Sanubari Teduh

Sanubari Teduh – 085 – Belenggu Enam Alam Kehidupan dan Empat Jenis Kelahiran

Saudara se-Dharma sekalian, saya sering berkata bahwa hidup tidaklah kekal. Akan tetapi, noda batin terus muncul. Karena itu, Buddha berkata bahwa noda batin bagaikan musuh, noda batin bagaikan pencuri, bagaikan arus yang deras, bagaikan belenggu yang terus-menerus menjerat kita. Jika noda dan kegelapan batin tidak dikikis dengan sungguh-sungguh, kita tidak akan terbebas dari penderitaan. Seperti yang dikatakan sebelumnya, noda batin bagaikan belenggu yang mengunci semua makhluk di dalam penjara samsara  hingga tidak dapat melepaskan diri. Memang demikianlah noda batin itu. Memang demikianlah noda batin itu. Setiap hari saya berbicara kepada kalian tentang noda batin.  Ia muncul karena adanya kegelapan batin. Betapa banyak noda batin  yang sulit kita lenyapkan. Hal ini sungguh membawa penderitaan.  Kita masih ingat pada tanggal 28 Juni 2003, ada bayi kembar siam dipisahkan di RS Tzu Chi Hualien. Usia bayi kembar ini baru genap satu tahun pada tanggal 1 Juli 2003. Tiga hari sebelum ulang tahun mereka, bedah pemisahan dilakukan. Setelah pembedahan selesai, kita melihat mereka diletakkan  di tempat tidur terpisah. Saat itu saya sungguh bahagia.

Saya merasa bahwa kedua anak itu akhirnya terbebas dari ikatan fisik satu sama lain. terbebas dari ikatan fisik satu sama lain. Karma dan jodoh baiklah yang menyebabkan mereka dapat bertemu insan Tzu Chi Filipina. mereka dapat bertemu insan Tzu Chi Filipina. Dengan adanya jalinan jodoh ini, mereka dibawa ke Hualien, Taiwan. Setelah hampir tiga bulan  mendapatkan pengasuhan dan perawatan hingga berat badan  dan gizi mereka tercukupi, pada tanggal 28 Juni 2003 mereka menjalani bedah pemisahan. Selain itu, di tempat terpisah, yaitu Singapura, pada awal bulan Juli 2003, sepasang kembar siam asal Iran juga menjalani operasi yang sama. Pasangan ini telah berusia 29 tahun. Kepala mereka telah menempel satu sama lain selama 29 tahun. Meski demikian, mereka memiliki cara berpikir dan minat yang berbeda. Yang satu berwatak lebih aktif, sedangkan yang lain berwatak pendiam. Yang satu menyukai ketenangan, yang satu lagi suka beraktivitas. Jadi, mereka berdua benar-benar berbeda. Jadi, mereka berdua benar-benar berbeda. Bidang ilmu yang mereka pilih juga berbeda. Yang satu tertarik untuk menjadi wartawan, yang satu lagi ingin menjadi pengacara.

Meski tujuan mereka berbeda sama sekali, tetapi mereka harus tetap bersama  sepanjang waktu. Kondisi ini amat membawa penderitaan. Kondisi ini amat membawa penderitaan. Karena itu, saat berusia 29 tahun, mereka memutuskan untuk mempertaruhkan nyawa dengan menjalani operasi di Singapura. Meski dokter memprediksi bahwa tingkat keberhasilan operasi hanya 50 persen, mereka bersedia untuk mengambil risiko, di bawah 50 persen pun mereka bersedia menjalaninya. Sayangnya, operasi pemisahan mereka yang diperkirakan butuh waktu 70 jam ini terganggu saat telah berlangsung 50 jam, akibat terjadinya pendarahan hebat. Akhirnya, mereka meninggal secara bergiliran. Lihatlah, setiap orang punya cara berpikir yang berbeda. Kita sering bertanya, “Apa yang ada di otakmu?” Sesungguhnya, ini disebut kegelapan batin. Lihatlah pasangan kembar siam ini, kepala dan pembuluh darah otak mereka menempel satu sama lain. Mereka berbagi pembuluh darah yang sama.

