Sanubari Teduh – 086 – Belenggu Empat Jenis Kelahiran dan Karma Buruk yang Tanpa Batas
-
by
- No Comments on Sanubari Teduh – 086 – Belenggu Empat Jenis Kelahiran dan Karma Buruk yang Tanpa Batas
Saudara se-Dharma sekalian, jika hati kita tenang dan jernih, maka noda batin pun akan berkurang. Jika hati kita kacau, maka noda batin akan bertambah. Bukankah kita mempelajari ajaran Buddha demi memiliki hati yang jernih dan melenyapkan noda batin? Inilah hal terpenting dalam mempelajari ajaran Buddha. Noda batin berasal dari kegelapan batin. Kegelapan batin membawa banyak noda batin. Kita harus memahami hal ini. Berapa lamakah kehidupan manusia? Akan tetapi, noda batin malah terus membelenggu. Akibat kegelapan batin, manusia terus terlahir di 6 alam kehidupan. Akibat terus terbelenggu oleh noda batin dan tak dapat melepaskan diri, kita terus terlahir di 6 alam kehidupan lewat empat jenis kelahiran. Kita semua tahu bahwa empat jenis kelahiran terdiri atas kelahiran melalui telur, melalui rahim, melalui kelembapan, dan kelahiran spontan. Kelahiran melalui telur adalah kelahiran yang dilindungi oleh cangkang telur. Contohnya, burung dan ayam adalah hewan yang mengalami kelahiran melalui telur. Ada pula kelahiran melalui rahim seperti yang dialami oleh manusia, sapi, kuda, kucing, anjing, dan lain-lain. Makhluk yang lahir melalui rahim sudah memiliki bentuk sejak lahir, sedangkan telur harus dierami dahulu. Kelahiran lewat kelembapan dialami hewan-hewan air. Baik ikan, serangga, dan banyak spesies laut lainnya mengalami kelahiran melalui kelembapan.
Hal ini karena mereka hanya berkembang biak di tempat yang lembap. Berikutnya adalah kelahiran spontan. Kadang kita membahas bahwa dengan melafalkan nama Buddha Amitabha, kita akan terlahir dari sekuntum bunga teratai di Tanah Suci Barat. Untuk itu, kita harus giat melatih diri. Ada orang yang berkata bahwa// dengan mempraktikkan Sepuluh Kebajikan, kelak kita akan terlahir di alam surga. Kelahiran di alam surga// adalah kelahiran spontan. Jika mempraktikkan 10 Kejahatan, maka akan terlahir di alam neraka. Kelahiran di alam neraka// juga merupakan kelahiran spontan. Tentu saja, kelahiran spontan sangatlah banyak. Contohnya mungkin seperti virus. Pada dasarnya virus tak dapat berkembang biak. Akan tetapi, karena berdekatan dengan bakteri yang hidup, ia pun menjadi berbahaya. Hal yang tidak terlihat ini menjadi berwujud ketika kondisi yang mendukung timbul. Ketika sebab dan kondisi bertemu, sesuatu akan menjadi berwujud. Jadi, semua alam kehidupan tak terlepas dari empat jenis kelahiran.
Meski manusia terlahir melalui rahim, namun tidaklah mudah untuk terlahir dengan enam indra yang lengkap. Beberapa relawan dari Indonesia pernah kembali untuk melaporkan bahwa banyak warga Indonesia yang menderita bibir sumbing. Berhubung hidup dalam kondisi serba minim, ada warga yang meski sudah berusia 30-an tahun, namun masih belum mampu untuk menjalani operasi bibir sumbing. Akibatnya, mereka menjadi rendah diri. Banyak anak yang juga tak percaya diri. Ada seorang anak yang telah memasuki usia sekolah, tetapi dia tak berani pergi ke sekolah dan tak berani keluar rumah. Suatu hari orang tuanya mendengar adanya baksos kesehatan Tzu Chi. Mereka tidak tahu bahwa kita berasal dari Taiwan. Mereka hanya mendengar dari orang lain bahwa ada sebuah organisasi amal yang menggelar baksos kesehatan gratis. Karena itu, mereka pun membawa anaknya// ke baksos kesehatan itu. Saat mendengar kita akan menjalankan operasi plastik baginya, anak itu sangat gembira.
