Sanubari Teduh

Sanubari Teduh – 105 – Empat Unsur

Saudara se-Dharma sekalian, setiap pagi, ketika menenangkan hati kita, seharusnya kondisi batin dapat melihat kondisi luar dengan sangat jelas dan jernih. Energi bumi ini seharusnya juga dapat kita rasakan. Saat bumi bernapas, tubuh kita seharusnya juga dapat merasakannya. Kita juga sedang bernapas. Jika bumi bernapas dengan lancar, maka ia berada dalam ketenteraman. Jika napas seseorang lancar, berarti tubuhnya dalam kondisi sehat. Jika pikiran kita dapat tenang, maka batin dan jasmani kita akan sehat. Sesungguhnya, energi tidak memiliki wujud

 Yang berwujud tak terlepas dari Empat Unsur. Karena itu, 4 unsur alam dapat membantu kita dalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi, ia juga dapat menyebabkan penderitaan dalam kehidupan kita. Apakah Empat Unsur itu? Unsur tanah, air, api, dan angin. Segala sesuatu di alam semesta ini tiada yang bukan perpaduan dari 4 unsur ini. Lihatlah alam semesta ini, matahari adalah sejenis energi panas yang sama seperti api. Sifat tanah di atas bumi adalah keras

 Semua zat padat di atas bumi yang dapat kita sentuh, tidak peduli apakah tanah atau bangunan, pohon, rumput, bunga, dan sebagainya, asalkan semua itu dapat dilihat dan disentuh, dapat dirasakan keras atau lunak, maka benda berwujud yang dapat kita sentuh itu termasuk dalam unsur tanah. Air memiliki sifat lembap. Sesuatu yang lembap disebabkan oleh adanya kandungan air. Tanah yang padat juga tak terlepas dari kandungan air. Begitu juga, bumi kita tidak boleh tanpa air. Tahukah kalian, ketika berjalan di atas tanah, kita merasa tanahnya sangat kering, tetapi sesungguhnya di bawah tanah ada aliran air? Sejak dahulu kita berkata bahwa kita harus menggali sumur ke dalam tanah

 Jadi, di bawah lapisan tanah terdapat air. Terutama dalam kondisi normal, keempat unsur alam, yaitu tanah, api, air,  dan angin harus senantiasa selaras. Selain harus memiliki air, bumi juga harus mempunyai cahaya matahari. Selain itu, juga harus mempunyai udara. Dengan demikian, segala sesuatu  di alam semesta baru bisa tumbuh subur. Kita tahu ada daerah yang kekurangan air, kita pun terus mengimbau orang untuk hemat air. Sebuah berita melaporkan bahwa ada seorang nenek menanam banyak sekali nanas di kebunnya

 Saat masa panen, semua nanas dipetik dan dipotong. Bagian dalam nanas-nanas itu tampak hitam. Jika bukan hitam, maka ada yang kering. Ini karena tidak ada hujan dan kurang siraman air. Akibatnya, semua nanas yang ditanam mengalami gagal panen dan tidak bisa dimakan. Mengapa dia menanam begitu banyak nanas? Karena saat terjadi wabah penyakit SARS, ada rumor yang mengatakan bahwa buah nanas dapat mencegah penyakit SARS. Oleh sebab itu, banyak petani buah langsung mengganti semua tanaman mereka menjadi tanaman nanas

 Karena kekurangan air, maka hamparan kebun nanas tersebut mengalami gagal panen. Nenek tersebut terlihat berlutut di atas tanah  dan terus menangis sambil berdoa, “Jika langit masih tidak turunkan hujan, maka kami akan kelaparan.” Ketika menemui masalah, kita memohon pada langit untuk turunkan hujan. Sesungguhnya, melihat kebun nanas tersebut, meski hujan turun sekarang juga, nanasnya tetap tidak terselamatkan. Akan tetapi, setidaknya dengan turun hujan, dapat membasahi tanah yang kering.  Jadi, kebun nanas tersebut juga bisa ditanami ulang jika diinginkan.  Masalahnya, nanas tersebut telah rusak semua

 Jadi, tidak heran, meski sang nenek menggantungkan hidup pada tanah, namun pada saat musim kering, dia juga tahu harus bergantung pada hujan. Jadi, dalam kehidupan ini, jika kita dapat hidup selaras dengan hukum alam dan tidak termakan rumor bahwa nanas dapat mencegah SARS, maka tak akan seperti sang nenek yang memusnahkan seluruh tanaman pertanian sebelumnya dan menggantinya dengan tanaman nanas. Akhirnya, jerih payahnya tak membuahkan hasil. Dia masih harus menanamkan banyak modal. Melihat modalnya kini tidak kembali, tidak heran sang nenek menjadi begitu sedih. Akan tetapi, masalah ini juga berawal dari manusia

 Janganlah hati kita terbuai pemikiran sesaat dan mengikuti begitu saja yang dikabarkan orang lain. Mungkin ini akan sangat merugikan hidup kita. Jadi, sekarang dikatakan bahwa kekeringan dapat merusak kondisi tanah. Tanaman pertanian harus bergantung pada tanah, dan tanah juga harus memiliki kandungan air. Apakah memiliki kandungan air saja cukup? Tentu juga harus ada cahaya matahari. Jika matahari terlalu panas.

