anak-anak yang lain dan tidak dikucilkan, akan tetapi seiring masa pertumbuhannya, dia semakin merasa putus asa. Ini karena setiap saat, dia selalu hidup di tengah penderitaan. Saudara sekalian, mengenai kelahiran lewat rahim yang dialami oleh manusia saja, saat berada dalam kandungan ibu, apakah kita akan memiliki anggota tubuh yang lengkap dan memiliki kulit yang sempurna, kita tak dapat memastikannya. Kita tidak bisa meminta untuk terlahir sesuai dengan kondisi yang kita inginkan. Kita yang terlahir ke dunia dengan anggota tubuh yang lengkap dan kondisi yang sehat, bukankah seharusnya menyadari berkah, menyadari dan membalas budi luhur, serta bersyukur? Orang tua telah memberikan tubuh yang sehat ini kepada kita, bukankah kita harus bersyukur? ===== Orang tua, terutama ibu, sangat menderita saat mengandung, lalu melahirkan kita dengan anggota tubuh yang lengkap. Mungkin ada orang yang tidak tahu pentingnya membalas budi luhur orang tua. Apakah kalian masih ingat sebelum sepasang kembar siam asal Filipina menjalani operasi pemisahan, kepala SD Tzu Chi, Bapak Yang, membawa para siswa SD melihat bayi kembar siam itu

 Ini adalah bentuk pendidikan kehidupan. Dia mengajak para siswa melihat bayi kembar siam agar mereka tahu bahwa dalam kehidupan ini, kita harus menghargai kesehatan dan kebebasan yang dimiliki serta tahu untuk bersyukur. Kebetulan, di antara siswa kelas 2 SD ada dua orang siswa yang juga merupakan anak kembar. Mereka juga datang melihat bayi kembar siam tersebut. Setelah itu, mereka ditanya tentang perasaan mereka dan diminta untuk berbagi dengan teman-teman yang lain. Jawaban mereka sungguh di luar dugaan. Salah satu dari mereka menjawab, “Saya tahu mereka sangat menderita karena menyatu.” “Saya sangat berterima kasih  kepada ayah dan ibu saya karena tidak melahirkan saya dan adik saya dalam kondisi menyatu.” “Saya berterima kasih kepada Ibu

” Lihatlah, dia mengerti untuk berterima kasih kepada ibunya karena dia dan adik kembarnya tidak terlahir dalam kondisi tubuh menyatu. Anak itu baru duduk di bangku kelas dua SD dan baru berumur 8 tahun. Melihat kondisi bayi kembar siam itu, dia mengerti untuk berterima kasih. Jadi, orang yang tahu bersyukur barulah bisa menyadari berkah, menghargai berkah, dan kembali menciptakan berkah di dunia. Akan tetapi, banyak orang tidak ingat budi luhur, tidak menghargai berkah, dan tidak berbakti kepada orang tua. Mereka tidak menghargai segala sesuatu yang ada di dunia ini. Mereka berpikir bahwa selain manusia, segala makhluk hidup di dunia ini bisa dijadikan santapan untuk memenuhi nafsu keinginan, memenuhi gizi, dan menambah energi manusia. Jadi, hewan-hewan itu sungguh kasihan. Sungguh memprihatinkan

 Ada orang yang memelihara babi hingga besar untuk kemudian dijadikan santapan. Mereka juga berkata bahwa buah karma dari membunuh babi ini bisa ditanggung bersama-sama oleh banyak orang. Pepatah mengatakan, “Setelah makan harus bayar.” Babi itu dibunuh untuk dimakan oleh banyak orang. Kelak, buah karma akibat membunuh babi ini juga akan ditanggung oleh banyak orang. Akan tetapi, manusia masa kini bukan lagi memakan seekor babi beramai-ramai. Seekor babi bisa habis disantap oleh beberapa orang saja. Bahkan, kini ada hidangan yang disebut babi susu

 Anak babi yang baru lahir dan masih belum menyusu sudah langsung dibunuh untuk disantap. Ada seorang pengusaha asal Taiwan yang menjalankan bisnis di suatu negara. Berhubung negara tersebut jarang sekali dikunjungi oleh insan Tzu Chi, maka saat ada insan Tzu Chi, mereka mengundang beberapa pengusaha untuk mendengar kisah Tzu Chi. Salah seorang pengusaha di sana pun turut hadir. Sebelum menghadiri acara itu, dia terlebih dahulu menjamu kliennya. Berhubung diundang oleh pengusaha lain yang sangat sukses ke acara ini, dia merasa tidak enak hati jika tidak hadir. Karena itu, dia menjamu tamu terlebih dahulu, baru menghadiri ramah tamah Tzu Chi

 Setelah pulang ke rumah, dia tiba-tiba terserang stroke. Saat pengusaha yang mengundangnya itu mendengar kabar bahwa temannya ini terserang stroke setelah pulang ke rumah, dia merasa sangat sedih. Dia berpikir, “Apakah dia terlalu lelah karena menghadiri undangan dari saya sehingga terserang stroke sepulang dari sana?” Pengusaha itu pun pergi menjenguknya. Istri temannya itu berkata, “Anda jangan berpikir begitu.” “Biar saya beri tahu, semua ini adalah hasil perbuatannya sendiri.” “Dia tidak mau mendengar nasihat saya untuk tidak minum alkohol