Kabarnya dia sampai// tak bisa tidur pada malam hari. Ketika ditanya apakah merasa khawatir, dia menjawab, “Tidak, saya sangat gembira.” Ketika membandingkan bibirnya dengan wajah anak lain, dia merasa sangat rendah diri. Meski masih kecil, dia sudah merasa tidak percaya diri untuk pergi ke sekolah. Kini ada orang yang membantunya, tentu saja dia merasa sangat gembira. Dia tidak takut sakit dan sangat berani. Terlahir dalam kondisi cacat membuatnya sangat menantikan kesempatan untuk menjalani operasi plastik guna mengobati rasa tak percaya dirinya. Inilah sifat alami manusia. Akan tetapi, mengapa dia terlahir dalam kondisi cacat? Hal itu berada di luar kendalinya. Saya juga melihat selembar foto yang sangat menghangatkan hati. Foto pertama menunjukkan meja operasi. Pada setiap meja operasi terdapat lebih dari enam praktisi medis. Ketua tim pembedahan berdiri di sisi kepala pasien. Dari matanya, kita bisa mengetahui bahwa beliau adalah dr. Chien, wakil kepala RS Tzu Chi Dalin. Foto berikutnya adalah dr. Chien menggendong seorang anak kecil.
Ekspresi matanya seperti seorang ayah yang menggendong anaknya sendiri dengan penuh kehangatan. Kita juga mendengar salah satu staf dari Divisi Kerohanian Tzu Chi Taiwan berbagi bahwa dr. Chien menjalankan operasi dengan sangat teliti. Pascaoperasi, dr. Chien menggendong anak tersebut ke ruang pemulihan dan membaringkannya dengan lembut. Setelah itu, dr. Chien memerhatikan anak itu sambil tersenyum, lalu memuji anak tersebut sangat cantik. Saat mendengar kisah itu, saya sungguh merasakan kehangatan. Semua manusia adalah satu keluarga. Ketika seseorang dalam keluarga kita lahir dalam kondisi cacat, bagaimana mungkin kita tidak turut mencurahkan perhatian dan cinta kasih untuk membantunya? Terlebih lagi, anak tersebut masih kecil. dr. Chien menganggap anak itu// bagai anaknya sendiri. dr. Chien juga bagai seorang seniman yang telah mengukir sebuah patung yang indah dan tersenyum puas dengan hasilnya. Senyumannya mengungkapkan rasa puas terhadap keterampilan medisnya yang tergambar di wajah anak tersebut. Mengulas tentang rasa puas, saya sering teringat pada para donor sumsum tulang yang berbagi kisahnya di Griya Jing Si.
Saya berkata kepada mereka, kalian sungguh baik hati.” Mereka selalu menjawab, “Kamilah yang harus berterima kasih.” “Perasaan saat menolong orang lain// sangatlah baik.” Hampir setiap orang merasa bahagia setelah menolong orang lain. Jadi, bisa dimengerti mengapa dr. Chien menggendong anak itu, lalu membaringkannya sambil memuji anak itu sangat cantik. Beruntung, dia memiliki keterampilan medis untuk menjalankan operasi demi menutupi kekurangan serta membuka hati anak itu. Kini anak itu telah pergi bersekolah dan memiliki masa depan yang cerah. Kami juga mendengar para warga di Perumahan Cinta Kasih di Indonesia mengungkapkan sukacita mereka// saat menempati rumah baru. Mereka berkata bahwa// mereka bahkan tak pernah bermimpi bisa menempati rumah yang baru. Mereka berkata bahwa perumahan itu berasal dari cinta kasih banyak orang. Mereka bisa tinggal di sana dan menjalani kehidupan dengan tenang. Insan Tzu Chi juga membantu mencari lowongan pekerjaan agar mereka bisa bekerja dan mencari nafkah sendiri. Anak-anak mereka juga// memiliki tempat untuk mengenyam pendidikan. Lihatlah, Sekolah Tzu Chi dibangun dengan baik dan anak-anak dididik dengan penuh cinta kasih. Mereka yakin anak-anak yang menerima didikan penuh cinta kasih kelak pasti akan menjadi insan yang berguna. Mereka berharap anak-anak// yang mengenyam pendidikan di sana kelak bisa menjadi presiden. Lihat, inilah harapan mereka.
Kita juga mendengar salah seorang anak berkata bahwa dia sangat senang bisa tinggal di sana. Insan Tzu Chi bertanya apakah dia senang karena dapat bersekolah, dia menjawab bahwa dia sangat bahagia. Ketika kita ditanya apa cita-citanya, dia berpikir sejenak lalu menjawab, “Saya ingin menjadi presiden.” Lihatlah, para orang tua memiliki harapan dan anak-anak memiliki cita-cita. Dengan adanya pendidikan seperti itu, warga di Perumahan Cinta Kasih tentu penuh dengan harapan. Dahulu, mereka membangun rumah di bantaran Kali Angke yang sangat bau dan kotor. Anak-anak juga tidak berkesempatan untuk mendapatkan pendidikan. Berhubung orang tua tidak memiliki pekerjaan, bagaimana mungkin anak-anak bisa bersekolah? Pada saat itu, ada sekelompok orang// penuh cinta kasih yang membantu mereka. Asalkan memiliki cinta kasih, tak ada yang tak dapat dilakukan. Mereka membangun rumah untuk warga dan menciptakan lapangan kerja agar para generasi muda berkesempatan untuk mengenyam pendidikan.