. Saat ini saja kita sudah bilang terlalu panas. Cuaca yang begitu panas terkadang juga bisa berakibat kematian. Jadi, jika ada kekurangan unsur air dan api, yang berarti kurangnya kadar air dan panas, maka kondisi bumi menjadi tidak seimbang. Bumi sekarang ini atau kondisi alam saat ini sungguh telah sakit.  Lihatlah, kini banyak orang membahas efek rumah kaca. Maksudnya, iklim berubah menjadi tidak normal

 Saatnya turun hujan, malah tidak turun. Saatnya cuaca cerah, malah mendung. Akibatnya, segala sesuatu di bumi menjadi sakit. Ketidakselarasan empat unsur alam membuat kita sangat khawatir. Karena itu, kita sering menyebutnya bencana alam, sungguh merupakan bencana alam. Bencana alam bermula dari ulah manusia, tepatnya dari pikiran manusia. Karena itu, bumi disebut makrokosmos, dan tubuh manusia disebut mikrokosmos

 Saat makrokosmos berada dalam kondisi stabil, barulah mikrokosmos bisa sehat. Bicara mengenai 4 unsur di tubuh kita, tubuh kita juga tidak terlepas dari unsur tanah, air, api, dan angin. Bagian tubuh yang dapat kita sentuh, seperti otot, tulang, kuku, rambut, limpa, hati, lambung, usus, dan lainnya, Dalam tubuh kita terdapat darah, kotoran seperti air seni dan tinja, air mata, dahak, dll. Ini termasuk dalam unsur air. Suhu tubuh termasuk unsur api. Kita dapat bernapas dengan lancar, ini dinamakan unsur angin. Jika unsur tanah, air, api, dan angin di dalam tubuh kita tidak selaras, maka nyawa kita akan terancam. Di sekolah menengah kita, ada seorang pemuda yang bekerja di bagian logistik

 Pemuda bermarga Peng ini baru berusia 29 tahun. Hanya karena sebuah kecelakaan mobil, dia divonis mengalami mati otak. Beruntung, keluarganya punya semangat Tzu Chi. Kakak perempuannya adalah  siswi angkatan ke-2 akademi keperawatan kita.

  Setelah lulus, dia bekerja di badan misi Tzu Chi, tepatnya di Institut Teknologi Tzu Chi. Kakak iparnya bekerja di Universitas Tzu Chi. Mereka merasa bekerja di lingkungan Tzu Chi adalah pilihan yang terbaik. Karena itu, mereka merekomendasikan adiknya untuk bekerja di sekolah kita

 Setelah baru bekerja selama satu tahun, suatu hari dia mengalami kecelakaan dan divonis mengalami mati otak. Berhubung ibunya tinggal di Pingdong, sedangkan dia, kakak, dan iparnya di Hualien, maka ibunya dijemput dari Pingdong. Di Hualien, setiap hari ibunya mendengar anak-anaknya membicarakan Tzu Chi. Ibunya juga aktif dalam kegiatan daur ulang. Karena itu, satu keluarga ini mempunyai semangat budaya humanis Tzu Chi. Mengetahui anaknya mengalami kecelakaan, sang ibu tak terhindar dari rasa sedih. Kebetulan pada hari itu, saya keluar untuk mengikuti rapat. Setelah saya mendengar kabar ini, sang ibu dan anak perempuannya menemui saya

 Saya memahami hal ini sangat mendesak, mengingat anaknya telah divonis mati otak. Saya berkata kepada sang ibu, “Jalinan jodoh telah berakhir.” “Dia sudah hampir berusia 30 tahun.” “Hingga usia 29 tahun ini, dia belum berbuat banyak untuk masyarakat, kini saatnya bagi kita untuk mendoakannya.” “Jika dia bertahan hidup, katakan kepadanya untuk bersumbangsih bagi masyarakat.” “Ini membutuhkan keajaiban.” “Akan tetapi, jika jalinan jodohnya berakhir, katakanlah kepadanya agar merelakan tubuhnya didonorkan untuk memperpanjang hidup orang lain.” “Setidaknya dengan kedatangannya di dunia ini, dia dapat mempergunakan tubuhnya untuk memperpanjang atau menyelamatkan hidup orang lain, sehingga hidupnya menjadi bermakna