Mereka berbagi pembuluh darah yang sama. Akan tetapi, masing-masing memiliki cara berpikir yang sama sekali berbeda. Orang yang cara berpikirnya berbeda namun dengan tubuh saling menempel dan harus tetap bersama sepanjang waktu sungguh sangat menderita. Meski dokter telah berupaya maksimal, namun takdir mereka hanya berakhir sampai di sini dan mereka pun meninggal dunia.  Setelah kasus ini, muncul lagi berita tentang sepasang kembar siam lainnya, yaitu perempuan kakak beradik asal India. Mereka lahir di sebuah keluarga tidak mampu di Ahmedabad, India. Tubuh mereka terpisah dari bagian atas hingga ke bagian dada, sedangkan bagian pinggang ke bawah menempel satu sama lain. Mereka memiliki empat lengan, tetapi hanya punya sepasang kaki. Tulang panggul mereka menyatu. Meski masing-masing memiliki organ jantung, paru-paru, dan perut, namun bagian pinggang ke bawah saling menyatu. Sangatlah sulit untuk memisahkan tubuh mereka. Meski demikian, mereka berkata bahwa dengan tubuh seperti itu, mereka dapat berkeliling untuk memberi tontonan kepada orang lain dan orang-orang akan membayar mereka. Mereka merasa bahwa mencari nafkah seperti ini bukan hanya dapat menghidupi diri sendiri, tetapi juga dapat menyokong keluarga.

Karena itu, mereka dapat menerima keadaan dengan penuh pengertian dan lapang dada. Mereka rela menggunakan kondisi ini untuk mencari nafkah. Berapa lama mereka bisa terus seperti ini? Jika suatu hari terjadi sesuatu pada mereka, misalnya salah satu dari mereka sakit atau meninggal, sedangkan satunya lagi masih hidup, apa yang harus dilakukan? Hidup sungguh penuh penderitaan. Betapa sedih melihat banyak penderitaan di kehidupan ini. Kembar siam adalah salah satu contohnya. Mereka terikat dan terbelenggu bersama-sama. Mereka terikat dan terbelenggu bersama. Ini sungguh menderita. Mereka mengalami hal ini karena dalam kehidupan lampau mereka telah terlibat jalinan karma. Akan tetapi, orang yang memiliki berkah akan memiliki jalinan jodoh yang baik sehingga dalam kehidupan ini mereka dapat dipisahkan. Jika tidak menciptakan berkah, mereka tidak akan dapat dipisahkan selama sisa hidup mereka. Kemudian dalam kehidupan berikutnya, entah ketidaktahuan apa lagi yang menyebabkan  mereka menciptakan karma buruk baru.

Bukankah ini akan semakin membuat mereka tidak dapat berpikir jernih dan terbuka sehingga menciptakan banyak noda dan kegelapan batin? Ini mungkin bisa terjadi karena kita adalah makhluk awam. Jadi, belenggu atau jeratan noda batin Jadi, belenggu atau jeratan noda batin  dapat mengakibatkan kita terjatuh ke tiga alam rendah sebagaimana telah kita bahas sebelumnya. Setelah menciptakan karma buruk, mereka akan jatuh ke tiga alam rendah. Setelah dilahirkan kembali sebagai manusia, mereka masih akan mengalami penderitaan karena belum sanggup melenyapkan noda dan kegelapan batin. Bukan hanya manusia, bahkan hewan pun demikian.  Saya melihat sebuah berita yang berjudul “ Berita Unik Provinsi Anhui”. Peristiwa ini terjadi di Provinsi Anhui. Ada sebuah keluarga memiliki seekor kucing Ada sebuah keluarga memiliki seekor kucing dan seekor anjing pug. Kucing tersebut sangat manja, anjingnya juga sangat disayangi. Kucing dan anjing itu selalu bermain bersama. Ketika bermain bersama, kadang mereka juga saling menggigit. Suatu hari, tuan mereka sedang menjamu tamu. Saat itu kucing dan anjing tersebut menunggu di bawah meja.

Sambil makan, tuan mereka melempar tulang ayam dan ikan ke lantai, lalu mereka akan berebut makanan tersebut. Saat sepotong tulang ayam dilemparkan, dan kebetulan hanya ada satu potong, mereka berebut potongan tersebut mereka berebut potongan tersebut hingga sama-sama menjadi marah dan mulai berkelahi di bawah meja. Sang tuan rumah segera membawa mereka keluar. Sang tuan rumah segera membawa mereka keluar. Setelah jamuan makan berakhir, para tamu pun pulang. Setelah mengantar para tamu, sang tuan rumah lalu pergi bekerja. Ketika kembali ke rumah, dia melihat kucingnya tergeletak mati di depan pintu dengan sekujur tubuh berlumuran darah. dengan sekujur tubuh berlumuran darah. Luka tersebut terlihat akibat dari gigitan. Dia tahu anjingnyalah yang melakukannya. Jadi, sang tuan rumah menyimpulkan  bahwa anjingnyalah yang menggigit kucingnya.

Dia lalu segera mencari anjing tersebut. Saat itu, dia merasa sangat marah mengingat kucing tersebut sangat dia sayangi dan sering dia peluk. sangat dia sayangi dan sering dia peluk. Melihat kematian kucingnya yang begitu tragis, dia berusaha menemukan anjingnya. Anjing pug ini kelihatannya tahu bahwa dirinya telah melakukan kesalahan dan menimbulkan masalah, maka ia bersembunyi di sudut tembok. Dengan cara apa pun tuannya memanggil, ia tetap tidak berani keluar. Akhirnya, ia diseret keluar. Dengan sangat marah, sang tuan menyeret anjingnya ke depan kucing// dan berkata, “Apakah kamu yang menggigitnya?” “Apakah kamu yang menggigitnya?” Saat bertanya, dia semakin marah,// maka memukul anjing tersebut. Anjing ini dipukulnya dan ditendang hingga beberapa meter. Kemudian, tuannya pergi menguburkan kucingnya. Hari itu pun berlalu.