Kini mereka memiliki harapan dan kesempatan. Tentu saja, ini membuat mereka sangat gembira. Saat mendengar laporan dan melihat baksos kesehatan di sana, saya sungguh merasa tersentuh. Ini adalah berkah. Orang yang memiliki berkah menciptakan berkah dengan membantu sesama; orang yang memiliki jalinan jodoh baik menerima berkah ini. Inilah yang disebut benih berkah dan jalinan jodoh yang baik. Hidup di dunia ini, jika memiliki benih berkah dan jalinan jodoh yang baik, meski terlahir dalam kondisi yang buruk, kita tetap berkesempatan menerima bantuan. Kita tak bisa memilih ingin terlahir dalam kondisi seperti apa. Akan tetapi, jika pernah menanam benih berkah dan waktunya tiba, maka benih tersebut akan berbuah dan kita akan berkesempatan untuk menerima bantuan. Ini juga merupakan karma baik kita. Jadi, setiap orang memiliki// karma buruk dan karma baik. Saat tidak sengaja menciptakan karma buruk, kita akan menerima konsekuensinya.
Jika berkesempatan menciptakan karma baik, kita akan memupuk benih berkah. Saat buah karma buruk selesai diterima, benih berkah akan muncul dan jalinan jodoh baik akan matang. Jika pernah menanam benih berkah, kita berkesempatan untuk menerima bantuan. Tanpa benih kebaikan, kita tak berkesempatan menerima bantuan dan akan terus hidup menderita. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sungguh harus berhati-hati. Kita harus lebih banyak menciptakan berkah dan menanam benih kebaikan. Dengan menghindari perbuatan buruk, maka penderitaan yang kita alami// juga akan berkurang. Setiap hari saya mengulas tentang bagaimana melenyapkan noda batin. Noda batin bagaikan musuh, pencuri, dan perampok. Noda batin bagai sebuah rantai yang terus membelenggu, menjerat, mengikat, dan mengurung kita sehingga kita terus terlahir di 6 alam dan mengalami empat jenis kelahiran. Tiada yang dapat dibawa serta, hanya karma yang terus mengikuti. Jadi, karma buruk yang berlimpah akan membuahkan penderitaan yang tiada henti. Dengan melakukan banyak perbuatan buruk, artinya kita telah menanam benih karma buruk.
Akibatnya, rintangan karma menjadi tak terbatas. Tak terbatas berarti sangat banyak. Buah karma timbul karena adanya benih. Karena adanya benih, maka berbuahlah penderitaan tiada akhir. Kita akan terus mengalami penderitaan tanpa henti dan terus berlanjut. Lihatlah begitu banyak bencana yang membawa penderitaan tanpa henti. Kita harus menyadari bahwa itu semua terjadi akibat noda batin. Kegelapan batin dan noda batin mengakibatkan kita menciptakan karma buruk lewat pelanggaran yang disengaja ataupun kekeliruan yang tak disengaja. Ini adalah akibat noda batin kita. Kita sering terbuai oleh segala sesuatu di hadapau kita. Akibatnya, pikiran kita terus bergejolak sehingga menyebabkan perselisihan yang membawa terciptanya karma buruk. Ini semua terjadi akibat noda batin. Akibat noda batin, kita melakukan banyak pelanggaran sehingga terlahir di tiga alam rendah// enam alam kehidupan// melalui empat jenis kelahiran, dan mengalami banyak penderitaan. Akibat kegelapan dan noda batinlah kekeliruan dan pelanggaran terjadi. Karena itu, mulai sekarang kita harus sungguh-sungguh berintrospeksi. Saudara sekalian, kita harus menjaga ketulusan hati, senantiasa mawas diri, dan waspada terhadap noda batin. Kita harus selalu waspada, berhati-hati, dan senantiasa meningkatkan kewaspadaan. Akan tetapi, janganlah kita merasa panik, melainkan cukup tingkatkan kesadaran. kita harus menjaga pikiran dengan baik Saat berinteraksi dengan orang lain, agar tidak salah berucap. Kita hendaknya saling mendukung dan membantu. Inilah cara menciptakan pahala dan menanam benih yang baik. Jika mengucapkan sesuatu yang membuat orang tidak senang, berarti kita telah menanam benih buruk. Jadi, hanya lewat ucapan saja kita sudah bisa menciptakan karma buruk. saat berbicara dengan orang lain, kita harus membiasakan diri untuk bertutur kata yang baik dan mengubah kebiasaan berbicara tanpa kontrol. Untuk itu, kita harus lebih bersungguh hati.