Melalui Tzu Chi, Mereka Melakukan Hal-Hal Baik
Pada tanggal 20 Maret 2022, relawan Tzu Chi dari Manila, Marikina, San Mateo, Angeles City, Cebu, Davao, dan Zamboanga menandai dimulainya pelatihan mereka sehari penuh yang diadakan di Buddhist Tzu Chi Campus di Sta. Mesa, Manila. Acara dimulai dengan penyerahan seragam di Aula Jing Si kemudian dilanjutkan kemudian dilanjutkan dengan pelatihan prinsip-prinsip Tzu Chi dan sesi berbagi pengalaman. Pelatihan dibagi menjadi sesi-sesi yang berbahasa Inggris, Tagalog, dan Mandarin.
Bagi Eliza Abragon, pencapaian ini terjadi 11 tahun setelah dia menerima ajakan dari temannya untuk menjadi sukarelawan dengan sebuah grup yang dia kenal. “Saya adalah seorang pembantu rumah-tangga di Arab Saudi ketika terjadi Topan Ondoy, dan anak-anak saya bercerita bagaimana Yayasan Tzu Chi membantu para korban di Marikina,” kata Abragon, yang tinggal di wilayah pemukiman Malanday. “Anda membersihkan rumah anda, dan Tzu Chi memberi anda uang. Tzu Chi benar-benar sangat membantu.”
Dia juga tertarik dengan ide menjadi relawan. Sebagai relawan Tzu Chi, dia mengunjungi rumah demi rumah untuk mengumpulkan barang bekas. Dia juga aktif dalam kegiatan kunjungan ke rumah-rumah penerima bantuan Tzu Chi, sering menghabiskan uang sendiri untuk biaya transportasi dan menolong para penerima bantuan.
“Hidup saya susah, tetapi hidup dari beberapa orang yang kami kunjungi lebih susah lagi,” katanya. “Ada sebuah keluarga yang hanya punya minyak makan dan kecap asin. Dan mereka tidak punya beras. Untunglah, saya punya uang di kantong saya. Saya tidak punya banyak uang, tetapi ketika bertemu dengan keluarga seperti mereka, saya tidak bisa tidak harus berbagi apa yang saya miliki karena keadaan mereka sangat menyedihkan. Mereka lapar.”
“Ini sebabnya penting menjadi relawan,” katanya, “Lebih baik memberi daripada menerima. Memberi membawa kebahagiaan ke hati.”
Seringkali, kehadirannya saja sudah cukup membantu. Setelah topan Yolanda menerjang, dia sangat terenyuh saat melihat kondisi para korban badai Yolanda yang kehilangan rumah dan mereka yang cintai akibat salah satu topan badai terburuk dalam sejarah.
“Apa yang kita lakukan, sesuai dengan yang diajarkan kepada kita, adalah kita peluk mereka,” katanya, “Bisakah anda bayangkan? Mereka kehilangan segalanya. Mereka merasakan, dan saya merasakan, penderitaan mereka. Anda pasti menangis untuk mereka.”
Meskipun tujuan utama Abragon adalah “untuk bertemu dengan Master Cheng Yen sebelum saya tua”, relawan ini sudah mewujudkan mimpinya. “Saya benar-benar ingin menjadi relawan,” katanya, “Menjadi relawan membuat saya bahagia.”
Menonton Master Cheng Yen di televisi 20 tahun yang lalu menginspirasi Ang Mei Yuen untuk bergabung dengan Yayasan Tzu Chi di Davao. “Saya melihat welas asih Master Cheng Yen. Meskipun orang-orang tidak mengenalnya, dia telah melakukan banyak hal untuk orang lain,” katanya. Salah satu dari 13 anggota komite Tzu Chi di cabang Davao, Ang Mei Yuen menemani 5 orang relawan Tzu Chi Davao dalam perjalanan mereka pertama kali ke Manila.
Dibentuk pada tahun 2016, Tzu Chi Davao menjalankan misi medis, pemberian bantuan, dan bantuan kemanusiaan lainnya. Di bulan Januari lalu, para relawan melakukan perjalan selama tiga jam ke wilayah pegunungan kotamadya Talaingod, dimana mereka memberikan kepada masyarakat asli setempat bantuan berupa 2.500 benih pohon pisang untuk ditanam agar bisa memberi pendapatan kepada mereka.
“Kehidupan mereka sangat sulit. Tahun lalu, kita memberi bantuan kepada mereka, kami menemukan ada satu keluarga yang memiliki 11 anak dan hanya berpenghasilan 500 Peso sebulan. Saya bertanya “Bagaimana anda hidup?” Mereka menjawab,”Kami makan ubi”. Mereka benar-benar miskin.”
Atas persetujuan Master Cheng Yen, relawan Tzu Chi Davao menanam benih pohon pisang bersama para penduduk setempat. “Butuh waktu setahun untuk pohon pisang ini tumbuh,” kata Ang Mei Yuen, “Mudah-mudahan bisa mendatangkan pendapatan bagus bagi para penduduk setempat agar kehidupan mereka menjadi lebih baik. Kami akan membantu mereka mencari pembeli.”
Adalah Master Cheng Yen yang berkata,”Lakukan hal-hal baik di setiap kesempatan.” Eliza Abragon, Ang Mei Yuen, dan para relawan Tzu Chi lain di Filipina dan di seluruh dunia menjawab kata-kata bijak tersebut setiap saat. Siapapun dengan hati yang tulus dapat membantu menjalankan kata-kata bijak tersebut.
“Kita butuh lebih banyak relawan,” kata Ang Mei Yuen. “Ada banyak orang yang lebih miskin daripada kita, jadi kita harus melakukan lebih banyak upaya untuk membantu mereka yang membutuhkan.”
Jurnalis : Joy Rojas,
Fotografer : Matt Serrano, Daniel Lazar,
Diterjemahkan oleh : Sik Pin.