Akan tetapi, saat bangun tidur keesokan harinya, begitu membuka pintu, sang tuan menemukan anjingnya telah meminum pestisida dan mulutnya mengeluarkan busa. Botol pestisida tampak tergeletak di depannya dan anjing itu pun telah mati. Dari manakah botol pestisida itu berasal? Ternyata dari sudut tembok, anjing itu membawa botol pestisida   ke tempat tersebut dengan mulutnya  dan meminumnya dari mulut botol. Lihatlah, hewan juga punya kegelapan batin. Meski anjing dan kucing tersebut merupakan dua spesies berbeda yang tinggal di rumah yang sama dan biasanya sangat akur, namun terkadang juga saling berkelahi. Akan tetapi, kali ini anjing tersebut dipukul karena telah membuat tuannya marah. Anjing itu juga tahu bahwa dirinya salah  dan telah menimbulkan masalah, sehingga ia meringkuk di sudut tembok layaknya anak kecil yang telah berbuat salah.

Meski demikian, anjing itu diseret keluar. Mungkin karena di satu sisi anjing itu merasa bersalah, dan di sisi lain merasa tertekan, ia pun memilih bunuh diri. Lihatlah makhluk hidup, di alam mana pun mereka berada, baik neraka, binatang, maupun setan kelaparan, kisah tadi membuktikan bahwa bahkan makhluk di alam binatang juga punya cara pandang dan noda batin seperti manusia yang punya hasrat dan emosi. seperti manusia yang punya hasrat dan emosi. Mereka juga dapat merasa marah, cemburu, sayang, benci, dendam, dsb. Mereka sama seperti manusia. Betapa menakutkannya hal ini. Noda dan kegelapan batin mengakibatkan semua makhluk terbelenggu di 6 alam kehidupan tanpa bisa terbebaskan. Apakah noda batin itu berbentuk atau tidak, ia akan terus membelenggu kita. ia akan terus membelenggu kita. Itulah sebabnya, kita tidak dapat membebaskan diri dari enam alam kehidupan. Jadi, semua makhluk terombang-ambing di enam alam kehidupan dan terus mengalami empat jenis kelahiran. Jadi, akibat noda dan kegelapan batin, kita terjerat dalam enam alam kehidupan dengan siklus yang tiada habisnya. Kita terlahir melalui empat jenis kelahiran. Empat jenis kelahiran meliputi// kelahiran lewat telur, rahim, kelembapan, dan kelahiran spontan.

Inilah yang disebut empat jenis kelahiran. Semua makhluk tidak terlepas dari empat jenis kelahiran, sedangkan noda batinlah yang menjadi penyebab munculnya semua ini. Sesuai karma, kita terlahir di 6 alam kehidupan melalui 4 jenis kelahiran melalui 4 jenis kelahiran dan mengalami siklus yang tiada akhir. Karma dan kegelapan batinlah penyebabnya. Karena itu, kita tidak dapat terbebaskan dan terus mengalami penderitaan tanpa henti akibat karma buruk yang tak terhingga. Saudara sekalian, kegelapan batin membawa begitu banyak penderitaan yang tiada akhir, kita pun tidak dapat terbebas darinya. Jadi, dalam menapaki jalan Buddha, bukankah kita harus berupaya lebih keras untuk melenyapkan noda dan kegelapan kita? Singkatnya, munculnya kegelapan batin mengakibatkan kita terus terlahir kembali. Kehidupan dan segala sesuatu di alam semesta tidak ada yang kekal.  Hanya kegelapan batinlah yang terus membelenggu kita dari kehidupan ke kehidupan. Satu-satunya kesempatan untuk membebaskan diri adalah mendengar ajaran Buddha di kala terlahir sebagai manusia dan berlatih dengan sungguh-sungguh. Selain itu, tidak ada cara lain. Karena itu, kita harus belajar Dharma dengan mempraktikkannya dalam keseharian. Ketekunan dalam berlatih di jalan Buddha bukan semata-mata membaca Sutra. Bukan. Kita harus memahami apa yang Buddha ajarkan dan mempraktikkannya dalam keseharian saat berhadapan dengan orang dan masalah. Dengan mempraktikkan Jalan Bodhisattva, kita baru dapat benar-benar melenyapkan noda dan kegelapan batin. Jadi, harap kalian selalu bersungguh-sungguh.

Leave A Comment