” Setelah mendengar saran saya, sang ibu menyetujuinya. Dia didampingi anak dan menantunya, dan yang paling penting adalah relawan kita terus mendampinginya, menghibur di tengah kesedihannya, dan membangkitkan cinta kasihnya. Jadi, dia memutuskan untuk mendonorkan organ tubuh anaknya. Saat dokter mengatakan bahwa banyak dari organ anaknya yang bisa digunakan, dia pun setuju untuk mendonorkan semuanya. Kulit, tulang, dan sendinya, semua masih dapat digunakan. Sang ibu pun setuju untuk mendonorkan semuanya. ibu ini sungguh ikhlas. Semua organ tubuh anaknya didonorkan. Berkatnya, nyawa 8 orang dapat diselamatkan

 Dia bukan hanya menyelamatkan pasien lain, melainkan juga keluarga mereka. Sejak awal, tekanan darahnya terus menurun. Jadi, nenek dari pemuda ini terus berbisik di samping telinga cucunya, “Saya tahu kamu sangat penurut, nenek juga merasa tidak tega, namun tubuhmu bisa menolong banyak orang.” “Cucuku, dengarlah kata nenek, kita harus menunggu catatan dari kepolisian, baru organ tubuhmu bisa didonorkan.” “Kamu harus bertahan.” Sang nenek terus berbisik di telinganya, demikian juga ibunya. Kakak dan kakak iparnya juga terus menyemangatinya

 Akhirnya, tekanan darahnya mulai naik kembali. Setelah beberapa saat, tekanan darahnya kembali turun. Mereka mulai berkata lagi kepadanya, “Hidupmu bisa menolong banyak orang, bukan hanya satu orang saja, melainkan bisa menolong banyak keluarga.” Demikianlah mereka terus berkata kepadanya. Setelah itu, tekanan darahnya kembali naik. Hingga pihak kepolisian datang melakukan prosedur hukum dan membuat catatan untuk membuktikan kematian otak, baru tekanan darahnya menurun drastis. Pada hari itu, pasien penerima donor kita juga datang setelah menerima kabar ini. Bicara tentang penerima donor ini, dia adalah pasien transplantasi hati yang juga seorang pemuda. Anaknya masih kecil dan kondisi keluarganya sangat kekurangan

 Berhubung harus bekerja banting tulang, dia sendiri tidak tahu bahwa dia mengidap hepatitis C dan sirosis hati. Dia bekerja sebagai buruh kasar. Jika lelah, dia akan beristirahat sebentar, baru kemudian meneruskan pekerjaannya. Sampai tiba-tiba memuntahkan banyak darah, baru disadari bahwa penyakitnya sudah parah. Dia memeriksakan diri ke RS Tzu Chi dan ditemukan bahwa hatinya sudah mengeras, padahal anak-anaknya masih kecil. Ada yang masih sekolah, dan yang bungsu masih sangat kecil. ================ Karena itu, dia tetap pergi bekerja, tetapi tak lama kemudian dia masuk RS lagi

 Dia diminta untuk banyak beristirahat, namun begitu keluar dari RS, dia tetap memaksakan diri untuk bekerja. Dia keluar masuk rumah sakit selama lebih dari 2 tahun. Melihat keadaan sang suami, istrinya juga mulai bekerja di luar. Dokter sudah menyatakan bahwa jika organ hati suaminya tidak diganti, maka dia tidak bisa diselamatkan lagi. Jadi, keluarga ini sepanjang hari terkungkung dalam kecemasan dan berharap mendapatkan organ pengganti. Kondisi keluarga itu sangat sulit. Mereka merupakan penerima bantuan Tzu Chi. Orang ini harus diselamatkan, karena dengan menyelamatkan orang ini, berarti menyelamatkan satu keluarga

 Jadi, dengan adanya sumbangan organ dari Tuan Peng, kita segera memilih kasus tadi sebagai resipien. Saat ditanya apakah bersedia menerimanya, dia sangat gembira, tetapi istrinya berkata dirinya sangat tegang hingga kakinya lemas. Dia sangat bingung karena jika organ suaminya tidak diganti, dia akan melihat suaminya sakit-sakitan, tetapi jika diganti, entah apakah berhasil. Di hari itu, keluarga tersebut sangat bimbang. Selain itu, keluarga sang donor juga merasa sangat kehilangan. Jadi, pada hari itu, Selain berterima kasih kepada tim medis, kita juga berterima kasih kepada relawan. Relawan Tzu Chi-lah yang menenangkan hati dua keluarga tersebut. Pada hari itu, bapak muda tadi menjalani transplantasi

