Menanam 1350 Bibit Kebaikan di Pesisir Pantai Deli Serdang
Di tengah ancaman abrasi dan banjir rob yang terus menghantui wilayah pesisir, langkah kecil untuk menjaga alam menjadi semakin berarti. Semangat itulah yang mewarnai kegiatan penanaman mangrove bertajuk “#TanamKebaikan2026” yang digelar oleh DAAI TV Jakarta dan Medan bersama berbagai pihak pada hari Sabtu, 23 Mei 2026, di Pantai Alam Serdang Bahari, Desa Regemuk, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Sebanyak 1.350 batang mangrove ditanam secara gotong royong oleh staf DAAI TV Medan, sponsor, komunitas lingkungan, serta kelompok tani desa setempat. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup yang jatuh setiap tanggal 5 Juni, sekaligus bentuk kepedulian nyata terhadap kondisi pesisir yang semakin rentan terhadap abrasi.
Sejak pagi hari, suasana penuh semangat sudah terasa ketika para peserta berkumpul dan memulai perjalanan menuju lokasi penanaman. Sesampainya di Pantai Alam Serdang Bahari, peserta disambut hamparan pesisir yang perlahan mengalami pengikisan akibat perubahan iklim dan gelombang laut.
Sebanyak 1.350 batang mangrove ditanam secara gotong royong oleh staf DAAI TV Medan, sponsor, komunitas lingkungan, serta kelompok tani desa setempat. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup yang jatuh setiap tanggal 5 Juni, sekaligus bentuk kepedulian nyata terhadap kondisi pesisir yang semakin rentan terhadap abrasi.
Sejak pagi hari, suasana penuh semangat sudah terasa ketika para peserta berkumpul dan memulai perjalanan menuju lokasi penanaman. Sesampainya di Pantai Alam Serdang Bahari, peserta disambut hamparan pesisir yang perlahan mengalami pengikisan akibat perubahan iklim dan gelombang laut.
PIC kegiatan, Josia Situmorang, menjelaskan bahwa kegiatan ini lahir dari kepedulian terhadap kondisi lingkungan di wilayah tersebut. Saat melakukan survei lokasi, pihaknya mendengar langsung cerita masyarakat mengenai banjir rob yang kerap terjadi. Bahkan, di kawasan yang disebut sebagai hutan negara itu, nyaris tidak terlihat lagi kawasan hijau yang seharusnya menjadi pelindung pesisir.
“Ketika kami datang ke tempat ini, masyarakat bercerita tentang banjir rob yang sering datang. Kami juga melihat ada plang bertuliskan hutan negara, tetapi hutannya sudah hampir tidak terlihat. Dari situ kami merasa tempat ini cocok untuk penanaman mangrove sebagai upaya pemulihan ekosistem,” ujar Josia.
Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan dari berbagai pihak, mulai dari manajemen DAAI TV Medan, perwakilan sponsor, hingga pemerintah desa. Dalam kesempatan tersebut, seluruh peserta diajak memahami pentingnya menjaga kawasan mangrove sebagai benteng alami pesisir. Edukasi mengenai ekosistem mangrove juga disampaikan oleh komunitas lingkungan keMANGTEER dan kelompok tani setempat, termasuk tata cara penanaman yang benar agar bibit dapat tumbuh optimal.
“Ketika kami datang ke tempat ini, masyarakat bercerita tentang banjir rob yang sering datang. Kami juga melihat ada plang bertuliskan hutan negara, tetapi hutannya sudah hampir tidak terlihat. Dari situ kami merasa tempat ini cocok untuk penanaman mangrove sebagai upaya pemulihan ekosistem,” ujar Josia.
Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan dari berbagai pihak, mulai dari manajemen DAAI TV Medan, perwakilan sponsor, hingga pemerintah desa. Dalam kesempatan tersebut, seluruh peserta diajak memahami pentingnya menjaga kawasan mangrove sebagai benteng alami pesisir. Edukasi mengenai ekosistem mangrove juga disampaikan oleh komunitas lingkungan keMANGTEER dan kelompok tani setempat, termasuk tata cara penanaman yang benar agar bibit dapat tumbuh optimal.