” “Tekanan darahnya juga sangat tinggi.” “Dokter terus mengingatkannya agar makan lebih sederhana, tetapi dia tetap tidak mau dengar.” “Dia tetap minum alkohol dan makan daging.” “Terlebih lagi, tahukah Anda, sebelum pergi ke acara Tzu Chi, dia baru pergi makan babi susu dan menjamu tamunya.” “Mereka makan babi susu bersama-sama.” “Dia bilang tempat kalian searah, jadi sekalian singgah.” “Saya sungguh bersyukur, mungkin karena dari tempat kalian, dia hanya terserang stroke ringan

” “Ini merupakan peringatan baginya.” Serangan stroke memengaruhi satu tangan dan satu kakinya. Daya pikirnya masih sangat jelas. Dokter menyarankannya untuk menjalani fisioterapi. Inilah salah satu contoh. Ada orang yang menganggap hewan-hewan sudah selayaknya menjadi santapan manusia. Karena itu, mereka memakannya tanpa kendali

 Contohnya, seekor babi yang besar tidak cukup mereka konsumsi. Kini manusia malah membunuh babi kecil untuk dikonsumsi bersama-sama. Kalian pasti masih ingat dengan isi dari Sutra Ksitigarbha. Lihatlah kisah ibu Putri Jyotinetra. Karma buruknya begitu berat. Bagaimana dia menciptakan karma membunuh? Dia suka makan daging ikan. Dia tidak suka makan ikan yang besar. Dia lebih suka makan ikan-ikan kecil yang bisa banyak tertangkap dengan sekali melempar jala. Jenis ikan itu adalah sejenis ikan teri yang banyak dijual di toko kelontong. Hanya dengan sekali capitan sumpit, ikan yang terambil bisa banyak sekali. Jadi, dalam satu suapan saja, dia telah menelan banyak nyawa sehingga menciptakan banyak karma buruk

 Saya bahkan mendengar ada orang yang mengonsumsi katak. Ketahuilah bahwa katak dibunuh dengan cara yang kejam. Apakah kalian tahu bahwa setelah ditangkap, kepala katak akan dipotong sedikit? Kepalanya tidak dipotong hingga putus total, melainkan hanya dipotong setengah. Kemudian, digunakanlah sebatang bambu untuk menusuk si katak dari pusat saraf hingga ke bagian bawah tubuhnya. Setelah keempat kakinya tersentak, barulah katak itu dikuliti dan digoreng. Manusia menghalalkan segala cara demi mengonsumsi daging hewan. Entah kalian pernah mendengar cerita ini atau tidak

 Beberapa waktu lalu, ada orang mengonsumsi otak kera dengan cara memanaskan lempengan besi di bawah meja. Kemudian, mereka menggunakan suatu alat agar kepala kera bisa menjulur keluar di atas meja, lalu membiarkan kera tersebut melompat-lompat kepanasan. Setelah darah kera naik ke otak, barulah mereka mulai memotong kepala kera itu untuk diambil otaknya. Perbuatan itu sungguh kejam. Manusia dan kera sama-sama mengalami kelahiran lewat rahim. Hanya saja, yang mengandung tubuh kita adalah manusia sehingga kita terlahir sebagai manusia. Kera juga mengalami kelahiran lewat rahim

 Kera juga terlahir dari rahim ibu kera yang juga mengalami masa kehamilan. Hanya saja mereka berasal dari spesies kera sehingga terlahir sebagai kera. Para kera mengalami kelahiran lewat rahim, demikian pula dengan kita. Kita yang terlahir sebagai manusia disebut sebagai makhluk yang paling cerdas. Akan tetapi, kita malah membunuh banyak hewan untuk dijadikan santapan. Karena itu, saya sering berkata bahwa perut manusia bagaikan kuburan massal

 Manusia menelan segala jenis makhluk hidup. Sesungguhnya, manusia sangatlah kotor dan merupakan makhluk yang paling kejam. Manusia selalu memikirkan segala cara untuk memakan segala jenis makhluk hidup. Jika manusia bisa mengurangi konsumsi daging, maka karma buruknya akan lebih ringan. Kini karma buruk manusia semakin lama semakin berat karena mereka selalu menyiksa hewan untuk mengonsumsi dagingnya. Karena itu, manusia masa kini jika menderita penyakit atau mengalami kecelakaan selalu lebih menderita dibanding dahulu. Mereka mengalami penderitaan yang tak terkira

 Karena itu, kita harus memahami kebenaran tentang penderitaan manusia. Dari mana penderitaan berasal? Kita harus memahami empat jenis kelahiran dan menyadari kaitan antara banyaknya karma buruk manusia dengan banyaknya penderitaan yang dirasakan. Kita hendaknya mengaitkan kebenaran ini dengan perilaku manusia awam. Kita harus bersungguh hati. sama-sama terlahir melalui rahim, namun saling membunuh, sangatlah menakutkan

 Pantas saja, kini terdapat banyak bencana alam dan bencana akibat ulah manusia. Semua ini bersumber pada manusia. Jadi, jika manusia bisa memicu terjadinya begitu banyak bencana, masa seharusnya juga bisa menciptakan berkah. Semua ini bergantung pada sebersit niat. Jadi, harap kita semua lebih bersungguh hati.

Leave A Comment

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

Juragan28