  1. Li Ming-zhe selaku dokter bedah melihat istri sang pasien begitu cemas, Setelah operasi selesai dan transplantasi berhasil dilakukan, untuk menenangkan istri sang pasien, dr. Li keluar dari ruang bedah dan berkata, “Jangan khawatir, organ hatinya sangat bagus, transplantasinya berjalan lancar.” Setelah menenangkan istri pasien tersebut, dia masuk kembali untuk menjahit bekas operasi. Lihatlah ketulusan cinta kasih dari tim medis yang tidak membedakan kaya miskin ini. Pada dasarnya, keluarga ini memang merupakan penerima bantuan Tzu Chi. Mereka sering datang ke Tzu Chi dan mendapat pendampingan jangka panjang. Tujuan kita bukan hanya ingin menyelamatkan satu nyawa, melainkan satu keluarga

 Penerima organ hati ini pindah dari ruang perawatan intensif dengan cepat. Kabarnya, kondisinya sangat baik. Di Yuanli, ada seorang anak berusia 20 tahun lebih yang juga mengalami kecelakaan mobil. Keluarganya juga menerima bimbingan dari insan Tzu Chi. ======================== Berhubung sudah pernah bertemu kasus Tuan Peng dengan keluarganya yang begitu bijak dan ikhlas, insan Tzu Chi pun mengambil contoh ini untuk membimbing keluarga dari Yuanli tersebut. Ibu dari anak ini juga sangat tabah. Setelah tahu organ tubuh dapat didonorkan, dia pun bertanya bagaimana caranya. Anak ini kemudian dipindahkan dari Taichung ke RS Tzu Chi di Dalin

 Dia juga menyelamatkan 4 nyawa. Selain itu, dr. Li jugalah yang membantu melakukan transplantasi di Dalin. Operasi dimulai pada pukul 11 malam dan selesai pukul 12 siang esok harinya. Sekitar pukul tiga sore, saat saya berkunjung, selang pada tubuh pasien sudah bisa dilepas. Setelah itu, sekitar pukul 4 sore, sang pasien berkata kepada istrinya, “Saya sangat lapar dan ingin makan, bisakah menyiapkan makanan untuk saya?” setelah menjalani transplantasi hati, tidak perlu waktu 24 jam, bahkan hanya setelah 10 jam lebih, sang pasien sudah pulih dan ingin makan. Dia pun keluar dari RS dengan cepat

 Setelah menjalani transplantasi ginjal dan tidak lama di ruang perawatan intensif, pasien sudah bisa mengeluarkan air seni. Ini menandakan bahwa operasinya berhasil. Demikianlah makna hidup ini. Tuan Peng bukan hanya menyelamatkan 8 nyawa. Tulang dan kulitnya kini juga tersimpan di bank sumsum tulang kita dan bisa didonorkan kepada 70 hingga 80 orang. Jadi, ratusan orang bisa mendapatkan manfaat dari tubuhnya. Lihatlah, betapa berharga kehidupannya

 Jadi, terlahir di dunia ini, bergantung pada perpaduan Empat Unsur. Jika unsur-unsur ini selaras, tubuh kita akan sehat, bebas dari kecelakaan, luka, atau penyakit alami dari dalam tubuh. Contohnya, pasien tadi tidak tahu dirinya mengidap hepatitis. Dia bekerja banting tulang juga demi bertahan hidup. Akan tetapi, ketika nyawanya kritis, ada orang yang dapat menolongnya. Tentu, bukan hanya faktor manusia, melainkan juga dibutuhkan adanya teknologi kedokteran yang maju. Jadi, antarsesama manusia, harus memiliki kesatuan hati, keharmonisan, dan sikap saling mengasihi. Kekuatan inilah yang akan membuat alam, manusia, dan semua makhluk tenteram. Ada orang yang memanfaatkan hidup dengan baik, namun ada pula yang hidup di dunia ini dengan berbuat hal-hal yang mengkhawatirkan

 Singkat kata, semua ini bergantung pada kondisi pikiran. Jika Empat Unsur pada alam selaras, maka segala sesuatu akan tumbuh subur. Jika Empat Unsur pada tubuh manusia selaras, maka tubuh akan sehat. Saudara sekalian, dalam mempelajari ajaran Buddha, kita harus belajar untuk melepas. Hidup ini hanyalah perpaduan semu 4 unsur. Jika ada satu unsur saja yang tidak selaras, kesehatan seseorang akan terancam. Ketidakkekalan hidup ini senantiasa berada di sekitar kita. Jadi, kita harus selalu bersungguh hati

 Saudara sekalian, selagi masih sehat, manfaatkanlah tubuh ini untuk bersumbangsih bagi masyarakat.

 

Leave A Comment

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888

rp888