Meski harus berjalan di tengah lumpur dan panas matahari, semangat para peserta tetap terasa hangat. Semangat kolaborasi juga terlihat dari dukungan berbagai sponsor yang turut ambil bagian dalam kegiatan ini, di antaranya Growth Asia, Permata Group, Brastagi Supermarket, International Logistic, dan MTAP. Kehadiran mereka bukan sekadar bentuk dukungan terhadap acara, tetapi juga menjadi bagian dari aksi bersama dalam mendukung pelestarian lingkungan yang diinisiasi oleh DAAI TV Jakarta dan Medan. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui sinergi antara media, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat.
Ketua kelompok tani setempat, Tuah, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Menurutnya, abrasi menjadi ancaman serius bagi wilayah pesisir di Desa Regemuk. Bahkan setiap tahun, garis pantai dapat terkikis hingga beberapa meter akibat kondisi cuaca yang tidak menentu. Karena itu, penanaman mangrove menjadi langkah penting untuk menjaga daratan tetap bertahan.
“Kami sangat senang dan mengapresiasi kegiatan dari DAAI TV dan semua pihak yang terlibat. Terima kasih karena sudah peduli dengan lingkungan di desa ini,” ungkap Tuah.
Bagi DAAI TV, kegiatan ini bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi juga menanam kesadaran dan harapan. Melalui aksi sederhana tersebut, masyarakat diajak untuk mulai peduli terhadap lingkungan dari hal-hal kecil, seperti tidak membuang sampah sembarangan hingga ikut menjaga kelestarian alam di sekitar.
“Kami berharap kegiatan ini bisa memotivasi masyarakat untuk mencintai lingkungan dan melakukan aksi nyata, sekecil apa pun itu. Karena lewat penanaman pohon, manfaatnya bisa dirasakan untuk masa depan,” kata Josia.
Ketua kelompok tani setempat, Tuah, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Menurutnya, abrasi menjadi ancaman serius bagi wilayah pesisir di Desa Regemuk. Bahkan setiap tahun, garis pantai dapat terkikis hingga beberapa meter akibat kondisi cuaca yang tidak menentu. Karena itu, penanaman mangrove menjadi langkah penting untuk menjaga daratan tetap bertahan.
“Kami sangat senang dan mengapresiasi kegiatan dari DAAI TV dan semua pihak yang terlibat. Terima kasih karena sudah peduli dengan lingkungan di desa ini,” ungkap Tuah.
Bagi DAAI TV, kegiatan ini bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi juga menanam kesadaran dan harapan. Melalui aksi sederhana tersebut, masyarakat diajak untuk mulai peduli terhadap lingkungan dari hal-hal kecil, seperti tidak membuang sampah sembarangan hingga ikut menjaga kelestarian alam di sekitar.
“Kami berharap kegiatan ini bisa memotivasi masyarakat untuk mencintai lingkungan dan melakukan aksi nyata, sekecil apa pun itu. Karena lewat penanaman pohon, manfaatnya bisa dirasakan untuk masa depan,” kata Josia.
Menjelang siang, kegiatan ditutup dengan suasana hangat penuh kebersamaan. Meski tubuh dipenuhi lumpur dan lelah setelah menanam ratusan bibit mangrove, senyum seluruh peserta menjadi gambaran bahwa kebaikan yang ditanam di pesisir Pantai Alam Serdang Bahari bukan sekadar untuk sesaat, melainkan juga menjadi harapan bagi kehidupan dan lingkungan yang lebih lestari di masa mendatang.
Jurnalis : Ardiwan Halawa (DAAI TV Medan),
Fotografer : M. Rinaldi Pulungan (DAAI TV Medan),
Editor : Arimami Suryo A.
Fotografer : M. Rinaldi Pulungan (DAAI TV Medan),
Editor : Arimami Suryo A.